Filed under: news of business
Pembiayaan perbankan syariah ke sektor modal kerja mengalami perkembangan yang signifikan. Per Januari 2008, pembiayaaan mencapai 44 persen yang disebabkan pertumbuhan sektor perdagangan dan sejalan dengan fokus perbankan syariah ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Pengamat perbankan syariah Alfi Wijaya mengatakan, pertumbuhan pesat pembiayaan ke sektor modal kerja sejalan dengan fokus bank syariah untuk mengembangkan sektor UMKM. Selain itu semakin agresifnya bank syariah untuk mengucurkan pembiayaan. Bahkan dia memprediksi pembiayaan ke sektor UMKM mencapai 67,8 persen dari total pembiayaan sebesar Rp27,1 triliun.
“Per Januari 2008, pembiayaan ke UMKM sebesar Rp18,38 triliun atau 67,8 persen dari total pembiayaan sebesar Rp27,1 triliun. Bank syariah semakin ekspansif menyalurkan pembiayaan dan pengembangan UMKM,” paparnya.
Berdasarkan statistik perbankan syariah yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), per Januari 2008 pembiayaan syariah berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan tertinggi terjadi untuk kredit modal kerja sebesar 44 persen dari Rp10,82 triliun menjadi Rp15,59 triliun. Kredit� sektor investasi meningkat 22,4 persen dari Rp4,27 triliun menjadi Rp5,44 triliun dan kredit sektor konsumsi meningkat 17,4 persen dari Rp5,17 triliun menjadi Rp6,07 triliun.
Sedangkan berdasarkan komposisi pembiayaan terdiri dari pembiayaan musyarakah sebesar Rp4,45 triliun dengan market share 16,58 persen, pembiayaan mudharabah sebesar Rp5,56 triliun dengan market share 20,56 persen dan piutang murabahah sebesar Rp15,8 triliun dengan market share 58,29 persen. Selain itu, piutang istishna sebesar Rp354,2 miliar dan lainnya sebesar Rp891 miliar dengan market share 3,29 persen
No Comments Yet so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


