useful


Dinara Safina: Diet Ketat
September 11, 2008, 10:36 am
Filed under: news of sport style

AWAL tahun lalu Dinara Safina mendapat ‘cobaan’ yang cukup mengganggu konsentrasinya dalam karir profesional di level tenis tunggal putri dunia. Bagaimana tidak, ia mendapat ujian kala tubuhnya mendadak menjadi gemuk, yang praktis membuatnya harus berjuang keras jika tengah bertanding.
Faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi juga tidak pernah terungkap sampai sekarang. Hanya saja Safina merasakaan kengerian dan ketersiksaan luar biasa, kala harus menjalani hari-hari dengan bobot tubuh yang cukup menggangunya.
“Mungkin secara fisik tidak terlihat begitu jelas, namun secara mental dan psikis aku sangat merasakan kesulitan tersebut, apalagi sebagai pemain tunggal aku harus bergerak lincah,”ujar Safina, seperti dirilis situs AS Terbuka, Selasa (2/9).
Namun seiring berjalannya waktu, kini petenis yang meraih medali perak di Olimpiade Beijing 2008 lalu ini terlihat lebih segar dan sehat. Hasil tersebut didapatnya setelah langkah diet ketat makanan dilakoninya.
Bahkan kabarnya, Safina sempat terkena kelelahan kronis sebagai akibat dari gaya hidupnya yang terlalu ketat dalam mengkonsumsi makanan. Namun setelah mengontrak seorang ahli gizi, kini lambat laun wajahnya terlihat segar.
“Aku memagn sempat menderita, namun sekarang ini aku sudah bisa tenang karena tidak ada lagi pantangan untuk makan apapun, yang terpenting adalah kadar gizinya. Jika bicara tentang makanan, jelas aku sangat peduli akan hal itu,”ungkap petenis kebanggaan Rusia ini.  (persda network/bud)

Tak Bermain di Fed Cup
KEJUTAN dibuat Dinara Safina. Kala para pemain tenis putri Rusia berlomba untuk membela negara di ajang Fed Cup, Safina mengaku tidak akan masuk ke tim Beruang Merah tersebut. Keputusan ini tentu sangat mengejutkan mengingat Rusia menjadi favorit juara dengan komposisi pemain yang berkelas dunia dan merajai Beijing 2008.
Ia mengaku merasakan kelelahan fisik dan mental yang sangat luar biasa. Jika ditambah jadwal Fed Cup, ia takut jika kondisinya justru semakin buruk. “Aku pikir jiwa dan tubuhku lebih penting daripada tak bisa maksimal memberi yang terbaik untuk negaraku. Aku begitu lelah kala harus berada di AS terus ke Cina, setelah itu kembali ke AS lagi. Tubuhku sangat sensitif dengan hal seperti ini. Jadi aku lebih mengutamakan menjaga tubuhku dan menyiapkan program refresh agar nantinya bisa maksimal,”sebut Safina.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: