useful


Valentina Vezzali: Berkat Ancaman Sang Anak
August 15, 2008, 9:32 am
Filed under: news of sport style

DORONGAN semangat dari keluarga memang terbukti ampuh untuk membuat seseorang bermain ‘kesetanan’ dalam sebuah pertandingan. Itulah yang dialami Valentina Vezzali kala bertanding di nomor perseorangan putri cabang anggar di Olimpiade Beijing 2008.
Ia bertanding luar biasa di partai final saat melawan atlet anggar Korea Selatan Nam Hyun Hee. Bayangkan, waktu tersisa tinggal tiga detik saat ia mampu meraih satu angka dan memenangkan medali emas untuk Italia.
Pemilik nama lengkap Maria Valentina Vezzali ini pun mampu menorehkan total lima emas sepanjang karirnya di perhelatan arena akbar empat tahunan ini. Kemarin, ia harus berjuang keras pasalnya saat waktu tinggal satu menit, ia tertinggal 4-5. Saat itu ia mengaku sudah berada dalam tekanan berat dan nyaris putus asa. Beruntung ia teringat dorongan semangat dari sang anak Pietro dan suami tercinta, Domenico Giugliano (35).
“Sesaat aku terdiam dan merasa terisolasi, tapi aku sudah bertekad untuk memberi yang terbaik. Apalagi sebelum aku ke Beijing, anak meminta dan mengancamku, agar aku bisa membawa medali emas kebanggaan untuk Italia, dan aku tidak ingin mengecewakan asa anak dan suamiku,”ujar Vezzali, seperti dirilis Reuters, Selasa (12/8).
Berbekal ‘ancaman’ itulah, atlet berusia 34 tahun ini mampu menuai angka 5-5 di 10 detik terakhir. Keajaiban pun datang, saat tiga detik jelang partai usai, Nam Hyun Hee membuat kelengahan yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Vezzali. Impian mendapatkan emas pun tercapai dan ia terbebas dari ‘ancaman’ anak dan sang suami.
“Banyak momen saat Anda dipastikan bermain kerasukan, dan Anda pasti tahu jika Anda berada di sana sepertiku. Jika Anda berpikir takut, tentu Anda tidak akan bisa melakukannya. Kini aku bisa membuktikan sekali lagi kalau aku bisa melakukannya untuk negara dan keluargaku, sangat memuaskan tentunya,”ucap Vezzali berbinar.
Atlet yang juga berprofesi sebagai seorang polisi wanita ini mengaku tidak bisa tidur semalaman sebelum partai final. “Aku benar-benar tak bisa tidur, aku hanya bisa mendengarkan dan takut kalau aku kalah esok harinya, dan itu membuatku sempat merasa lelah,”ujar Vezzali.
Kegembiraan pun dirasakan sang suami, Giugliano Domenico. Pesepakbola yang bermain terakhir untuk klub Gela ini mengaku bangga dengan prestasi sang istri dan berharap ia bisa pensiun dengan kebahagiaan. “Dia seorang wanita yang tangguh, Pietro pasti bangga dengan ibunya,”ucap Giugliano, yang bermain di posisi tengah ini.  (persda network/bud)

Lahir di Hari Valentine
ADA harapan khusus kala Maria Valentina Vezzali terlahir. Ia sebisa mungkin menjadi sosok yang ramah, cantik dan manis. Dia yang lahir pada 14 Februari 1974 ini pun lantas diberi nama Valentina, sesuai dengan tanggal dan bulan kelahiran yang memang diperingati seluruh dunia sebagai hari valentine alias kasih sayang.
Nama itupun sampai saat ini memang melekat di kehidupan Vezzali. Ia berhasil menjadi seorang ‘ratu’ di dunia anggar, menang lima kali medali emas di Olimpiade. Tidak hanya itu, Vezzali pun mampu memberi kehangatan pada keluarga. “Hari lahirku sebuah keberuntungan?bukan itu yang kupikirkan tapi kenyataan sekaranglah yang bisa kuberikan,”ucap Vezzali, yang sudah bersiap untuk meraih emas di nomor beregu putri bersama kompatriotnya Margherita Granbassi dan Giovanna Trillini. (persda network/bud)

Legenda Baru Italia

NAMA Valentina Vezzali pun kini semakin harus di Italia. Seolah mengobati luka setelah atlet anggar andalan Italia Andrea Baldini positif menggunakan doping, Vezzali mampu memberi jawaban atas sifatnya yang ‘lapar’ gelar juara. Meski sudah terbilang veteran, ia mampu menunjukkan tajinya. Kini dua medali emas di Olimpiade Beijing pun bukan mustahil diraihnya. Tak heran jika ia kini sudah bersiap menjadi legenda baru anggar Italia. Apalagi kabarnya ia tetap akan bermain membela Italia di nomor perseorangan dan beregu pada Olimpiade 2012 di London Inggris.
Pelbagai prestasi pun diukir sepanjang karir Vezzali. Ia mampu menorehkan sejarah sebagai atlet yang meraih medali emas perseorangan dalam tiga Olimpiade, Sydney 2000, Athena 2004 dan Beijing 2008.
Ia juga memenangi 10 medali emas di Kejuaraan Dunia Anggar, lima di nomor perseorangan (1999, 2001, 2003, 2005, 2007) dan lima di nomor tim (1995, 1997, 1998, 2001, 2004). Prestasi itu ditambah empat medali perak dari nomor perseorangan (1994,2006) dan dua dari nomor tim di tahun yang sama. Sebagai ‘bonus’, ia meraih dua medali perunggu di tahun 1995 dan 1998.
Prestasi itu dilengkapi di Kejuaraan Eropa dengan lima emas di nomor perseorangan (1998, 1999, 2001; tim: 1999, 2001), tiga medali perak di nomor perseorangan (2003, 2007) dan tim team (2007), serta dia medali perunggu di tahun 1993 (perseorangan) dan tim (1998).  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: