useful


Theo Walcott: Gun from Newbury
September 22, 2008, 10:00 am
Filed under: news of football

SEPULUH tahun lalu nama Michael Owen begitu populer. Kala itu, Owen tampil mengejutkan meski usianya masih sangat muda. Piala Dunia 1998 menjadi penasbihannya menyeruak dominasi Alan Sheare, Chris Sutton dkk. Bocah Theo James Walcott pun masih berada di klub junior Newbury dan The Dewn School Junir Club. Namun Walcott kecil juga sudah membuat rekor sendiri. Jika Owen sukses mengemas gol di Prancis, Walcott juga mengemas 100 gol!.
Entah ada kaitannya atau tidak, yang jelas setelah 10 tahun berlalu kini Theo Walcott seolah muncul menjadi reinkarnasi Owen, yang notabene menjadi satu di antara idola Walcott remaja. Seperti  halnya Owen, kemunculan Walcott langsung menyerbu perhatian dunia. Seperti pendahulunya, pria asal Stanmore London ini sukses merengkuh pelbagai catatan rekor baru dalam persepakbolaan negeri Rau Elizabeth tersebut.
Pada 30 Mei 2006 lalu, ia menjadi pemain Inggris termuda sepanjang sejarah yang memperkuat timnas Three Lions kala menghadapi Hungaria di Old Trafford. Dalam partai yang dimenangkan tuan rumah 3-1 itu, Walcott masih berusia 17 tahun dan 75 hari.Tiga bulan kemudian, tepatnya 15 Agustus 2006, kembali pesepakbola berpostur 175 cm itu menorehkan sejarah. Ia menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah bagi timnas Inggris. Ia mencetak gol pada menit ke-3 pada partai Inggris versus Moldova yang berkesudahan 2-2 di Stadion Portman Road, Ipswich.
Kejutan belum berakhir, ia kembali mencatatkan diri sebagai pesepakbola termuda di timnas Inggris sepanjang sejarah yang mampu mencetak hattrick di partai internasional kualifikasi Piala Dunia. Trigol istimewa tersebut dibuat kala Inggris mempermak tuan rumah Kroasia, 10 September 2008 lalu. Dan sepertinya kejutan demi kejutan bakal terus dihadirkan pemain berkepala plontos ini.
“Aku bersyukur, ini sebuah karunia tentunya. Aku masih muda dan tetap harus belajar. Tiga gol tentu menambah kepercayaan diri kalau aku kini bisa bermain di level tingkat tinggi, sekaligus mengubur rasa khawatir dan kurang percaya orang lain terhadap kemampuanku bermain bersama para senior,”sebut Walcott.
Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello pun menjadi orang pertama yang merasakan kegembiraan luar biasa dengan performa mengejutkan Walcott. Pasalnya, pemanggilan pemain Arsenal tersebut terlebih dulu mendapat kecaman kalangan media dan pemerhati karena seharusnya lebih memprioritaskan Michael Owen. Namun kini perjudian tersebut membuahkan hasil positif, sekaligus makin membuat publik Inggris percaya pada kemampuan pemain yang mampu bermain di posisi sayap maupun striker tersebut.
“Aku tak pernah ragu terhadapnya, ia memiliki kemampuan lebih dibanding usianya. Kini hanya proses pembelajaran saja yang bisa membuatnya makin besar, dan suatu saat ia bakal menjadi legenda besar Inggris,”sebut Don Fabio.
Itu pula alasan yang dipakai arsitek The Gunners, Arsene Wenger. The Professor adalah orang yang menahan sekuat tenaga keberadaan Walcott di Emirates. Ia percaya, pemain yang dicomotnya dari Southampton tersebut memiliki talenta. “Hanya tinggal menunggu waktu saja, semuanya akan berfungsi secara normal. Ia pemain yang sangat komplet,”puji pelatih asal Prancis ini. Kemampuan Walcott memang terbilang komplet, skill individu mumpuni, pandai mengkreasi permainan, teknik tendangan yang nyaris sempurna, cepat berakselerasi, tak pernah menyerah membongkar pertahanan lawan, daya jelajah tinggi, kaki kanan dan kiri sama baiknya, dan paling penting adalah naluri tinggi untuk mencetak gol. “Dia cocok jadi predator,”imbuh Wenger, yang menyebut masalah mental masih menjadi hambatan pemain kelahiran 16 Maret ini.
Kini baju Three Lions sepertinya tak akan pernah jauh dari badan Theo Walcott. Namun itu tidak membuatnya sombong. “Sekali lagi aku merasa beruntung, aku bisa menjawab keraguan orang dan kini saatnya untuk terus berkonsentrasi agar aku tetap tampil di level tinggi,”tutur remaja rendah hati ini. Dan sepertinya status Record Maker, si pembuat rekor, dari Michael Owen sudah pantas beralih pada seorang remaja bernama Theo James Walcott.  (persda network/bud)

Nama: Theo James Walcott
Lahir: Stanmore London, 16 Maret 1989
Postur: 175 cm

Tahun            Klub                Tampil/gol
2004-2006            Southampton        21/4
2006-             Arsenal             45/4
2006-             Timnas Inggris        4/3

Prestasi:
-Runner up Piala FA Junior 2005 (Southampton)
-Runner up Piala Liga 2007 (Arsenal)
-BBC Young Sports Personality of the Year Award: 2006

Thank’s Harry and Burley

JUDUL di atas juga menjadi ucapan terima kasih yang dilontarkan Theo Walcott. Yup, berkat dua nama itu, ia kini menjadi punggawa timnas Inggris dan bagian penting dari klubnya, Arsenal. Tanpa dua orang pemilik nama Harry Redknapp dan George Burley, tidak akan ada nama Theo Walcott saat ini.
Dua orang tersebut adalah pelatih yang berani berspekulasi memanggil bocah yang kala itu baru berusia 15 tahun untuk masuk skuad Southampton. Jika bersama Redknapp Walcott mampu meraih runner up Piala FA Junior tahun 2005, bersama George Burley memang ia tak mendapat apa-apa. Namun pondasi karakterlah yang diterima dari satu legenda sepakbola Inggris tersebut. Meski sudah terkenal sebagai bomber mau di tingkat college, namun tetap saja sentuhan Harry dan Burley dianggap batu loncatan berharga bagi perkembangan karir Walcott.
“Harry dan Burley sangat penting dalam perkembangan karirku, mereka mampu memberiku arahan dan persiapan sebelum masuk ke akademi Arsenal. Mereka berdualah yang mendorongku untuk masuk ke Arsenal, padahal sebelumnya aku sempat ragu apakah aku bisa bersaing atau tidak di skuad penuh bintang seperti itu,”ujar pria yang suka memberi hadiah kecil nan mengejutkan untuk kekasihnya ini. Satu karakter didapat dari Harry dan Burley yang terus dikenang Walcott adalah pantang menyerah untuk mengejar bola dan berhadapan dengan musuh yang lebih tinggi. Karenanya, Walcott memiliki kelincahan dan kecepatan yang bisa mengelabui bek-bek raksasa lawan.  (persda network/bud)

Pesaing Becks

SUDAH lama nama Walcott masuk ke jajaran timnas Inggris. Namun sejak di tangan Sven Goran Eriksson tak ada yang menyangka jika suatu saat pemuda yang satu ini mampu menyingkirkan ikon timnas Three Lions, David Beckham. Dulu, nama Gareth Barry lebih dikedepankan untuk mengisi posisi Becks yang beranjak uzur.
Namun di tangan Fabio Capello, langkah berani langsung ditunjukkan pelatih asal Italia tersebut. Ia berani memainkan terlebih dulu The Walcott dibanding sang senior. Hebatnya lagi, Walcott-lah yang kini memakai nomor punggung 7, sedangkan Becks harus rela tergusur dengan memakai nomor 15 atau non permanen lainnya. Tentu ini sebuah gambaran, jika kharisma Becks bakal berganti ke sosok bocah ajaib asal desa Compton tersebut.
Tidak hanya di dalam lapangan, persaingan Becks-Walcott pun sudah mulai dipanaskan di luar rumput hijau. Gaya hidup mereka pun mulai dibandingkan. Kalangan pers Inggris yang terkenal kritis pun tak segan-segan untuk menyandingkan kebiasaan keduanya. Nah, untuk yang satu ini Walcott dinilai memiliki kepribadian yang lebih baik dibanding Becks. Indikasi kuat terlihat dari gaya hidup dan kebiasaan berpesta yang nyaris tidak pernah terlalu heboh dilakukan Walcott. Hal ini tentu berbeda dengan apa yang dilakukan Becks kala berbaju Manchester United. Nyaris setiap hari Becks dan Victoria Adams selalu menghiasi media-media di Inggris.
Pasangan Walcott-Melani Slade dianggap lebih sopan dan mampu menempatkan diri di tempat yang ‘benar’. Meski juga masuk ke media, namun pemberitaan mereka masih berada dalam proporsi normal. Nyaris tak pernah ada berita negatif yang dilakukan keduanya. “Aku tidak ingin pesta-pesta, aku hanya ingin menjadi wanita biasa, itu saja,”sebut Melanie, yang melandasi sikap rendah diri Walcott dalam kehidupan sehari-hari.  (persda network/bud)

