useful


Juan Roman Riquelme: The Lazy Magician
August 25, 2008, 10:39 am
Filed under: news of sport style

SEBUAH tim sepakbola selalu bersandar pada barisan tengah. Disitulah ‘dapur’ yang menggodok aliran bola ke depan maupun menjembatani lini belakang dan depan. Peran seorang dirigen lapangan tengah jelas sangat krusial. Tim-tim besar seperti Inggris, Jerman, Brasil, Italia maupun Spanyol memang penuh dengaan para striker yang haus gol. Namun tengoklah siapa aktor bola-bola matang untuk ‘tinggal’ diceploskan ke gawang lawan. Tentu lapangan tengahlah yang menjadi motor
serangan.
Kondisi itu pula yang kini menghinggapi timnas Argentina di Olimpiade Beijing 2008. Memiliki barisan penyerang seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, Angle Di Maria, Lautaro Acosta maupun Diego Buonanotte, tetap diperlukan ‘jembatan’ sekaligus kreator mumpuni untuk mengalirkan bola-bola matang. Peran itulah yang kini berada di kaki Juan Roman Riquelme, playmaker sekaligus penyerang lubang.
Nama Roman memang hadir di antara para pemain U-23 timnas Argentina sebagai bagian dari kuota pemain senior yang disisipkan. Pemilihan pelatih Sergio Batista terhadap pemain berusia 30 tahun ini ternyata sangat tepat. Aliran bola, visi bermain, pola dan ritme permainan menjadi sajian ‘menu’ Argentina sepanjang Olimpiade berlangsung. Tak heran jika kala menghempaskan Brasil dengan skor telak 3-0, nama Roman pun ikut berkibar. Sumbangan satu gl dan kreasi serangan yang dibangunnya membuat duet muda Messi-Aguero begitu mudah memporak-porandakan barisan pertahanan Tim Samba.
“Dia seorang pengatur serangan yang hebat, tahu kapan bola akan dilepas atau dengan model apa bola itu akan diarahkan ke depan, kami tinggal menunggu dan merasakan sentuhan magisnya, apalagi bola itu seperti selalu lengket di kakinya,”sebut Sergio ‘Kun’ Aguero.
Penuturan Kun Aguero tentu sebuah kenyataan. Pembagian bola, keseimbangan lini tengah dan daya jelajahnya yang cukup tinggi membuat Roman pun dijuluki The Magician. Sayangnya, karena memiliki karakter lambat di depan kata ‘magician’ itu terdapat satu imbuhaan, ‘lazy’, jadilah ia berkibat dengan panggilan The Lazy Magician.
“Karakternya memang lambat, tidak seperti di klubku. Tapi percayalah, setiap sentuhannya itu sangat berbahaya dan memanjakan kami di depan. Jika kami buntu, serahkan bola itu padanya, niscaya akan muncul umpan-umpan ataupun pola aliran bola yang aneh namun justru merusak konsentrasi lawan,”ujar Lionel Messi, di situs resmi Olimpiade Beijing.
Perannya sebagai pemain sentral di lini tengah timnas Argentina memang sangat kentara. Keeping ball, gocekan yahud, tingkat imajinasi bermain tinggi, umpan berpresisi tinggi dan tendangan pisangnya menjadi senjata ampuh untuk membentengi diri dari jegalan para bek lawan.
“Lambat memang menjadi kekurangannya, namun janga salah, ia juga memiliki reaksi cepat, terutama di awal sampai menjelang 2/3 pertandingan, di saat itulah seorang Roman bakal berbahaya, dan lawan-lawannya kemarin tentu sudah merasakan sengatan kakinya,”puji sang pelatih, Sergio Batista, yang tak memungkiri kalau sosok Roman memang cukup lambat dan seringkali membuat rekan setim merasa ‘gemas’.
Karakter pemimpin dan pesepakbola kelas dunia jelas terpancar dari tipikal permainan dan skil individu Roman. Bahkan pemain senior seperti Marcello Gallardo dan Claudio Lopez pun turut angkat bicara. Mereka menganggap pesona Roman menjadi tipikal playmaker yang susah dicari padanannya. Menurut Lopez, pemain seperti Roman adalah hasil produk permainan sepakbola di masa transisi. “Karakter yang tumbuh ucapitulah yang justru membuatnya bisa beradaptasi di tim manapun, ia bisa bermain lambat dan juga bisa bermain cepat, jika daam top form-nya, sulit bagi siapapun untuk menghadangnya,”tutur mantan pasangan sehati Abel Balbo ini.
Bagi Roman sendiri, kapasitasnya sebagai playmaker yahud tidak membuatnya besar kepala. Bahkan ia merasa masih terus ada yang kurang setiap usai pertandingan. “Aku tak perlu malu, aku juga terus belajar setiap kali aku menyelesaikan sebuah pertandingan. Kalau ada yang kurang lengkap, pastilah aku berusaha untuk menyempurnakannya di partai berikutnya,”kata Roman, yang menggambarkan dirinya sebagai sosok rendah hati.  (persda network/bud)

Nama: Juan Román Riquelme
Lahir: San Fernando, 24 Juni 1978
Postur: 182 cm/72 kg
Karir:
Tahun            Klub            Tampil/gol
1996-2002            Boca Juniors    148/26
2002-2003            FC Barcelona    293
2003-2008            Villarreal CF    102/36
2007                Boca Juniors     15/2
2008-             Boca Juniors     10/1
1997-             Timnas Argentina     46/17

Penghargaan:
Tahun    Gelar
2007         Nominasi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA
2007         MVP Piala Libertadores
2007         Juara  Copa Libertadores
2006         Nominasi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA
2005         Nominasi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA
2004         Juara Piala Intertoto (Villareal)
2001         Juara Copa Libertadores (Boca Juniors)
2001         Pemain Terbaik Amerika Selatan
2000         Juara Liga Apertura Argentina
2000         Juara Piala Intercontinental (Boca Juniors)
2000         Juara Copa Libertadores (Boca Juniors)
1999         Juara Liga Clausura Argentina
1998         Juara Liga Apertura Argentina
1997         Juara Dunia U-20


Fokus PD 2010

SEBAGAI pesepakbola bernama besar, pelbagai gelar juara sudah pernah direguk Juan Roman Riquelme, baik di level klub maupun timnas. Namun ia masih lapar gelar, apalagi kalau bukan gelar Piala Dunia. Pasalnya, gelar itulah yang sebenarnya selama ini sangat diidamkan sosok Roman.
“Aku benar-benar belum merasa lengkap sebagia pemain sepakbola, aku ingin sekali mengakhiri karirku saat aku mampu memeluk dan mengangkat tinggi piala itu,”tegas Roman, di O Globo.
Tekad itulah yang kini merasuki jiwa Roman. Alhasil, ia pun mengaku sangat fokus untuk menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2010 agar timnya bisa lolos ke Afrika Selatan. Edisi di Afsel inilah yang kemungkinan menjadi kesempatan terakhir bagi Roman untuk meraih gelar Piala Dunia di level timnas senior.
“Umurku sudah 30 tahun, tahun depan 31, jika aku harus menunggu lagi empat tahun kemudian, kemungkinan untuk bisa tampil di timnas Argentina tidaklah sebesar sekarang, dan mungkin saat itu permainanku sudah tak seperti sekarang, makin lambat. Karena itulah aku ingin sekali fokus ke Piala Dunia 2010,”jelas Roman.
Peluang untuk menjuarai Piala Dunia Afsel memang cukup besar. Skuad Argentina memiliki kapasitas itu, apalagi par apemain junior yang kini bermain di level Olimpiade sebagian besar dipastikan bakal memperkuat timnas di Afsel.  (persda network/bud)


Rela Mati demi Sang Adik

KASIH sayang terhadap keluarga menjadi ciri lain sosok ‘kalem’ Juan Roman Riquelme. Ini bisa ditunjukkan pada kejadian yang tak kan pernah terlupakan seumur hidup bagi peraih gelar Pemain Terbaik pada Piala Dunia U-20 tahun 1997 ini.
Sesaat setelah ia “mendarat” di Barcelona, Riquelme langsung meghadapi cobaan. Bukan dari sentimen di klub barunya tersebut, namun justru kabar buruk dari tanah air: saudaranya, Cristian menjadi korban penculikan yang meminta tebusan lebih dari Rp10 miliar. Kontan ia pun langsung kembali lagi ke Argentina.
Heroiknya, ia menghadapi sendiri penculik tersebut. “Aku rela mati untuk saudaraku, mereka (penculik-red) hanya memanfaatkan para pesepakbola yang bermain di Eropa yang mereka anggap memiliki penghasilan luar biasa, mereka harus dilawan,”tegas Riquelme. Setelah bernegosiasi alot, sang adik akhirnya bisa dibebaskan bersyarat. Riquelme ‘hanya’ cukup berkorban sekitar Rp2,5 miliar untuk membebaskan sang adik. (persda network/bud)

Lambat tapi Tajam
ADA satu kekurangan yang membuat nama Juan Roman Riquelme tidak begitu laku keras di daratan Eropa terutama di Spanyol dan Inggris. Apalagi kalau bukan tipikal permainannya yang tidak sesuai dengan karakter latin. Roman dianggap terlalu bermain lambat, terutama dalam mendistribusikan dan memposisikan si kulit bundar. Tak aneh jika masuk dalam skema serangan balik, justru di kaki Roman-lah bola itu terlambat naik.
Itu pula yang menyebabkan dirinya terpental dari Barcelona, tim yang memiliki filosofi bermain dengan bola-bola cepat alias pass and move modern. “Dia hebat, tapi terlalu lambat untuk seorang playmaker yang bertugas sebagai penyerang lubang, dia hanya cocok untuk permainan konvensional seperti tim-tim Italia,”sebut pelatih Barcelona di era 2002-2003, Louis van Gaal.
Namun di sisi lain, sebenarnya ‘kelambatan’ performa Roman diimbangi dengan ketajamannya dalam hal visi permainan. Ini terbukti dengan kemahirannya dalam mengirim assist ataupun mengeksekusi sendiri peluang, terutama melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
“Dia pemain hebat, lambat karena skema permainan teman-temannya seperti itu. Dia sangat tajam dan Anda tentu bisa melihat sendiir bahkan sejak ia junior. Umpannya sangat imajinatif dan hanya pemain level tinggi yang bisa seirama dengannya,”ungkap Jose Pekerman, pelatih yang bersama Roman membawa Tim Tango juara Piala Dunia U-20 tahun 1997.  (persda network/bud)


Segalanya untuk Kalahkan Brasil

BAGI seluruh pemain timnas Argentinaa, mengalahkan Brasil adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Dua musuh bebuyutan ini memang selalu menjadi perhatian publik dunia sepakbola kalau bertemu. Tak heran sang pemenang bakal meningkat nama dan prestise.
Itu pula yang dilakoni Juan Roman Riquelme. Momen besar itupun baru saja didapatkan Riquelme kala bersama rekan-rekannya mampu menumbangkan raksasa Brasil di event penting: semifinal Olimpiade Beijing. Lebih spesial lagi karena mereka mampu menumpas Ronaldinho dkk dengan tiga gol tanpa balas!. Sebuah kemenangan telak yang pastinya sangat sulit untuk terulang kembali di event resmi internasional maupun regional.
“Momen kemarin benar-benar luar biasa, aku tak akan melupakan itu, bagiku mengalahkan Brasil sebuah perjuangan berat, segala kemampuanku jelas hanya untuk mengalahkan Brasil, aku bisa dan jika aku menggapai emas itu adalah bonus, yang lebih penting lagi kami bisa mengalahkan Brasil,”ucap Riquelme.
Semakin bahagia, pria berpostur 182 cm ini menjadi satu penyumbang gol yang semakin menenggelamkan nama pasukan Carlos Dunga tersebut. “Satu gol ke gawang Brasil di event resmi tentu sangat berharga buatku, dan aku tidak akan menyia- nyiakan kesempatan jika itu memang ada,”ungkap Riquelme, yang menyebut apapun yang terjadi di finial nanti dirinya sudah bersiap untuk tersenyum. Pertanda Argentina akan menang?bisa jadi…(persda network/bud)

Cinta Sejati Yesica Toscanini
NAMA Juan Roman Riquelme tentu tidak akan terpisahkan dari sosok wanita nan cantik dan seksi, Yesica Toscanini. Dialah cewek yang mampu memberikan warna khusus bagi Riquelme, baik di dalam lapangan maupun luar arena lapangan hijau.
Bagi Yesica, sosok pemuda asli Argentina itu sudah menjadi cinta sejati. Bahkan ia rela untuk berkorban apapun, termasuk karir modelnya, demi bisa membahagiakan sosok playmaker Tim Tango tersebut.
“Aku sangat sayang padanya, aku tak ingin dia tampil sia-sia, aku ingin selalu berada di belakangnya dan menerima apa adanya dia,”ujar Toscanini, yang kabarnya selalu mendampingi sang pujaan hati kala pemilik nomor 10 di timnas ini terbuang dari Villareal dan terbekap cedera.
Bagi Riquelme sendiri, cewek yang pernah tampil topless di Cosmopolitan edisi Argentina ini adalah sosok ‘keibuan’ yang dicarinya. Tak heran jika ia pun merasa cocok dengan apa yang diperankan Toscanini. “Dia sangat perhatian, cantik, seksi, menggairahkan dan sangat memberiku inspirasi dan semangat, sepertinya aku tak salah jalan bareng dengannya,”ungkap Riquelme.
Sayangnya, sampai saat ini belum ada kabar pemain yang kini merumput bersama Boca Juniors ini akan menikahi cewek kelahiran 9 Maret 1986 ini. “Dia masih terlalu muda, dan aku juga ingin dia berkembang sesuai dunianya, aku ingin dia juga berkembang karirnya, tak baik memaksakan sesuatu yang belum siap,”sebut Riquelme bijak.  (persda network/bud)


2 Comments so far
Leave a comment

saya penggemar berat roman riquelme
terima kasih utk artikelnya yg menarik
sukses buat anda

Comment by Roman Fans

oke, sama-sama ya..terima kasih juga dah berkunjung ke blog-ku…salam

Comment by nurfahmi




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: