useful


komunikasi
May 30, 2007, 4:58 pm
Filed under: Uncategorized

Sediakan Fasilitas Flexi Home di Rumah
-MoU REI Batam-Telkom

LANGKAH maju bersama dilakukan DPD REI Khusus kota Batam dan Telkom Regional Riau Kepulauan (Rikep) untuk memberi layanan telekomunikasi kepada masyarakat Batam.
Langkah kesepakatan dalam hal penyediaan fasilitas telekomunikasi di perumahan tersebut ditandatangani kedua belah pihak, Rabu (30/5), di Gedung REI Khusus Batam. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Ketua DPD REI Khusus Kota Batam Eddy Hussy dan Eksekutif General Manager Telkom Divisi Regional I Sumatra, Muhammad Awaludin.
Penandatanganan MoU tersebut menandai era baru bagi seluruh pengembang di kota Batam, khususnya anggota REI Batam, yakni bisa langsung mengakses atau memberi layanan flexi home di perumahan yang sedang dibangunnya.
“Kita berharap bisa menjadi kerjasama yang saling menguntungkan tentunya, dan layanan ini menjadi prioritas bagi para pengembang untuk sekaligus menyediakan layanan telekomunikasi di perumahan,” ujar Awaludin.
Awal menyebut bukan tidak ingin memasarkan produk telpon kabel lagi, namun kapasitas dan kebutuhan saat ini sudah tidak menjadi tempat lagi bagi telpon kabel. Selain butuh kecepatan, layanan komunikasi sekarang membutuhkan kepraktisan pemakaian sehingga bisa menghemat dan berefisien dalam beberapa hal.
Dan semua persyaratan tersebut saat ini bisa dipenuhi teknologi flexi home. Selain bisa digunakan untuk beragam seri kebutuhan mulai dari telpon dan akses internet, flexi home juga bisa dibawa kemanapun sesuai kebutuhan selama masih ada signal flexi tentunya.
Langkah ini juga sekaligus sebagai antisipasi prediksi jika flexi dalam beberapa tahun mendatang bakal mendominasi penggunaan saluran telekomunikasi di masyarakat, mengimbangi produk seluler GSM.
Sementara Ketua DPD REI Khusus Kota Batam, Eddy Hussy menyatakan langkah nota kesepahaman tersebut menjadi progress luar biasa dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh kalangan pengembang anggota REI Batam.
“Ini menjadi penghargaan tersendiri bagi REI, di sisi lain harus dimanfaatkan semaksimal mungkin terutama untuk menarik perhatian dari sisi penjualan rumah, mungkin bisa dikombinasikan<” tutur Eddy.
Pihak Telkom sendiri menjamin bakal memenuhi semua permintaan layanan flexi bagi setiap perumahan yang dibangun. “Kita siap dengan piranti kita, jadi semua permintaan flexi bakal kita penuhi,” ujar Awal, seusai acara.
Mengomentari tentang coverage area, Telkom terus mencoba untuk meningkatkan daya tangkap sinyal di semua area Batam dengan mendirikan Based Tranceiver Station (BTS) dan repeater di tower bersama dan beberapa tempat.
Di Batam sendiri, saat ini terdapat 27 BTS yang tersebar di semua titik dengan tingkat konsentrasi penduduk yang tinggi dan akan dibangun tower baru di kawasan markas Batalyon 134 Hang Tuah Batuaji. “Sedang di Tanjungpinang, kita memang baru punya dua BTS,” terang Awal. Sementara akses sinyal flexi juga bakal diperluas ke kawasan lain seperti Tanjungbalai Karimun, Natuna dan kabupaten Lingga.  (bud)

Advertisements


Alokasi Dana Rp 728,1 Miliar
May 30, 2007, 4:43 pm
Filed under: Uncategorized

-Sindikasi Perbankan untuk PLTU Tanjung Kasam
-Bank BRI, Bank BNI dan Bank Bukopin

Batam, Tribun–Proyek pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam berkapasitas 2×55 Megawatt Batam akhirnya mendapatkan gelontoran dana dari sindikasi tiga perbankan pemerintah, yakni bank BRI, bank BNI dan Bank Bukopin.
Ketiga bank plat merah tersebut bersedia menggelontorkan total dana sebesar 80,9 juta dolar AS, sekitar Rp 728,1 miliar (asumsi 1 dolar AS=Rp 9000). Dana tersebut berarti ekuivalen dengan 65 persen dari total investasi di proyek yang diperkirakan unit I selesai pada Maret 2009 mendatang dan menghabiskan dana 123,87 juta dolar AS.
Direktur Utama PT TJK Power Binarto Bekti Mahardjana menyatakan sindikasi perbankan ini sangat membantu mempercepat realisasi pengerjaan proyek yang sisa dana investasi sebesar  42,96 juta dolar AS akan ditanggung sendiri PT TJK Power.
PLTU Tanjung Kasam sendiri berkapasitas 2×55 MW yang dibangun PT PLN TJK Power, sebuah perusahaan yang dikembangkan bersama PT PLN Batam dengan investor dalam negeri,  PT Petra Unggul Sejahtera dari Intraco Penta Group. Pembangunan PLTU ini dilakukan perusahaan asal Cina, Dongfang Electric Corporation dengan lingkup pengerjaan pada bidang Engineering, Procurement&Construction (EPC).
Sindikasi perbankan tersebut terdiri atas Bank BNI yang menyanggupi memberikan kredit investasi senilai 39,9 juta dolar AS, BRI menyiapkan 25 juta dolar AS dan bank Bukopin 16 juta dolar AS..
PLTU Tanjung Kasam Batam akan beroperasi secara komersial pada 2009. Unit I, dengan kapasitas 55 megawatt akan beroperasi pada 31 Maret 2009. Sedangkan unit II, dengan kapasitas sama, akan beroperasi pada 30 Juni 2009. Jumlah tersebut diprediksikan bakal membawa Batam memiliki kekuatan listrik sampai 400 MW.
TJK Power sendiri telah menandatangani perjanjian jual beli listrik dengan PLN seharga Rp 424 kWh, dengan asumsi harga batu bara 25 dolar AS per ton. Masa kontrak berlaku 30 tahun.
Kesepakatan harga beli listrik ini sudah disetujui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. PT Petra Unggul adalah pemegang saham terbesar di TJK Power, yang akan mengelola PLTU Tanjung Karam.
Jika telah beroperasi, diharapkan semakin menambah kapasitas produksi listrik bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat Batam dan sekitarnya. Bahkan bukan tidak mungkin, pengoperasionalan PLTU Tanjung Kasam bakal menjadi “jembatan listrik” untuk kawasan Bintan, yang selama ini terkenal dengan krisis listrik luar biasa meski di sana terdapat kawasan ibukota provinsi Kepri. (bud)



Pejabat Bakal Kena Shock Therapy
May 30, 2007, 4:27 pm
Filed under: Uncategorized

AJANG Forum Pertemuan Membahas Masalah Perdagangan Luar Negeri Indonesia yang berlangsung di Hotel Vista, Rabu (30/5) kemarin menjadi kegiatan yang sangat menarik.
Bagaimana tidak, dalam acara yang dihadiri langsung Harmen Sembiring, Direktur Fasilitas Ekspor dan Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan RI, terdapat beberapa hal penting dan selama ini justru kurang diperhatikan kalangan pengusaha.
Yang paling menarik adalah layanan National Single Window (NSW) yang ternyata bakal diberlakukan pada medio Desember 2007. Meski baru pada pelabuhan Tanjung Priok, namun secara bertahap Batam sebenarnya sudah siap.
Paling tidak, fasilitas di pelabuhan cargo dan CPO Kabil sudah memiliki perangkat NSW. Ditambah sistem di Bea dan Cukai yang sudah mengadopsi paket PP-SAD. Harmen pun secara gamblang menyebut, jika penerapan NSW bakal membuat kalangan pejabat terkena shock teraphy.
“Pejabat-pejabat itu pasti bakal shock lah, kan kita sudah tau selama ini kan, nah adanya layanan berbasis elektronik dan kecanggihan teknologi informasi ini, membuat pungutan liar atau apalah namanya, tidak lagi bisa dilakukan pejabat atau oknum petugas,” jelas Harmen, yang tidak mengingkari jika selama ini masih banyak pungli yang harus dirasakan kalangan eksportir saat mengurus dokumen.
Paparan lain yang menarik adalah mengenai hambatan dan prospek pendukung yang tengah dihadapi perdagangan luar negeri di Indonesia umumnya dan Batam khususnya. Ternyata beragam hambatan sangat dirasakan kalangan eksportir dan atau pengusaha yang berhubungan dengan pasar luar negeri.
Hambatan eksternal antara lain penurunan pertumbuhan permintaan dunia dari 8,9-7,6 persen, resiko penurunan harga komoditi primer, persaingan global yang semakin tajam terutama dengan Cina dan Vietnam, Meningkatkan tuntutan Fair and Sustainalbe Trade, tarif tinggi untuk produk setengah jadi dan produk jadi.
Selain itu ada juga hambatan non tarif semakin meningkat terutama tuntutan traceability di Uni Eropa seperti yang dialami eksportir udang, permasalahan image, infrastruktur jalan dan sarana pelabuhan yang belum berstandar internasional, pasokan gas dan listrik, masalah ketenagakerjaan, masalah penyelundupan dan kepastian hukum, belum berkembangnya industri pendukung yang kompetitif.
Faktor lainnya adalah meningkatkan nilai tambah produk berbasis SDA, Indonesia belum terintegrasi dalam production network, adanya dampak bencana dan persepsi eksportir.
Beruntung Indonesia, terutama Batam masih memiliki pendorong eksternal seperti masih kuatnya perekonomian di dunia terutama Cina dan India, kepercayaan internasional yang mulai meningkat sampai rating BB+, diplomasi dan negosiasi perdagangan, peluang karena Cina dan Vietnam terkena restriksi di pasar utama seperti produk sepatu kulit di Eropa, TPT di AS dan Eropa, udang dari Cina dan Vietnam terkena anti dumping duty di AS.
Selain itu, tenaga segar juga datang dari stabilitas ekonomi makro, adanya kebijakan ekonomi dan keuangan serta bakal terbentuknya kawasan ekonomi khusus Indonesia (KEKI), percepatan Nasional Single Window di akhir Desember 2007 dan perbaikan beragam sistem pelayanan investasi. “Namun tetap saja kita harus mewaspadai Cina, Vietnam dan negara di Asia lain yang diprediksi tengah menggeliat,” tukas Harmen. (bud)



ekonomi
May 30, 2007, 4:16 pm
Filed under: Uncategorized

Desain dan Produksi Sendiri
-Home Furnishing Centre Pindah Gedung
-Tawarkan Konsep Layanan Baru
Batam, Tribun–Memasuki pertengahan tahun 2007 ini, Home Furnishing Centre (HFC) tengah mengalami transisi. Tidak hanya dari sisi konsep layanan, namun proses transisi juga dilakukan terhadap lokasi penjualan itu sendiri.
Kini, Anda yang menjadi pelanggan setia HFC atau calon konsumen, bisa lebih mudah menjangkau HFC di lokasi terbaru, yakni di Kompleks Rezeki Graha Mas Blok A&B nomor 17- 20 Batam Centre, nomor telp. 0778-472098, tepatnya di samping EdukitS.
Di lokasi terbaru itu, HFC hadir dengan konsep, tatanan dan pesona yang berbeda. Lebih rapi, stylis dan tampil teratur guna memudahkan konsumen mencari apa yang diinginkan dari produk furniture ataupun perangkat lain untuk kelengkapan interior ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga bahkan sampai dapur.
Satu yang paling baru adalah dimilikinya workshop tersendiri sehingga hampir semua atau mayoritas produk furniture yang tersedia berasal dari produksi dan desain sendiri. “Kita memiliki desainer sendiri, jadi kita bisa pasarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan kalangan keluarga dan masyarakat di Batam ini,” tutur Retno Sulistyaningrum, Pengelola Home Furnishing Centre Batam, Rabu (30/5), di Batam.
Desain dan produksi sendiri produk furniture memang menjadi andalan tersendiri bagi HFC. Bagaimana tidak, jika selama ini produk-produk impor selalu menyulitkan kapasitas rumah konsumen di Batam, penggunaan desainer lokal menjadi nilai lebih. Pasalnya mereka sudah tahu seluk beluk dan ukuran rumah yang ada di Batam, jadi dipastikan pas dan sesuai kontur rumah konsumen.
Bahkan layanan lebih juga bisa dirasakan konsumen yakni konsultasi dan pengaturan detail desain interior pada semua ruangan dengan harga kompetitif. Saat ini yang sudah menjadi boom di pasaran adalah model dapur alias kitchen set.
Khusus kitchen set ini, HFC menghadirkan teknis terbaru yakni modul. Model modul sangat simpel, karena posisinya yang mudah dipasang dan fleksibel berdasarkan kontur ruangan dapur yang akan dipakai.
“Sistemnya adalah dipasang, bukan langsung. Jadi konsumen kalau memiliki dana terbatas bisa melengkapi satu per satu bagiannya, bisa bagian pencuci piring dulu atau bagian tempat bumbum dulu, setelah itu ditambah lagi tanpa harus merusak yang pertama, jadi sangat praktis dan simpel,” tutur Retno.
Ia menyebut saat ini di HFC lokasi baru memiliki sistem seperti layaknya one stop service, pelanggan bisa berkreasi mendapatkan apa yang diinginkan sesuai kebutuhan dan kecukupan dana yang dimiliki. Selain HFC, tiga lantai di atasnya akan diisi untuk aktifitas SMK Batam Business School (BBS) yang akan beroperasi pada tahun ajaran 2007/2008 mendatang. Jadi selamat menikmati sensasi berbelanja furniture di HFC!. (bud)

Diskon Sampai 70 Persen
TIDAK hanya menawarkan konsep layanan terbaru, Home Furnishing Centre (HFC) juga memberi “hadiah” tersendiri bagi konsumennya, yakni diskon sampai 70 persen untuk barang- barang tertentu.
Retno menjelaskan, beberapa item lainnya memiliki degradasi diskon berkisar di angka 20, 30, 50 dan 60 persen. “Kita berikan spesial untuk konsumen kita, sekalian kita ingin mengenalkan kepada konsumen produk layanan terbaru kita di lokasi baru ini,” ucap Retno. (bud)

Alamat Baru Home Furnishing Centre
Kompleks Rezeki Graha Mas Blok A&B nomor 17-20 Batam Centre Batam
telp. 0778-472098



Investigasi HIV/AIDS
May 27, 2007, 3:25 pm
Filed under: Uncategorized

Tukang Ojek di kota Tanjungpinang