Filed under: news of business
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menampik perekonomian Indonesia disebut rentan krisis.”Itu doanya para ekonom itu. Mbok ya doanya yang baik-baik,” katanyaseusai rapat kordiniasi dengan Panitia Khusus Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) DPR, Kamis (17/01).
Menurut dia, semua unit ekonomi seperti perbankan, Bank Indonesia dan Pemerintah harus dilihat dari sisi neracanya. Ani–panggilan Sri Mulyani– juga menilai fundamental perekonomian Indonesia cukup baik. “Dari sisi eksposure pemerintah, utang kita turun menjadi 39 persen dari PDP, porsi utang luar negeri kita dibawah 50 persen,” katanya.
Kalangan ekonom, kata dia, seharusnya melihat semua indikator itu. “Kalau mau membuat perbandingan semestinya yang paralel dan berdasarkan statistik jangan seperti nakut-nakutin di siang hari bolong,” katanya.
Sri Mulyani juga menambahkan resesi yang terjadi di Eropa dan Amerika juga tidak serta merta akan berimbas ke Indonesia.
Saat ini Amerika dan Eropa sedang mengalami kelesuan pembiayaan akibat krisis liquiditas dan perbankan. “Tapi tidak berarti langsung transmisinya ke Indonesia,” katanya.
Staff Ahli Menteri Kordinator Perekonomian M Ikhsan juga menilai terlalu berlebihan jika Indonesia dikatakan rentan krisis. “Mereka (ekonom) memang selalu begitu,” katanya.
Ikhsan menilai penilaian ekonom tidak konstisten karena mereka menilai Indonesia rentan krisis tapi masih memprediksi ekonomi indonesia bisa tumbuh 6 persen pada 2008. “Mana ada krisis bisa tumbuh 6 persen,” katanya.
Sebelumnya Chairman Econit Rizal Ramli menilai ekonomi Indonesia seperti balon yang rentang dengan economic bublle karena perkembangan sektor finansial yang tidak diikuti perkembangan sektor riil.
No Comments Yet so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


