useful


Novak Djokovic: Kompak Bareng Sang Ibu
September 11, 2008, 10:34 am
Filed under: news of sport style

MESKI sudah cukup dewasa untuk selalu bepergian sendiri, namun petenis tunggal putra Novak Djokovic ternyata masih memerlukan bantuan dan kehadiran orang- orang terdekatnya, terutama sang ibu, Dijana.
Arti penting sosok sang ibu bagi Djokovic terbukti lagi di arena Grand Slam AS Terbuka kemarin. Ia patut berterima kasih pada sang ibu yang terus mendukungnya dalam partai sengit di babak perdelapanfinal melawan petenis Spanyol Tommy Robredo. Pasalnya, sepanjang lima set, Dijana selalu memberi semangat dengan berteriak, mengibarkan syal sampai beberapa kali memberikan minuman untuk sang anak. Alhasil, Djokovic mampu memenangi partai yang sangat ketat tersebut dengan 4-6,6-2,6-3,5-7,6-3.
Setelah partai menegangkan itu, ibu-anak ini pun tampak kompak dengan merayakan kemenangan itu dengan gerakan yang sama. Usai pukulan terakhir, Novak dan sang ibu sama-sama berjingkrak dan melompat sembari menepuk-nepuk dada mereka masing-masing. Tak ayal, di tengah tepukan ribuan pasang mata di Stadion Arthur Ashe, aksi kedua orang ini jelas mengundang perhatian. Asyiknya, mereka cuek-cuek saja ketika kamera televisi dan kamera fotografer mengarah pada aksi mereka berdua.
“Aku ingin melepaskan ketegangan, dan ibu pun pasti merasakan hal yang sama. Jadi ketegangan itu memang biasa kita rayakan dengan hal aneh. Beruntung ibu masih terbilang sopan hanya dengan aksi menepuk-nepuk dada saja, kadangkala saking kompaknya kami bahkan bisa saling peluk di lapangan,”sebut Djokovic, di NY Times, Rabu (3/9) kemarin.
Bagi Dijana, aksi kemarin memang menjadi gaya khas tersendiri antara dia dan anaknyaa. “Dia memang masih muda, dan kami kadang memutuskan untuk melakukan aksi bersama, tapi lebih banyak spontannya,”tutur sang ibu, yang rela terbang jauh demi menyaksikan usaha sang anak untuk meraih gelar juara perdana di AS Terbuka.
Mengenai cedera pangkal paha yang mendera sang anak, Dijana mengaku memang sempat khawatir. Namun ia percaya Djokovic bisa meredam itu semua dan melangkah ke babak semifinal. “Dia seorang anak yang keras, sejak kecil dia memiliki sifat itu dari sang ayah, jadi aku pikir dia tidak akan menyerah begitu saja, itu sudah jadi gayanya selama ini,”ungkap sang ibu tentang petenis peringkat tiga dunia tersebut. Yang jelas, Dijana siap untuk menggelar ‘aksi’ berbeda jika sang anak mampu terus menang di pertandingan sisa.  (persda network/bud)

Tak Suka Julukan Joker
ADA satu hal yang kini masih terpendam di hati Novak Djokovic. Apalagi kalau bukan julukan kalangan pecinta tenis dunia dan media massa yang memberinya julukan Joker. Ihwal munculnya julukan didasari pad aperforma luar biasa pemuda asal Serbia ini. Meski baru berusia 21 tahun ia sudah memiliki banyak prestasi mengagumkan yang mengantarkannya ke peringkat tiga dunia. Tak heran jika Joker pun diambil dari nama belakangnya, Djokovic. Ini menandakan jika ia memiliki kemampuan untuk terus memberi kejutan, khas Joker.
Namun sayang, si empunya julukan justru tidak senang dengan apa yang disematkan untuk dirinya. “Jujur aku mengapresiasi itu semua, namun sepertinya aku sungguh tidak suka dengan julukan Joker, karena aku tidak ingin ada sesuatu di bagian namaku yang berhubungan dengan dunia kartu atau judi,”ucapnya, di timesonline.
Meski mengungkapkan ketidaksetujuannya, ia sadar itu adalah hak dari para penggemar, kalangan pers dan seluruh masyarakat tenis dunia. “Meski tidak suka, aku harus menerima itu, karena aku yakin sebenarnya mereka cinta dengaanku,”ucapnya.  (persda network/bud)

Antara Jelena Ristic-Leryn Franco
ADA kejutan yang dibuat Djokovic kala ia bermain di Flushing Meadows. Apalagi kalau bukan kisah keekatannya dengaan ‘bintang’ Olimpiade Leryn Franco. Mereka dikabarkan tengah berkencan serius. Namun ternyata hal itu malah menjadikan Djokovic seolah mendua.
Seperti dilansir People, meski mengakui kecantikan Franco, namun tetap saja Djokovic masih mengingat sosok Jelena Ristic. Yup, selama ini Ristic memang menjadi kekasih resmi dari pemuda kelahiran 22 Mei tersebut. Tak heran jika kini Djokovic pun berada di persimpangan jalan.
“Franco sosok yang sangat cantik dan anggun,”ungkap Djokovic tentang Franco. Sementara Ristic pun menjadi bagian dalam hidup Djokovic. “Dia wanita tangguh dan pintar, seorang ilmuwan yang mandiri dan tak mudah terpengaruh,”pujinya terhadap Ristic. Jika sudah begini, tentu kebingunganlah yang bakal melanda Djokovic.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: