useful


Nastia Liukin: Cium Bendera Rusia
August 20, 2008, 8:42 am
Filed under: news of sport style

SAAT meraih medali emas di nomor senam alat bebas di Olimpiade Beijing 2008, air mata Nastia Liukin tak bisa tertahankan lagi. Tetesan deras air matanya membasahi wajah ayu atlet berusia 18 tahun ini. Baberapa kali ia memandang bendera nasiona AS, namun sesekali ia pun melirik para suporter asal Rusia. Lebih aneh lagi, usai seremoni pengalungan medali, ia justru ‘mampir’ ke ofisial Rusia dan mencium bendera negeri Beruang Merah tersebut!. Ada apakah gerangan?
Dalam konferensi pers, seperti dilansir Xinhua, Minggu (17/8), ia menegaskan, kalau aksinya tersebut semata-mata karena ingin menghormati dua negara yang sama-sama mampu berjasa dalam kehidupan pribadinya. “Hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan, karena sejatinya meski aku membela AS, namun aku tetap mencintai Rusia, negeri asalku,”ujar Liukin.
Meski sempat dipertanyakan rasa nasionalisnya, namun tetap saja cewek berparas ayu ini menegaskan jika dirinya tak mungkin melupakan Rusia, dan justru berharap suatu saat bisa kembali ke tempat dimana ia dilahirkan.
“Ya, aku lahir di Rusia, tapi seperti Anda ketahui aku seorang profesional dan warga AS di setiap kompetisi. Aku di sini mewakili tim AS, aku tak bisa membandingkan kedua negara tersebut,”ungkap Liukin, yang lahir di Moskow dan pindah ke AS bersama kedua orang tuanya saat berusia 2,5 tahun.
Ia pun mengaku hatinya bergetar saat harus menghadapi para atler Rusia.. “Aku tak pernah membayangkan itu, pasalnya setiap waktu aku kembali ke Rusia, aku masih bisa melihat kakek dan nenekku, keluarga besarku dan teman-temanku semua. Hal itu menjadi sesuatu yang sangat spesial,”ucap Liukin, yang mengaku tetap mendalami bahasa Rusia.
Bahkan ia merasa kehadirannya di Beijing 2008 justru mewakili dua negara tersebut. Satu negara, AS adalah menjadi tempat bernaung, sedangkan khusus untuk Rusia, ia merasa bisa membawa kebanggaan tersendiri untuk keluarga besarnya kalau ada anggota AS yang berasal dari Rusia. “Aku dan mereka di Rusia merasakan itu, mereka justru menelponku pertama kali, dan itu membuatku semakin terharu,”kata Liukin yang menganggap kedua orangtuanya adalah sebuah makhluk pahlawan yang sangat berarti bagi kehidupan dan karir sebagai seorang atlet.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: