useful


20 Unsur Dasar Mendesain Surat Kabar
September 15, 2008, 7:54 am
Filed under: the opinion

1. Nama surat kabar dengan huruf khusus dan warnanya disebut LOGO. Logo adalah elemen grafis penting karena dipertaruhkan sebagai unsur pengenal pertama bagi surat kabar kita.
2. Logo ditambah nomor terbitan, tanggal terbit dan moto surat kabar disebut NAMEPLATE. Disebut juga MASTHEAD.
3. Barisan teks judul yang dibuat besar disebut HEADLINE. Kenapa besar? Karena tujuannya memang untuk menggoda pembaca.
4. Kalau ada berita yang panjang, perlu diberi SUBHEAD atau SUBJUDUL. Supaya terbagi dalam segmen-segmen pendek. SUBHEAD juga bisa tampil dibawah judul HEADLINE. SUBHEAD dibenarkan bahkan dianjurkan untuk membantu HEADLINE. Istalahnya HEADLINE yang menggoda, SUBHEAD yang memanas-manasi.
5. Dengan tujuan yang sama pula, KICKER bisa digunakan. Biasanya KICKER diletakkan di atas HEADLINE cukup satu dua kata. Kadang diberi garis bawah. Ukurannya lebih kecil dari HEADLINE. Idealnya KICKER ini menjadi pengklasifikasi berita. Misalnya “PEMILU DI IRAK”, atau “LIMBAH PT APEL”. Baru di bawahnya judul HEADLINE.
6. Kalau KICKER-nya lebih besar dari HEADLINE, karena memang menarik untuk dijual, maka namanya naik pangkat menjadi HAMMER! Letaknya di atas, baru di bawahnya HEADLINE. Paling banyak tiga kata saja. Tidak lebih.
7. Berita boleh didahului oleh semacam ringkasan pendek. Namanya DECK. Kadang rancu mana DECK mana SUBHEAD. Tapi DECK gampang dibedakan dari isinya yang lebih panjang. Supaya pembaca lekas tahu apa isi berita kita.
8. BYLINE kita pakai pada berita utama di setiap halaman. Namanya juga byline, biasanya memang selalu diberi garis. Untuk mempertegas siapa yang menulis berita tersebut. Lalu diikuti jabatan atau daerah liputannya.
9. Teks berita kita disebut BODYCOPY. Ini kelihatannya sepele. Soalnya sekali tentukan jenis dan ukurannya, maka sudah selesai. Tak bisa diapa-apakan lagi. Karena itulah sebenarnya BODYCOPY menjadi penting. Bahkan paling penting (baca tulisan lain soal ini).
10. INITIAL CAP atau DROP CAP. Huruf di awal paragraf yang dibesarkan itu namanya DROP CAP atau INITIAL CAP. Lazimnya DROP CAP masuk mengambil ruang dua atau tiga baris dalam kolom.
11. QUOTE dipakai kalau ada kutipan paling dramatis yang layak ditampilkan. Bisa juga fakta atau data yang paling mengagetkan. Namanya juga kutipan. Dia adalah pengulangan dari apa yang ada dalam berita. Kalau tidak ada memangnya kita mengutip dari mana?
12. CAPTION adalah teks yang mengiringi foto, ilustrasi atau grafis. Biasanya kecil tapi gampang dibaca (ada tulisan lain soal ini).
13. Kalau ada gambar (bukan foto) dalam boks yang mengikuti HEADLINE itu namanya TEASER. Kadang tidak informatif tapi wajib kreatif. Ini jarang sekali digunakan. Paling-paling disimpan sebagai jurus andalan, agar wajah surat kabar tidak jatuh membosankan.
14. Ah, tidak usah dijelaskan lagi betapa pentingnya FOTO dalam sebuah surat kabar.
15. KARIKATUR juga perlu terutama di halamaN opini. Sesekali di halaman 1 kalau isunya memang kuat dan tidak ada foto yang bagus. New Strait Times di Kuala Lumpur menampilkan kartun karya Lat di separo halaman 1 ketika berubah format jadi tabloid.
16. INFOGRAFIC. Kita menyebutnya GRAFIS saja. Isinya bisa peta, tabel, atau diagram. Bisa juga kronologis kejadian.
17. Bumbu penyedap dalam desain surat kabar adalah GARIS, BULLET (tidak boleh lebih besar dari huruf), dan DINGBAT (simbol internasioal seperti lambang jenis kelamin jantan dan betina, ikon komputer, dll).
18. Sambel dan kecap dalam desain adalah BOXES dan BORDER. Kalau kebanyakan halaman jadi kacau, kalau diramu dengan pas, halaman pun jadi nikmat. Rumusnya cuma satu: jangan diumbar. Pemakaian unsur nomor 17 dan 18 ini harus sangat ditahan-ta han.
19. KOLOM juga merupakan unsur desain. KOLOM membagi teks berita kita. Dengan jenis huruf dan ukuran yang sudah kita pilih, lebar kolom tak boleh lebih dari 52 karakter tak kurang dari 34 karakter. Terlalu lebar atau terlalu sempit menyulitkan pembaca (baca tulisan lain soal ini).
20. Terakhir unsur desain yang tidak kelihatan. Memangnya ada? Ya, ada. Sebenarnya sih kelihatan juga. Apa itu? Ruang kosong di antara kolom, antara judul dengan isi berita dll. Jangan terlalu kosong, jangan juga terlalu penuh. Sedang-sedang saja. Terakhir perlu juga diperhatikan MARGIN da GUTTER, batas tepi dan atas.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: