useful


Insentif bagi Perusahaan Ramah Lingkungan
December 10, 2007, 11:39 am
Filed under: news of business

Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif bagi investor yang memanfaatkan teknologi, bahan baku, energi, hingga proses produksi ramah lingkungan, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi di sela Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua Bali, Senin.
“Kita perlu mencari jalan tengahnya untuk investor karena selain musti membantu memerangi kemiskinan tapi secara bersamaan mesti bertanggung jawab pada lingkungan. Jadi kalau dulu kita memberi insentif supaya Indonesia kompetitif, sekarang insentif diberikan agar mereka bertanggung jawab,”katanya.
Ia belum bisa menjelaskan seperti apa bentuk insentif tersebut tetapi biaya yang meningkat karena tanggung jawab itu akan ditanggung kedua pihak, selain oleh swasta juga oleh pemerintah dalam bentuk insentif.
Investasi ramah lingkungan yang telah dilakukan di Indonesia itu, lanjut dia, antara lain di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTB) atau geothermal yang dalam 2-3 tahun ke depan nilainya diharapkan mencapai dua miliar dolar AS.
“Geothermal kita mempunyai prospek hingga 16 ribu MW, padahal sekarang kapasitas Jawa-Bali 17 ribu MW, artinya kita mempunyai kesempatan, khususnya karena geothermal ini zero waste atau nol emisi,”katanya.
Ia mengakui membangun PLTB memerlukan investasi besar dan membuat harga listrik geothermal menjadi tidak murah. “Yang ditandatangani pada 1991-1995 itu sampai 7,7 sen per kWh, karena mereka harus menggali dulu sumurnya, baru dari hasil itu mereka buat pembangkit listrik, memang jadi zero emisi, tetapi kalau dipecah-pecah jadi tidak mungkin, karena itu dibikin yang diinsentifkan lalu harga terakhir turun sampai di bawah 5 sen. Perbedaan itu yang kita bagi dua swasta dan pemerintah,”katanya.
Ia mencontohkan investor yang akan masuk di bidang Geothermal adalah Itochu terdiri atas investor Jepang, AS dan Indonesia dengan nilai investasi hampir 800 juta dolar. Ditanya investor lain di sektor usaha yang dinilai sebagai ramah lingkungan, ia menyebut misalnya investasi di bidang biodiesel pengganti solar berasal dari CPO (minyak sawit).
“Misalnya perusahaan besar seperti Wilmar sudah membuka investasi di sektor ini untuk kapasitas biodiesel hampir 1 juta ton per tahun,”katanya. Sementara itu, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu di tempat sama mengatakan, akan melakukan studi empiris dampak perubahan iklim dalam upaya mengambil kebijakan yang tepat di bidang perdagangan.
“Kalau ada studi kita mempunyai bukti yang saintifik dan jelas serta memiliki dasar untuk mendorong kebijakan ke arah itu. Selama ini sebenarnya sudah ada proses yang telah berjalan beberapa tahun dan ini merupakan momentum. Kalau kita tidak melakukan apa-apa maka dampak 10-20 tahun kemudian itu sangat dahsyat dan yang dirugikan negara berkembang,”katanya.
Soal insentif untuk mendorong kalangan industri dan perdagangan yang ramah lingkungan ia menyebut sudah ada insentif untuk sektor biofuel dalam paket perpres nomor 1 tahun 2007.
Sebelumnya, Marie mengatakan, para menteri perdagangan anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO-World Trade Organization) belum punya kesepakatan bersama tentang mekanisme perdagangan ramah lingkungan karena masing-masing negara memiliki kriteria sendiri.
“Sampai sekarang belum ada persepsi yang sama tentang green product. Indonesia dan negara-negara anggota WTO lainnya memiliki kriteria berbeda tentang definisi produk ramah lingkungan,” katanya.
Indonesia juga memiliki inisiatif sendiri dalam kriteria perdagangan ramah lingkungan, ujarnya dan mengimbau agar rumusan mekanisme perdagangan ramah lingkungan harus multilateral.(*)



Cerpen TKW Masuk 20 Besar Indonesia
December 10, 2007, 11:29 am
Filed under: news of family&lifestyle

Cerita pendek (Cerpen) berjudul “Bukan Yem” karya Etik Juwaita, seorang TKW asal Blitar, Jatim, yang bekerja di Hongkong, terpilih masuk 20 Cerpen Terbaik Indonesia 2008 dan akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh PT Gramedia.
“Saya senang banget ya, karena cerpen saya ternyata ada yang mau membaca dan masih dikasih bonus setara dengan satu bulan gaji kerja di Hongkong,” kata Etik Juwita yang dimintai komentar lewat email oleh ANTARA Surabaya, Senin.
Cerpen yang dimuat di satu harian terkemuka di Surabaya itu, bercerita tentang perjalanan pulang beberapa TKW dari berbagai negara dengan menggunakan mobil carteran dari Bandara Soekarno-Hatta ke berbagai tujuan, termasuk tokoh utama ke Blitar.
Dalam cerpen itu, Etik bercerita, seorang pekerja di negeri lain yang begitu sadis memperlakukan anak majikannya. Sutiyem yang tidak mau disebut Yem itu, dengan bangga bercerita suatu ketika temannya memasukkan anak majikannya ke dalam mesin cuci.
Sutiyem sendiri pernah mencampurkan racun tikus ke dalam campuran susu anak majikannya. Semua cerita Sutiyem menunjukkan betapa para pekerja rumah tangga itu, dendam kepada majikan yang dinilainya lebih tidak manusiawi.
Para pekerja itu, agaknya belajar menghilangkan rasa kemanusiaannya dari majikan-majikan mereka. Cerita-cerita Yem itu dilukiskan Etik sangat mengganggu perjalanan sang tokoh utama menuju Blitar. Apalagi, mobil carteran itu penuh sesak dan penumpang sulit bergerak.
Etik mengaku kaget, ketika mendapatkan kabar bahwa cerpennya terpilih untuk dibukukan itu dari seseorang di Jakarta. Cerpen Terbaik Indonesia dipilih dari 12 koran nasional.
“Waktu mendapatkan kabar itu, yang saya pikirkan waktu itu adalah, siapa pula yang mau ngerjain saya ini. Saya baru percaya setelah dihubungi redaktur koran yang memuat cerpen saya itu,” kata penulis berbakat yang hanya lulus SMA itu.
Ia bercerita, Bonari Nabonenar, seorang aktivis penggerak sastra buruh migran Hongkong, juga bercerita bahwa dari 20 cerpen itu banyak yang dihasilkan oleh penulis-penulis terkemuka.
“Saya tidak tahu orang-orang terkenal yang disebut Pak Bonari itu, apalagi membaca karya mereka. Di Hongkong itu saya tidak mudah untuk mendapatkan karya penulis-penulis Indonesia,” katanya mengungkapkan.
Ia mengemukakan bahwa terpilihnya cerpen Bukan Yem itu tidak akan pernah dilupakan seumur hidupnya. Pemilihan itu, merupakan sejarah dari proses kreatifnya sebagai penulis karya-karya fiksi.
Informasinya, selain mendapatkan uang masing-masing Rp3,5 juta untuk cerpen terpilih, nantinya juga akan dipilih cerpen favorit pilihan pembaca. Untuk cerpen terpilih, kabarnya akan mendapatkan uang puluhan juta rupiah.(*)



Krisis Pangan di 2017
December 10, 2007, 11:25 am
Filed under: news of business

Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan pada 2017 atau 10 tahun mendatang bila melihat ketimpangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan yang makin tidak seimbang dewasa ini.
Menteri Pertanian, Anton Apriyantono di sela-sela Semiloka Kebijakan Pengembangan Lahan Pertanian Pangan Abadi di Makassar, Senin, mengatakan dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 sampai 1,5 persen, sementara luas lahan pertanian tidak mengalami penambahan, dikhawatirkan pada 10 atau 20 tahun nanti krisis pangan akan melanda negara ini.
Pasalnya, lanjut menteri, berdasarkan proyeksi kebutuhan beras bangsa Indonesia pada 2009, diperlukan penambahan produksi beras sebanyak 1,8 juta ton atau setara dengan tiga juta ton gabah kering giling setiap tahun. Untuk itu diperlukan penambahan areal sawah seluas 600.000 hektar.
“Kebutuhan lahan ini sebenarya bisa saja dipenuhi bila tidak terjadi konversi lahan pertanian ke peruntukan lain, seperti pabrik dan permukiman, namun ketersediaan lahan potensial untuk perluasan areal tanaman pangan saat ini nyaris sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Saat ini, ujar Apriyantono, permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia pada sektor pertanian adalah tingginya tekanan terhadap sumberdaya lahan karena terjadi peningkatan jumlah penduduk sekitar 1,34 persen per tahun, sementara luas lahan pertanian relatif tetap.
Bila hal ini tidak segera diatasi, katanya, bangsa Indonesia juga akan sulit melepaskan diri dari ketergantungan pada pasokan pangan dari luar (impor). Sebab itu, kata menteri, pihaknya meminta kepada seluruh kabupaten dan kota untuk menerapkan agenda pemerintah berupa revitalisasi pertanian.
Menurut dia, agenda ini adalah membalik trend penurunan dan mengakselerasi peningkatan produksi dan nilai tambah usaha pertanian dengan cara meningkatkan dan memperluas kapasitas produksi melalui renovasi dan restrukturisasi agribisnis.
Menteri mengakui permasalahan yang paling besar dialami bangsa Indonesia saat ini terletak pada sektor pertanahan, dengan kondisi negara sekarang mengalami keterbatasan sumberdaya lahan yang cocok untuk dikembangkan dan sempitnya rata-rata penguasaan lahan pertanian per kapita penduduk Indonesia.
Selain itu, kata Apriyantono, sempitnya lahan yang dimiliki petani dan masalah sengketa tanah, juga menjadi peroalan yang cukup besar dalam mengembangkan produksi pangan di Indonesia.
Tahun ini, produksi padi Indonesia menunjukkan kinerja yang cukup baik karena berdasarkan Angka Ramalan III Badan Pusat Statistik (ARAM III BPS), produksi padi mengalami peningkatan menjadi 57,05 juta ton GKG atau naik sekitar 4,76 persen dibanding tahun 2006, tambahnya.
Sementara produksi padi di Sulsel, kata Sekdaprov Andi Muallim saat membuka Semiloka, mencapai sekitar 3.675.251 ton GKG atau meningkat 9,20 persen dibandingkan tahun 2006 yang mencapai 3.365.509 ton GKG.
“Kondisi ini tentunya akan berpengaruh pada pencapaian sasaran peningkatan produksi nasional 2007 yang ditargetkan sebanyak dua juta ton,” kata Muallim. (*)



Produksi Minyak Bumi Turun
December 10, 2007, 11:22 am
Filed under: news of business

Produksi minyak bumi mentah Indonesia sekarang ini sekitar 1,1 juta barel per hari, turun dari sebelumnya yang mencapai 1,3 juta barel per hari karena turunnya produktivitas lapangan minyak secara nasional termasuk di Sumsel.
Pada tahun 2001 produksi minyak mentah Sumsel mencapai 49 juta barel, dan pada tahun 2006 hanya mencapai 30 juta barel, kata Sekda Pemprov Sumsel, Musyrif Suardi pada “seminar strategi implementasi pengembangan bahan bakar gas (BBG)” di Palembang, Sumatera Selatan, Senin.
Menurut dia, persediaan cadangan minyak semakin menipis dan produksi yang terus menurun di tingkat dunia dan nasional, menyebabkan harga bahan bakar minyak menjadi tidak stabil.
Kebijakan pemerintah yang menetapkan gas bumi dan batubara sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu sangatlah tepat. Peranan gas bumi dan batubara akan semakin penting apalagi ketika harga BBM dunia yang terus meningkat, katanya.
Program gas bumi Sumsel diarahkan kepada pengembangan gas bumi untuk kebutuhan Sumsel dan pipanisasi produksi sekitar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, khususnya dalam menggantikan BBM sebagai bahan bakar industri dan bahan bakar pembangkit listrik, rumah tangga, komersial dan industri.
Ia mengatakan, pemanfaatan gas bumi di Sumsel dalam roda pembangunan nasional seperti pemanfaatan bahan bakar gas untuk pabrik pupuk pusri, gas untuk peningkatan produksi minyak di provinsi Riau, industri dan masyarakat di Pulau Batam, serta pemanfaatan gas di Kota Palembang.
Kebutuhan BBM pada industri pembangkit listrik di Jawa Barat dan Banten, baru-baru ini telah digantikan oleh gas bumi yang disuplai dari Sumsel melalui jaringan pipa Sumsel-Pulau Jawa (bawah laut), ujarnya.
Dengan mengalirnya gas bumi yang akan mencapai optimal nantinya 600 juta meter kubik per hari ke Jawa Barat, berarti pemerintah telah menghemat pemakaian BBM dan subsidi pertahunnya mencapai 8-10 triliun pertahunnya.
Proyeksi kebutuhan gas bumi disemua sektor hingga tahun 2020 menunjukkan kebutuhan gas di Sumsel pada tahun 2020 mencapai 375,19 juta kaki kubik. Khusus kebutuhan BBG transportasi darat diperkirakan pada tahun 2008 sebesar 0,12 MMSCFD dan meningkat hingga 3,49 juta kaki kubik pada tahun 2020.
Penyediaan gas bumi pada tahun 2020 dari wilayah Sumsel mencapai 1.028 juta kaki kubik, dengan demikian pemanfaatan BBG masih dapat dijamin kelangsungan suplainya, tambahnya.(*)



Investasi Bisnis KA di Kalimantan
December 10, 2007, 11:19 am
Filed under: news of business

Investor swasta asal Korea Selatan berminat membangun sarana kereta api di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui pola public private partnership/kemitraan pemerintah-swasta (PPP).
“Korea berminat untuk membangun sarana kereta api di Kalteng yang nilai proyeknya sekitar satu miliar dolar AS,” kata Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sarana dan Prasarana Dedy S. Priatna di Jakarta, Senin.
Menurut Dedy, proyek kereta api di Kalteng itu, sebenarnya juga diminati oleh investor dari Jepang dan China. Investor swasta Korea dan Jepang juga berminat menanamkan modalnya di kereta api di kawasan Jababeka Bekasi Jawa Barat, yang nilai proyeknya sekitar 150 juta hingga 200 juta dolar AS.
“Investor swasta Korea juga tertarik proyek kereta api dalam kota atau kereta api yang mengelilingi wilayah Jabotabek yang nilai proyeknya sekitar 300 juta dolar AS. Perusahaan kereta api mereka sangat tertarik di bidang itu,” kata Dedy.
Ia menyebutkan, hingga saat ini memang belum ada realisasi investasi dari Korea melalui pola PPP, namun Korea juga membiayai sejumlah proyek di Indonesia dengan pola grant dan pinjaman lunak (dengan bunga 3,5 persen per tahun).
“Sampai dengan 2009, mereka memberikan komitmen pinjaman lunak sekitar 300 juta dolar AS untuk berbagai proyek infrastruktur,” katanya menambahkan.
Pinjaman lunak itu antara lain untuk pembangunan jalan tol di Manado sebesar 80 juta hingga 100 juta dolar AS, juga grant untuk pembuatan master plan jalan tol di Sumatera sebesar 3 juta dolar AS. (*)



Rupiah Melemah Lima Poin
December 10, 2007, 11:15 am
Filed under: news of business

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin sore melemah tipis lima poin menjadi Rp9.268/9.270 per dolar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp9.263/9.265 per dolar AS.
Analis Valas PT Bank Saudara, Rully Nova di Jakarta, mengatakan, sekalipun rupiah melemah, namun posisinya dinilai masih cukup bagus, karena masih berada di bawah level Rp9.300 per dolar AS.
Hal ini disebabkan para pelaku pasar sedang memfokuskan perhatian pada pertemuan bank sentral AS (The Fed) yang akan memutuskan penurunan suku bunganya, katanya.
Posisi rupiah, lanjut dia masih berada di bawah level Rp9.300 per dolar AS, karena aktifnya Bank Indonesia (BI) aktif melakukan pengawasan di pasar.
BI berkeinginan rupiah menguat lebih jauh untuk mengurangi mahalnya pembelian minyak mentah yang merupakan bahan baku impor, katanya. Menurut dia, rupiah mempunyai peluang untuk menguat, apabila The Fed jadi menurunkan suku bunga Fedfund untuk memicu pertumbuhan ekonominya.
“Kami memperkirakan rupiah akan kembali meningkat setelah The Fed menurunkan suku bunganya,” katanya. Ia mengatakan, tekanan terhadap rupiah pada sore ini agak mengendor karena pelaku mulai hati-hati membeli dolar AS, mereka berjaga-jaga kalau The Fed turunkan suku bunganya 50 basis poin.
Karena penurunan 50 basis poin akan memicu rupiah menguat hingga melewati angka batas Rp9.200 per dolar AS, ucapnya. Jadi koreksi harga terhadap rupiah saat ini hanya bersifat sementara, ujarnya.
Menurut dia, pasar global lokal saat ini cukup tenang, karena harga minyak mentah dalam beberapa hari ini gejolak tidak begitu besar, apalagi negara-negara pengekspor minyak mentah diminta untuk segera menaikkan produksi minyaknya.
Namun negara pengekspor minyak mentah mempertanyakan, kenaikan produksi minyaknya akan dilempar kemana, katanya. Sementara itu, ero stabil pada 1,4653 per dolar AS, dolar AS terhadap yen jadi 111,57. Dolar AS terhadap yen agak membaik akibat laporan data tenaga kerja AS yang membaik, katanya. (*)



UU Pailit Bikin Ribet
December 10, 2007, 11:11 am
Filed under: news of business

Undang-undang (UU) Kepailitan yang berlaku saat ini dapat menjadi “bom waktu” dan ancaman bagi industri pasar modal karena dalam UU tersebut banyak mengandung kelemahan dan celah yang bisa dimanfaatkan kreditur maupun perusahaan itu sendiri (debitur) untuk mempailitkan dirinya sendiri.
“UU Kepailitan dapat menjadi bom waktu dan mengancam industri pasar modal. Sebaiknya pelaku pasar sudah dapat mengantisipasi dari awal sebelum menjadi bom waktu,” kata Direktur PT Sarijaya Securities Zulfiyan Alamsyah di Jakarta, Senin.
Hal yang paling mendesak saat ini, katanya, adalah merevisi UU tersebut agar lebih baik dan tidak banyak celah yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang akan mengeruk keuntungan dari UU ini.
“UU Kepailitan ini mengerikan apabila banyak kasus pailit terjadi di perusahaan publik. Bagaimana misalnya, kreditur kecil atau suplier dapat mempailitkan Telkom (perusahaan besar) yang menjadi penggerak utama Bursa Efek Indonesia (BEI)? Ini berbahaya karena dapat merugikan investor maupun perusahaan-perusahaan efek (broker),” kata Zulfiyan.
Hal senada diungkapkan praktisi hukum bisnis Dhaniswara K. Harjono. Menurutnya, kreditur begitu mudahnya untuk mempailitkan perusahaan. Pasal 1 dan 2 dalam UU Kepailitan mengenai cara-cara mempailitkan perusahaan dapat menjadi pemicu ketidakpastian hukum di pasar modal, karena tidak ada perbedaan perlakuan untuk mempailitkan perusahaan publik dan non publik.
Menurutnya, dalam UU Kepailitan tersebut, dua kreditur sekecil apapun dapat mempailitkan perusahaan besar. Selain itu jika si debitur (perusahaan) telat satu hari saja untuk bayar utang ke kreditur, maka kreditur itu dapat mengajukan gugatan pailit. “Ini sangat riskan dan berbahaya bagi keberlangsungan usaha perusahaan,” katanya.
Dia menambahkan dua kreditur yang piutangnya telat dibayar debitur dapat menjadi syarat mereka untuk mempailitkan perusahaan. “Undang-undang ini banyak dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mempailitkan perusahaan. Orang yang punya piutang satu rupiah pun dapat mempailitkan perusahaan, ini jadi masalah,” tambahnya.
Menurutnya, UU kepailitan ini merupakan produk yang dipaksakan dan baru diluncurkan pada 1998 lalu. UU ini sudah banyak menelan korban, di antaranya kasus pailit Manulife.
Dia menyarankan sebaiknya UU ini direvisi untuk memperbaiki kelemahannya. Selain itu Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) seharusnya dilibatkan paling tidak dimintakan pendapatnya jika terjadi kasus pailit di perusahaan publik.
Sementara itu Sekretaris Perusahaan Polysindo, Tunaryo menjelaskan perseroannya yang sedang terganjal kasus gugatan pailit. Polysindo digugat pailit oleh krediturnya Babbington Development Ltd (supplier).
Saat ini kasusnya ditangani Polda Metro Jaya dengan dugaan Babbington merupakan perusahaan fiktif, karena tidak terdaftar di Hongkong seperti yang disebutkan dalam permohonannya. “Babbington menurut penulusuran Polysindo didirikan berdasarkan hukum British Virgin Islands, Karibia,” katanya.
Dia menambahkan sebelumnya sebanyak 85,7 persen dari 147 kreditur menyepakati perjanjian perdamaian pada 27 Oktober 2005 dan disahkan pengadilan niaga pada November 2005. Akhirnya status pailit Polysindo dicabut.
Namun belakangan muncul kekisruhan lagi saat Babbington tampil sebagai kreditur ke 148 pada Oktober 2006. Meski namanya tidak tercantum dalam kreditur perjanjian perdamaian, Babbington juga merasa memiliki hak untuk menagih. (*)




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.