Filed under: news of business
Lapangan Natuna D Alpha yang saat ini dipercayakan kepada PT Pertamina, ditargetkan mulai produksi 2018. “Begitu kontrak disepakati tahun ini lalu on stream 2018, nilai investasinya saya lupa,” ujar Abdul Muin, Wakil Kepala BP Migas, usai mengikuti pemaparan Dirut Pertamina mengenai Blok Natuna di Departemen ESDM, Jak
arta, Selasa (25/3/2008). Menurut Abdul Muin, untuk mengembangkan lapangan Natuna, Pertamina akan menggandeng mitra kerja. Namun mitra kerja yang diajak kerja sama nanti harus memenuhi sejumlah kualifikasi.
“Lapangan Natuna itu di laut dalam, kandungan airnya banyak, jadi harus punya mitra yang memiliki kemampuan teknologi dan finansial yang memadai,” ungkapnya. Share buat Pertamina sendiri menurut Abdul Muin sekira 40 persen, sisanya untuk mitra kerja Pertamina yang jumlahnya lebih dari satu. “Pertamina tetap mayoritas di Natuna, mitranya bisa siapa saja, bisa Exxon juga,” imbuh Muin.Sementara itu, Dirut Pertamina Ari Soemarno mengatakan mereka yang berminat menjadi partner cukup banyak cuma Pertamina belum melakukan pemilihan. “Kita pilih yang terbaik dan mampu, siapa saja asal memenuhi syarat,” ujar Ari.
Ari menjelaskan pertemuan dengan Menteri ESDM adalah untuk menjelaskan situasi Natuna saat ini, risiko yang akan terjadi termasuk keuntungan yang diperoleh jika Blok Natuna dikelola Pertamina. Dalam waktu dekat, Pertamina akan memaparkan proposal pengembangan Natuna kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


