useful


Revenge Ronaldinho
August 15, 2008, 9:03 am
Filed under: news of football

Perempatfinal Sepakbola Olimpiade
Brasil-Kamerun

PENGORBANAN untuk melewati awal musim bersama AC Milan, harus menghasilkan emas. Itulah misi khusus Ronaldinho yang rela untuk tampil di Olimpiade demi medali yang belum pernah diperoleh ia dan timnas Brasil sepanjang sejarah. Tak heran jika nafsu dan ambisi besar pun diusung Ronaldinho untuk membuktikan kalau pengorbanannya tidak berujung penyesalan.
Langkah awal di fase grup sudah dilewati, dan kini melawan Kamerun di babak perempatfinal cabang sepakbola Olimpiade Beijing 2008, menjadi awal menentukan bagi Ronaldinho, dan skuad Carlos Dunga secara keseluruhan.
Bahkan secara khusus, Ronaldinho telah menunggu delapan tahun untuk menunggu saat-saat seperti ini sekaligus mentasbihkan sebuah memori yang nantinya tidak akan pernah ia lupakan. Pasalnya sebagai pesepakbola kelas dunia, ia sudah pernah menjadi juara Piala Dunia, Liga Champions dan juara Liga. Hanya medali emas Olimpiade-lah yang belum sekalipun ‘hinggap’ di leher si gigi tonggos ini. Di sisi lain, Ronaldinho percaya, partai di Olimpiade kali ini juga bakal membuatnya terus fit sebelum dirinya menjalani laga debut resmi bersama klub anyarnya, AC Milan.
Memori delapan tahun lalu bagi Ronaldinho memang terasa menyesakkan. Pasalnya, saat menghadapi Kamerun di fase yang sama pada Olimpiade Sydney 2000, ia dan teman-temannya harus mengakui keunggulan tim Singa Gurun tersebut. Paling menyesakkan, saat itu Kamerun bermain dengan sembilan pemain setelah Geremi dan Patrick Nguimbat terkena kartu merah!. Tak heran jika Dinho dkk mengusung balas dendam dalam partai perempatfinal cabang sepakbola di Beijing 2008 ini.
“Saat itu menjadi hari yang paling menyedihkan. Aku harap kali ini akan berbeda. Partai ini menjadi sangat istimewa bagi kami, karena bertemu Kamerun adalah sebuah memori dan saat ini kami memiliki kesempatan untuk tampil di semifinal,”tegas mantan pemain Pris St Germain dan Barcelona ini, yang delapan tahun lalu menjadi penetak gol satu-satunya untuk Brasil. Dua gol dari striker Patrick Mboma di menit ke-17 dan Modeste Mbami tujuh menit sisa di masa perpanjangan waktu, membuat Brasil harus tersungkur di Sydney 2000.
Kehadiran sosok Ronaldinho memang menjadi satu kunci permainan timnas Brasil sepanjang fase grup. Apalagi kini Dinho seperti terlahir kembali, lengkap dengan senyuman khas yang dulu selalu menghiasi wajahnya. Itulah ayng membuat pelatih Carlos Dunga percaya, pemain bernomor punggung 10 itu bakal menghadirkan sensasi luar biasa di lapangan. “Ronaldinho telah menemukan kembali jalannya untuk selalu tersenyum,”tegas Dunga.
Ronaldinho pun percaya kalau pengalaman delapan tahun lalu menjadi pelajaran berharga yang tak akan pernah diulanginya lagi. “Kami harus menghormati Kamerun,”ujar Ronaldinho.
“Aku masih ingat kekalahan di Sydney delapan tahun lalu, sama seperti aku teringat kala kami menjadi juara Piala Dunia 1994 di AS. Jika di AS kami menyenangkan, tidak saat kami harus tertunduk lesu saat dilibas Kamerun di Sydney, sebuah memori yang buruk tentunya,”imbuh Dunga.
Melawan Kamerun, kekuatan Brasil bakal lengkap. Tidak hanya Ronaldinho yang siap tempur, namun armada peluru muda lain pun siap bergolak. Gelandang Manchester United, Anderson, striker Manchester City Jo, pemain Liverpool Lucas dan playmaker Werder Bremen bakal menjadi ‘hantu’ di barisan pertahanan Kamerun.
“Kami berada di fase penting, kalah berarti tersingkir. Inilah yang harus kami waspadai. Kami respek pada Kamerun, kami akan siap dan bermain lebih baik dari partai terakhir,”sebut Dunga. Di fase grup, Brasil sukses memenangkan tiga partai mereka dengan sembilan gol dan tak pernah kebobolan.
Sementara prestasi Kamerun di fase grup memang tidak terlalu meyakinkan. Mereka lolos berkat dua kali seri masing-masing saat melawan Korea (1-1) dan Italia (0-0). Satu kemenangan yang diraih pasukan NDTOUNGOU Martin Ndtoungou ini diperoleh kala melibas Honduras 1-0.via gol Stephane Mbia di menit ke-74.
Melawan Brasil, kekuatan Kamerun sedikit pincang setelah pemain andalan di lini tengah Georges Mandjeck mendapat kartu merah di partai terakhir melawan Italia. Namun tetap saja empat poros Stephane Mbia, Christian Bekamenga, Paul Beby dan Nicolas Nkoulou patut mendapat perhatian Marcelo dkk di lini belakang Brasil. Jika tidak, gawang tim Samba bakal kebobolan untuk pertama kali.  (persda network/bud)


Kerja Keras Argentina

PEREMPATFINAL cabang sepakbola Olimpiade Beijing 2008 kali ini memang sangat ketat. Tercatat, lima negara peraih medali emas Olimpiade menjadi partisipan di fase delapan besar ini. Belgia (1920), Italia (1936), Nigeria (1996), Kamerun (2000) dan Argentina (2004), kesemuanya pernah merasakan medali emas. Sementara tiga tersisa, Belanda, Brasil dan Pantai Gading masih terus memburu sejarah perdana mereka di event akbar empat tahunan ini.
Selain laga Brasil versus Kamerun, laga perempatfinal berkategori big match lain bakal menghadirkan dua kekuatan yang menjadi favorit, Argentina vs Belanda. Pertemuan mereka di Shanghai Stadium malam ini diprediksi bakal mendatangkan banyak atensi ketimbang dua laga lain, Italia vs Belgia dan Pantai Gading vs Nigeria.
Selain pertarungan gengsi antarbenua, Argentina kontra Belanda bakal menghadirkan pertarungan seru tingkat tinggi. Penyebabnya sudah dipastikan terkuak, apalagi kalau bukan amunisi hebat yang berada di kedua kubu.
Di kubu Argentina, kualitas dan kolektifitas tingkat tinggi dipadu kemampuan skill individu bakal menjadi dominan. Aktornya?nama-nama Ezequiel Garay,  Pablo Zabaleta, Fernando Gago, Ezequiel Lavezzi, Juan Roman Riquelme, MASCHERANO Javier Mascherano, Lionel Messi, Sergio “Kun” Aguero, Jose Sosa, Angel Di Maria dan Lautaro Acosta, menjadi jaminan mutu asyiknya permainan tim Tango.
Di kubu Belanda, personel Foppie de Haan juga tak kalah mengkilap. Paduan senior dan junior benar-benar menghadirkan prahara bagi lawan mereka. Jonathan De Guzman, Urby Emanuelson, Roy Makaay, Ryan Babel, Hedwiges Maduro, Royston Drenthe dan Gerald Sibon, akan bersatu padu guna mengurangi gempuran dan memberi tekanan pada skuad muda Argentina.
Namun jika disimak dari perjalanan dan kualitas permainan selama Olimpiade Beijing berlangsung, Argetina memiliki peluang lebih besar ketimbang tim Oranye. Perpaduan tajam trio Messi-Aguero-Riquelme yang disokong Mascherano terbukti lebih ampuh ketimbang Roy Makaay-Ryan Babel-Drenthe yang didukung Gerald Sibon maupun Maduro.
“Pertemuan yang mengasyikkan dan menarik, tak akan pernah terlewatkan partai seperti ini. Kami sudah siap dan sepertinya mereka juga sama,”ucap Ezequel Lavezzi, playmaker asal klub Napoli, seperti dikutip situs FIFA, Jumat (15/8). (persda network/bud)

Peluang Italia dan Nigeria
DUA partai sisa tetap akan menghadirkan partai seru meski kadarnya tidak seramai dua partai lainnya. Gengsi negara di satu benua menjadi pertaruhan Italia vs Belgia (Eropa) dan Pantai Gading kontra Nigeria (Afrika).
Khusus Italia, peluang mereka untuk menyodok ke babak semifinal terbuka lebar. Meski tampil tanpa striker veteran Tomasso Rocchi, namun Giuseppe Rossi dan Sebastian Giovinco terus menunjukkan kelas mereka. Pengalaman dan kolektifitas anak asuh Pierluigi Casiraghi ini bakal menyulitkan Sepp De Roover dkk. Walhasil, peluang tim Biru Langit untuk melaju ke semifinal terbuka guna menghadapi pemenang Pantai Gading kontra Nigeria.
Nigeria juga memiliki kemungkinan untuk menyingkirkan Pantai Gading meski harus melewatinya dengan kerja keras. Tim Super Eagles arahan pelatih Samson Siasia ini bakal menghadapi perlawanan sengit Mamadou Bagayoko dkk. Kemenangan 2-1 kala menghadapi AS di partai menentukan, membuat Nigeria memiliki motivasi besar. “Kami akan membuat sejarah kembali, dan kini saatnya generasi kamilah yang akan membawa kejayaan,”ucap Samson.  (persda network/bud)

Komentar
Jean Francois De Sart (Belgia)
“Italia satu tim yang sangat kuat, tim berkelas dunia. Kami memiliki kesempatan untuk membuat sejarah dalam persepakbolaan Belgia dan aku yakin kami akan memiliki tenaga ganda dan kemenangan luar biasa jika hal itu terjadi. Kami hanya berharap bisa tetap berada di turnamen dan menambah cerita manis ini,” (bud)

Sergio Batista (Argentina)
“Kami tak boleh memandang remeh Belanda, sebuah tim dengan kualitas individu luar biasa dan permainan sepakbola kelas tinggi. Kami adalah tim Argentina dan kami di sini untuk mengejar medali emas, tapi kami tetap menghormati semua lawan yang bakal menghadang di setiap langkah kami. Itu sebuah formula,” (bud)

Salomon Kalou (Penyerang Pantai Gading)

“Ini kondisi sangat bagus bagi Afrika saat ada tiga tim yang lolos ke perempatfinal. Ini artinya kami berada di posisi kompetitif kala berlaga di turnamen besar. Nigeria adalah juara delapan tahun lalu, tapi tim kami jelas memiliki kapabilitas tinggi untuk melaju ke final. Aku banyak mengambil semangat di tim ini,” (bud)


Ronaldinho (Kapten Brasil)

“Fakta yang menarik sekaligus membuat kami waspada saat kami harus bertemu lagi dengan Kamerun, yang terlihat sangat kuat dan berbahaya. Tentu kami ingin berbuat sesuatu yang terbaik dan terus melaju ke babak selanjutnya. Kami telah bermain baik sampai saat ini, dan itu menjadi nilai tambah bagi kepercayaan tim,”  (bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: