useful


Giselle Tavarelli: Benci Pers Inggris
September 22, 2008, 10:54 am
Filed under: news of sport style

INILAH resiko menjadi istri seorang pesepakbola Premiership. Apalagi sang suami jelas-jelas menjadi pemain andalan klub dan disegani lawan maupun kawan. Giselle Tavarelli merasakan benar situasi tersebut. Hal yang paling ditakutkan sejak pertama kali mendarat di Inggris tahun 2004 silam seolah menjadi ‘hantu’ yang sebenarnya ingin ia singkirkan, tapi jelas tak mungkin. Apalagi kalau bukan nyamuk pers yang seolah terus mengintai kehidupan privasi dirinya bersama sang suami, Roque Santa Cruz. “Nyaris tak bisa bernafas bebas, dimana-mana selalu ada kamera,”ucap Giselle pendek, seperti dilansir wags-blog, Selasa (16/9).
Tak heran jika adik dari Ricardo Tavarelli, personel timnas Paraguay, ini begitu membenci pers negara Ratu Elizabeth tersebut. Sebisa mungkin ia tak keluar rumah dan membatasi aktifitas di luar kediamannya di kota Blackburn.
Selain keluarga, sosok Giselle sendiri memang sangat pantas untuk menjadi buruan. Wajah khas latin, bodi seksi dan aura kecantikannya sebagai mantan model, memiliki nilai jual tinggi. Apalagi ia terkenal dengan kesederhanannya dalam hidup. Bahkan setahun setelah berada di Inggris, ia dianggap sebagai pesaing berat Victoria Beckham.
Namun ia menolak dengan halus. “Sampai kapan pun aku tak akan pernah mau menyaingi Posh Spice. Ia adalah seorang artis dunia, penyanyi dengan talenta luar biasa dan istri bintang besar. Sementara aku hanya seorang model biasa, ibu rumah tangga yang sehari-hari hanya bisa mengurus dua putra dan suami, membereskan rumah dan memasak untuk keluarga. Itulah diriku, dan sampai kapan pun akan tetap seperti ini,”jelas Giselle.
Bagi Giselle, pers Inggris dan Italia adalah yang paling kejam di dunia.  Jerman adalah tempat yang kehidupan pers-nya masih bersih dan tak sekejam Italia dan Inggris. Kini, ketika Santa Cruz harus memboyong dirinya bersama dua putra mereka, Tobias (4) dan Fiorella (2), Giselle pun mulai lebih berhati-hati menjaga sikap dan gerak-geriknya.
Giselle memang tipe wanita sederhana yang masih memegang cara hidup wanita-wanita Latino di era 70-an. Tapi, bisa jadi, kesederhanaan itulah yang justru membuat Santa Cruz tak berkutik dan tak pernah terlihat dekat dengan wanita mana pun sepanjang ia berkarir di benua Eropa.  (persda network/bud)

Masih Berguru pada Owen
SEBAGAI pesepakbola asal benua Latin, kendala bahasa menjadi bagian yang tak bisa terpisahkan begitu saja. Santa Cruz pun merasakan itu. Namun beruntung, ia selalu mendapat guru yang anehnya selalu sama; Di Jerman, ia belajar dengan Owen Hargreaves untuk memahami bahasa Aria, kala di Inggris pun ia belajar kembali dengan gelandang milik Manchester United itu.
“Aku seperti berjodoh dengan Owen, tapi aku ambil sisi positifnya aja, aku bisa langsung memiliki sobat kental di negara yang sama sekali aku tak mengerti,”ujar Santa Cruz, yang mengaku masih sering saling mengunjungi di antara mereka.
Apalagi, kediaman Hargreaves di Manchester bisa disambangi dalam waktu 10 menit saja dengan bermobil dari rumah Santa Cruz. “Kami cocok berteman baik karena merasa senasib sebagai pemain muda di Muenchen beberapa tahun lalu,”beber Cicho, panggilan akrab Roque Santa Cruz tersebut.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: