useful


Wu Jingyu: Berubah Jadi Wanita Tulen
August 21, 2008, 5:06 am
Filed under: news of sport style

SESUATU hal besar yang didapat biasanya bisa mengubah karakter dan sikap seseorang. Itulah yang dialami sosok Wu Jingyu, bintang anyar alias the rising star Cina di cabang taekwondo putri kelas 49 kilogram Olimpiade Beijing 2008.
Emas yang ia peroleh di cabang taekwondo setelah mengkandaskan atlet Thailand, Puedpong Buttree, membuat sikap dewasanya muncul dan merubahnya menjadi sosok yang kembali normal. “Emas ini telah menyadarkanku akan kehidupan lain, kini aku memutuskan untuk kembali ke asalku, aku akan menjadi cewek yang feminim meski aku ada di cabang olahraga yang keras,”ucap Wu Jingyu, seperti dirilis Xinhua, Kamis (21/8) kemarin.
Sosok cewek manis berusia 21 tahun ini mengaku dalam lima tahun terakhir, terutama sejak dirinya mengenal olahraga beladiri asal Korea tersebut, dirinya seolah tidak lagi menjadi sosok cewek. Nyaris semua sikap dan gaya hidupnya berubah menjadi sosok ‘pria’. Ini bisa terlihat dari gaya rambut dan model fashion yang dipilih, nyaris semuanya berujung pada ke-macho-an. “Bahkan aku tak pernah memiliki satu helai rok pun, apalagi gaun malam, yang paling aneh adalah aku nyaris tak memiliki bentuk payudara seperti halnya remaja normal lainnya,”ucap cewek kelahiran 1 Februari ini. Beruntung, lanjut Jingyu, kini ia sudah mulai percaya diri menunjukkan kalau dirinya adalah wanita normal setelah bentuk payudara dan pinggulnya kembali ke ‘cewek’. “Aku sempat minder dan tak percaya kalau aku nyaris tak memiliki itu, tapi kini aku sudah siap menjadi cewek beneran, karena semua yang ada pada diriku bisa aku banggakan, termasuk tubuhku yang proporsional, kata orang,”imbuh Jingyu.
Atlet kelahiran Jingdezhen, Jiangxi ini mengaku sifat feminim yang sempat lama hilang memang terasa ‘susah’ untuk dikembalikan. Namun ia sudah berjanji, setelah mendapat emas di Olimpiade Beijing 2008, ia akan merubah total gaya hidupnya menjadi cewek yang disukai banyak orang. “Itu sudah jadi komitmenku, dan semua orang mendukungku termasuk orang tua dan kekasihku,”ucap atlet yang pernah di cap sebagai lesbian ini.
Mengenai pencapaian emas di Beijing, Jingyu mengaku ini adalah momen yang sangat ditunggu guna melengkapi gelar yang telah ia raih, juara di Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia Pasifik. “Aku telah menunggu lama untuk saat seperti ini, aku sangat senang sekarang dan aku ingin berterima kasih pada semua orang yang telah membantuku selama ini. Semua ini kuberikan hanya untuk mereka,”ungkap Jingyu, yang menjadi atlet Cina pertama yang mampu merebut medali emas di cabang taekwondo Olimpiade.
Secara khusus, ia menyampaikan rasa terima kasih pada partnernya, Liu Kang yang telah menemani selama 11 tahun. “Aku belajar banyak darinya, terutama di sektor teknik tendangan ke arah kepala,”imbuh atlet yang tampil memesona di babak pendahuluan dengan menang strike, 8-0 dan 7-1 sebelum menumbangkan Puedpong Buttree di partai puncak.
Menurutnya, kunci sukses yang ia raih adalah bermain dengan inisiatif penyerangan, yang memang sudah menjadi gayanya dalam bertarung. Kunci lainnya adalah memelajari karakteristik lawan dan mengontrol emosi di level kompetisi setinggi Olimpiade, untuk kemudian baru melancarkan serangan sesuai strategi yang berasal dari pembelajaran karakter lawan. “Aku sangat senang, dan ingin merayakan ini dengan semua rekan-rekan dekatku, terima kasih untuk semua,”ucap Jingyu.  (persda network/bud)

Berawal dari Lari
KISAH awal Wu Jingyu terjun ke dunia taekwondo memang cukup unik.Pasalnya, di usia 12 tahun ia justru terpilih menjadi atlet sprinter di skeolahnya. Hal ini dilakukan pelatih pertamanya, Wang Zhijie, yang menemukan kecepatan lari Jingyu melebihi rekan-rekan lainnya di sekolah. Alhasil, ia pun sempat terjun ke dunia lari jarak pendek dengan hasil runner up di kejuaraan nasional.
Namun usai kejuaraan tersebut, Zhijie ternyata menangkap karakter bandel yang ada di diri Jingyu, sehingga memutuskan untuk mendidik cewek berambut cepak ini ke jenjang taekwondo. Pilihan ini membuahkan hasil, dan ternyata bekal kala menjadi sprinter handal masih ada. Paling tidak, gerakan dan kecepatan kaki Jingyu masih terinspirasi kecepatannya kala mengayunkan kaki ke arah lawan.
“Aku memang seorang pelari, dan teknik dasar pelari tentu kecepatan menyiapkan kaki sebagai penopang, dan itu aku pelajari saat aku berusia 12 tahun, sebelum aku mengenal taekwondo secara mendalam,”sebut Jingyu.  (persda network/bud)

Sempat Frustasi
KARIR taekwondo Wu Jingyu memang tidak selancar yang orang kira. Meski langsung menjadi rising star timnas Cina, namun prestasinya sempat mendeg kala selalu gagal di Kejuaraan Asia dan seri Kejuaraan Dunia. Kegagalan dan kegagalan selalu ia rasakan selama tiga tahun.
Tak heran jika Jingyu pun sempat dihinggapi rasa frustasi tinggi. Ia nyaris gantung sabuk jika saja tidak ada semangat dari orang tua dan sobat dekatnya. “Saat itu aku benar-benar tak tahu apa yang harus kukerjakan, semuanya sudah kulakukan, apa kata pelatih sudah kukerjakan, tapi ternyata hasilnya tetap nihil, aku tak pernah mendapat juara,”jelas Jingyu.
Meski motivasinya sudah tidak terlalu tinggi seperti kala pertama kali terjun ke taekwondo profesional, ia memutuskan untuk terus melanjutkan karirnya. Ternyata, di tahun berikutnya, prestasi dara manis ini justru melonjak. Ia sukses menjadi jawara seri Kejuaraan Dunia dan menggondol gelar Kejuaraan Asia. “Sekitar dua tahun lalu aku merasakan itu semua, meski sebenarnya motivasiku tak 100 persen lagi. Setelah aku berhasil, aku sadar bisa melakukan yang lebih baik lagi dari ini, dan ternyata emas ini adalah puncak dari segalanya,”tegas Jingyu, yang menargetkan medali emas di nomor sama pada Olimpiade 2012 di London.  (persda network/bud)


Lebih Kenal Porselen

SATU lagi kisah unik tentang sosok Wu Jingyu. Atlet yang lahir di provinsi Jiangxi ini ternyata hafal di luar kepala jenis-jenis material porselen dan harganya sekaligus!. Usut punya usut, ternyata saat kecil sampai menjelang remaja ia selalu ikut dengan sang paman, yang menjadi perajin porselen. Apalagi kota kelahirannya, Jingdezhen, terkenal sebagai kota produksi barang yang termasuk perkakas rumah tangga tersebut.
“Pamanku adalah seorang perajin, dan aku selalu ikut dengannya. Jadi aku paham betul apa itu porselen, jenis, harga, material sampai klasifikasi kualitas. Kini aku pun masih membantu pamanku, meski hanya dari sisi modal saja,”ungkap Wu Jingyu, yang memang terus merintis bisnis porselen di kota kelahirannya itu.  (persda network/bud)


1 Comment so far
Leave a comment

saluttt…..
cayooooo000….

Comment by jimmy kwee




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: