useful


Tetap Intim di Usia Senja
December 30, 2007, 12:47 pm
Filed under: news of family&lifestyle

SEBAGIAN pasangan suami-istri (pasutri) cenderung enggan melakukan hubungan seksual di usia yang tidak lagi muda. Padahal, seks merupakan salah satu perekat saat usia perkawinan terus bertambah.
Bagi pasangan muda, aktivitas seksual bisa jadi merupakan saat-saat yang paling dinanti. Gairah dan energi yang masihtinggi membuat hubungan seksual dilakukan menggebu-gebu. Bahkan, sebagian di antaranya bisa melakukannya setiap hari.
Namun, seiring perjalanan waktu dan usia perkawinan memasuki usia lebih dari 10 tahun, gairah seks sejumlah pasangan pun mulai meredup. Terlebih saat anak-anak mulai beranjak dewasa dan mulai mendapatkan cucu, pasangan suami-istri mulai enggan melakukan hubungan intim.
Wajar tentunya, mengingat orang-orang yang telah berusia lanjut secara alami mengalami penurunan hormonal, seperti hormon estrogen, progesteron, dan juga androgen. Akibat penurunan hormon ini akan memengaruhi gairah seks yang terkadang ikut menurun. Tak hanya itu, orang-orang yang telah berusia 40 tahun biasanya lebih disibukkan oleh beberapa aktivitas, seperti pekerjaan maupun keluarga.
“Aktivitas seksual terkait erat dengan aspek fisik dan psikologis kedua pasangan,” ungkap Asistant Professor dari Departement Obstetric dan Ginecology Feinberg School of Medicine Northwestern University George Lazarou.
Hubungan seksual antar pasangan membutuhkan kesiapan fisik dan emosi untuk menjalin keintiman. Sementara emosi meliputi perasaan terhadap pasangan, pengalaman melakukan hubungan bersama pasangan dan kepuasan seksual.
Pada wanita, saat usia 30-an sampai awal 40-an akan merasakan kenikmatan hubungan seksual bersama pasangan. Namun, tetap saja kualitas pasangan dipengaruhi oleh situasi, usia, tingkat hormonal dan kesehatan secara keseluruhan.
“Selanjutnya wanita akan memasuki masa menopause, sedangkan pria akan mengalami andropause,” kata Lazarou, seraya menambahkan bahwa kondisi itu akan mengakibatkan penurunan libido seks.
Begitu hormon mulai berkurang, maka kondisi psikologis seseorang pun akan terpengaruh. Itu sebabnya, seorang wanita pada masa itu akan menolak untuk berhubungan seksual. Berbagai alasan pun mereka kemukakan. Mulai dari rasa tidak nyaman saat berhubungan, sampai dengan tekanan psikologis yang mereka rasakan seusai melakukan hubungan seksual.

About these ads

Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: