useful


Cara Black: Tak Tidur Semalam Suntuk
September 14, 2008, 8:40 am
Filed under: news of sport style

MESKI sudah sering meraih gelar juara dan kini berada di peringkat pertama, ternyata tidak membuat seorang petenis kelas dunia luput dari tindakan aneh kala menjuarai sebuah turnamen. Itulah yang dialami Cara Black, petenis ganda putri yang baru saja meraih gelar bergengsi di turnamen Grand Slam AS Terbuka.
Bersama pasangan sehatinya, Liezel Huber, Cara Black mengkandaskan ambisi duo Lisa Raymond/Samantha Stosur melalui pertarungan ketat dan penuh emosional 6- 2,7-6 (8-6).
Meski sudah 35 kali menggenggam gelar juara ganda di pelbagai turnamen, namun kemenangan di Flushing Meadows jelas menjadi sejarah tersendiri bagi pasangan ini, terutama bagi Cara Black. Tak heran jika semalam suntuk petenis andalan Zimbabwe tersebut tidak bisa tidur!. Ini disebabkan euforia yang sangat berlebih sehingga rasa kantuk pun tidak pernah datang kala Cara Black beristirahat di hotel. Hebatnya, di pagi harinya, saat melakukan sesi pemotretan dengan trofi pemenang, wajah Cara sama sekali tidak menunjukkan kelelahan setelah bertarung ketat.
Lalu apa yang dilakukan semalaman di kamar hotel?.”Aku benar-benar tak bisa tidur, padahal aku dah berusaha memejamkan mata, mengenang atau membayangkan sesuatu yang indah serta nikmat, dan berusaha membaca yang biasanya membuatku mengantuk, tapi ternyata itu tak berhasil,”ujar cewek kelahiran 17 Februari ini, seperti dikutip NY Times, Senin (8/9).
Tak bisa tidur, membuat Cara memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar hotel tempatnya menginap. Beberapa kali sempat masuk ke diskotek dan ruang karaoke, mencoba menyanyi satu dua lagu, namun itu tak jua membuatnya mengantuk. Alhasil di tengah keputusasaan, ia pun hanya bisa termangu di lobi kamar yang memang menghadap ke keramaian kota.
“Tak ada yang bisa kuperbuat, entah kenapa aku begitu senang sehingga tak bisa tidur,’sebut saudara petenis tunggal putra Wayne Black dan Byron Black ini. Setelah pagi menyingsing, ia masih sempat berjogging di seputar hotel, duduk di tepi kolam hias sembari minum jus nangka kesukaannya. Setelah itu barulah ia mengikuti kegiatan khas bagi setiap pemenang AS Terbuka, yakni sesi foto bersama pasangan dan trofi bergengsi.
“Ini pengalaman yang sangat luar biasa, baru pertama kali aku tidak tidur hanya gara- gara kemenangan di sebuah partai besar, padahal aku sudah sering menang. Tapi mungkin inilah berkah seumur hidupku,”tegas Cara yang berharap tahun depan ia kembali mampu meraih gelar terbaik di ganda putri dan ganda campuran.  (persda network/bud)

Impian Miliki Federer
SUDAH banyak petenis cewek yang mengagumi sosok mantan petenis nomor satu tunggal putra dunia Roger Federer. Satu di antaranya Cara Black yang mengaku sangat kagum tidak hanya dengan prestasi bintang tenis asal Swiss tersebut, namun juga kepribadiannya yang sangat peduli dengan lingkungan. Tak heran jika kekagumannya itu berubah menjadi impian untuk memiliki Federer, sesuatu yang juga ia sadar sangat sulit untuk merealisasikannya.
“Rasanya bahagia jika memiliki cowok seperti dia, pasti penuh perhatian dan kasih sayang yang tak pernah berhenti mengalir, sungguh sebuah impian yang sangat indah tentunya,”harap Cara.
Meski begitu Cara hanya bisa menyimpan perasaan dan memandang sosok yang dikaguminya  itu. “Aku yakin dia pasti akan bangkit lagi dan meraih tahta nomor satu, karena dia tipikal orang yang pantang menyerah. Nadal memang hebat, namun Federer belum mau menyerahkan tongkat estafet ke generasi berikutnya,”ungkap Cara.  (persda network/bud)

Berantem Gara-gara Raket
CARA Black dan Liezel Huber. Dua nama ini seperti sudah menyatu dan menjadi jaminan sebuah kemenangan. Setidak itulah yang dibuktikan pasangan gado-gado Zimbabwe dan Afrika Selatan itu di AS Terbuka 2008; menjadi jawara.
Namun ternyata di balik kekompakan mereka di atas lapangan, ada saja hal unik yang membuat mereka bak berada di keributan besar. Apalagi kalau bukan masalah pemilihan raket!. Hal yang sebenarnya kecil ini selali menjadi biang keladi perselisihan di antara mereka. Di AS Terbuka pun kejadian itu terulang lagi.
Penyebabnya sangat sepela yakni keinginan Cara Black untuk menggunakan label raket tenis K Swiss ternyata ditolak mentah-mentah. Liezel Hubner merasa lebih nyaman menggunakan raket non-label yang dibuatkan khusus oleh pamannya.
“Itu yang tak bisa kami hindari, tapi hebatnya semua berubah kala berada di lapangan. Kemarahan itu kami ‘selesaikan’ untuk menumpas lawan, dan selama ini kami banyak mengalami kemenangan daripada kekalahan,”ujar Hubner, yang tampak lebih dewasa dibanding Cara Black.  Bukannya ingin berdamai dan menemukan solusi, malah mereka terus ingin memelihara ‘perselisihan’ itu. (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: