useful


Ekonomi
August 1, 2007, 4:08 pm
Filed under: news of business

Alokasi dan Harga Gas Belum Jelas
PASOKAN listrik di tahun 2008 mendatang bakal terganggu?Meski kemungkinan terjadinya masih berusaha dihambat, namun pihak PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam sendiri mengaku probabilitas ke arah tersebut terjadi.
Dalam konferensi pers Rabu (1/8) kemarin, Direktur Utama PT PLN Batam Ifyandri menyebut, kondisi tersebut bisa saja terjadi pasalnya sampai saat ini pasokan gas dan harga gas yang dibutuhkan untuk menjadi bahan bakar mesin pembangkit belum didapatkan secara penuh. Perlu diketahui saat ini 85 persen penggunaan bahan bakar untukmesin pembangkit listrik PLN Batam menggunakan gas, sisanya bahan bakar minyak yang secara keseluruhan menyerap 65-75 persen dana operasional.
Ifyandri mengungkapkan, masalah timbul tatkala persediaan bahan bakar gas di awal tahun 2008 mendatang bakal menemui hambatan. Pasalnya sampai saat ini belum ada kejelasan alokasi apalagi harga gas, sehingga dikhawatirkan akan terjadi gangguan pasokan listrik di tahun 2008 jika pasokan gas tidak kunjung pasti.
Ini bisa menjadi kendala tersendiri karena pada tahun 2007 ini kontrak gas untuk PLTG Panaran telah habis, dan saat ini masih dipusingkan dengan pencarian gas yang belum kunjung ada dan sepakat dalam harga. “Namun kita pastikan tahun 2007 ini pasokan aman untuk konsumen, dan kita terus berupaya di tahun 2008,” ujar Ifyandri.
Selama ini pihak PT PLN Batam telah mengalokasikan besaran dana untuk pembelian gas secara bervariasi. Di Panaran I misalnya 2,75 dolar AS, Panaran II sebesar 3,38 dolar AS, TM sebesar 5 dolar AS dan Kabil sebanyak 4,4 dolar AS.
Nilai tersebut diperkirakan bakal terus meningkat di tahun 2008 mendatang. Jika tidak segera tertalangi, PT PLN Batam sendiri sudah mencatat jika harga gas naik 1 dolar AS maka BPP juga naik sebesar 1,1 sen dolar AS. Artinya, meski hanya asumsi namun jika hal ekstrem terjadi dalam harga gas tentu kenaikan harga pokok listrik di Batam tidak bisa dihindari meski itu tetap menjadi pilihan terakhir manajemen. Contoh ekstrem, jika harga gas 4,5 dolar AS, BPP bakal bergerak di level 10,45 sen/kWH.
Bisnis kelistrikan di Batam sendiri menunjukkan nilai tingkat pertumbuhan yang cukup signifikan. Tercatat dalam semester I tahun 2007 telah naik 16 persen, sehingga pihak PT PLN Batam optimis tingkat pertumbuhan 17 persen di tahun 2007 bakal tercapai.
Lalu apa upaya yang sudah dilakukan PT PLN Batam untuk mencegah kondisi kelistrikan yang mungkin saja terganggu akibat belum adanya kepastian tentang alokasi dan harga gas?Ifyandri menyebut saat ini pihaknya sudah dan terus mencari serta berupaya menemukan harga yang kompetitif. Bahkan pihaknya sudah menyurati BP Migas untuk mempertegas pengalokasian dan kontinuitas gas.
Di sisi harga, pihak PT PLN Batam mengaku 4 dolar AS menjadi hargayang masih bisa diterima meski naik 0,5 sen dolar AS. Jika lebih dari itu, bisa saja kemungkinan lain terjadi. “Karena itulah kita meminta kepada pemerintah untuk segera menentukan langkah, mengalokasikan gas dan harga. Ini guna mendukung kestabilan pasokan listrik di Batam tahun 2008 dan mendukung pembangunan infrastruktur di Batam tentunya,” jelas Ifyandri.
PT PLN Batam sendiri mengaku sudah siap untuk membangun infrastruktur, namun tidak akan berarti jika tidak ada gas. “Kita mengalami sedikit ‘masalah’ di ketersediaan dan kontinuitas pasokan gas, dan ini bisa mengakibatkan penundaan beberapa pengerjaan proyek pembangkit yang sudah ditandatangani kontraknya,” tutur Ifyandri, yang menyebutkan kebutuhan bahan bakar gas di tahun 2008 mendatang mencapai titik 30 juta kaki kubik per bulan.
Ifyandri mengakui, tahun 2008 terbilang berat bagai PLN Batam, apalagi Perusahaan Gas Nasional (PGN) dalam waktu dekat akan menaikkan tarif Gas. Ifyandri berharap, ada upaya pemerintah daerah maupun pusat, untuk membantu kenaikan gas tidak terlu tinggi.
“Kenaikan tarif, belum tentu sebuah kebijakan yang baik, kita tentu masih melihat sisi bisnis di Batam yang saat ini tengah menjadi primadona. Kalau dinaikkan, tentu bisa berpengaruh terhadap tingkat interest kalangan investor,” sebut Ifyandri.
Pendapatan Turun 10 Persen
ADA guyonan cukup menarik yang disampaikan Direktur Utama PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam Ifyandri. Ia menyebut, faktor cuaca juga memengaruhi tingkat revenue alias pendapatan perusahaan yang dipimpinnya.
Saat berbincang-bincang di sela-sela konferensi pers, Ifyandri menyebut selama cuaca dingin yang mendominasi udara Batam beberapa minggu terakhir ini, pendapatan PT PLN Batam menurun sampai 10 persen dari biasanya. “Memang lucu sebenarnya, tapi itulah yang terjadi. Kalau dingin kita susah jual listriknya, kalau panas barulah kita laris,” tutur Ifyandri, sembari tertawa.
Namun di sisi lain, Ifyandri bersyukur tingkat pertumbuhan PT PLN Batam benar-benar di level progress positif. Rentang pertumbuhan yang menggapai 16 persen menjadi titik positif tersendiri di saat kondisi investasi yang masih spartan.

Rincian Kapasitas Sarana Produksi
Unit Dy Trpsang (kW) Dy Mampu Netto Rata-rata (kW)

PLTD Batu Ampar Lama 1 1.048 700
PLTD Batu Ampar I 4 30.720 15.000
PLTD Batu Ampar II 2 21.720 14.500
PLTD Sekupang I 4 11.200 1.100
PLTD Sekupang II 5 22.500 15.400
PLTD Baloi 2 24.688 10.500
PLTD Tanjung Sengkuang 4 20.872 7.800
KI Tunas 1 2.100 –
KI Latrade 2 3.500 2.900
Top 100 Jodoh 1 1.600 800
Total Pembangkit Sendiri 26 139.948 68.700

Sewa Genset
PLTG Panaran I 2 57.200 55.500
PLTG Panaran II 2 57.200 55.500
PT. Jembo 3 28.080 21.600
PLTMG Kabil 3 18.000 17.400
TM 2500 1 18.000 10.000
Total Pembangkit Sewa 11 178.480 160.000
Total Pembangkit 37 318.428 228.700

Nb. Untuk menjaga pasokan tenaga listrik perusahaan jua melakukan kontrak jual beli tenaga listrik dengan beberapa pembangkit swasta, selain merencanakan membangun PLTU 2 x 55 MW.
sumber. PT PLN Batam 1 Agustus 2007

Advertisements