Tipe Pria Setia
JIKA sebagian pesepakbola Premiership lebih suka berganti cewek, tidak demikian dengan Theo Walcott. Pemuda berusia 19 tahun ini terlihat lebih kalem dan mampu menahan nafsu diri. Peran sang kekasih, Melanie Slade dianggap memiliki magnet luar biasa yang membuat komposisi kepribadian Walcott begitu seimbang.
Tak heran jika pemain bernomor punggung 14 di Arsenal ini terkenal sebagai pria yang sangat setia. Meski terkadang berjauhan karena Melanie berada di Southampton, namun komunikasi keduanya berjalan lancar dan nyaris tanpa ada gosip negatif. Bahkan sisi positif lebih banyak mereka tunjukkan. Walcott pun tak segan-segan memberi kejutan istimewa pada Melanie, seperti cincin dan mobil VW sport yang penuh dengan tulisan dan aksen MW alias Melanie-Walcott.
Tidak hanya itu, sosok Walcott juga termasuk romantis. “Meski jarang bertemu, namun dia tipikal pria yang romantis, aku dan keluargaku senang dia berada di tengah kami, bukan karena kekayaannya, tapi kepribadiannya yang benar-benar menarik dan romantis, sangat nyaman kalau kita tengah berada di rumah,”sebut Melanie, yang kini tengah melanjutkan kuliah di bidang sains.  (persda network/bud)

Spesialis Tongkat Estafet

TAKDIR untuk menjadi bintang besar kini tengah dilalui The Walcott. Jika tak bertingkah macam-macam, diyakini sosok pemilik sepatu bernomor 43 ini akan menjadi bintang besar yang akan mewarisi kharisma para pendahulunya.
Tanda-tanda itu sepertinya sudah tampak, paling tidak dari sisi nomor punggung yang dikenakan baik di tingkat klub maupun timnas. Saat berada di Southampton, Harry Redknapp dan George Burley sudah menyiapkan kostum nomor 10 yang kala itu dikenakan bintang klub, Matthew Le Tessier.

Di timnas Inggris, kini nomor kaos 7 sepertinya sudah sah menjadi milik Walcott. Pun di Arsenal, pemain yang bisa berposisi di sayap dan striker ini sudah mengenakan nomor 14. Mau tahu siapa pemilik sebelumnya?jelas itu nomor sang legenda Arsenal, Thierry Henry. “Ia pantas mengenakan itu, karena kami semua berharap ia mampu bermain seperti para pendahulunya,”sebut Wenger, saat memberi alasan pemberian kostum bernomor keramat tersebut.  Kini sepertinya retasan jalan itu sudah terbuka lebar. Tak heran jika dalam rentang 5 tahun ke depan, nomor punggung 7 timnas Inggris dan nomor 14 kostum The Gunners bakal lebih sering menghiasi pemberitaan media.  (persda network/bud)

Penggemar Liverpool
MENJADI bagian dari skuad Arsenal, tidak lantas membuat kecintaan Theo Walcott terhadap klub favoritnya, Liverpool menjadi runtuh. Ia mengaku masih terus mendukung The Reds. Tidak takut disebut pengkhianat?”Sepertinya tak ada hubungan, aku pemain profesional dan setiap pemain pasti tahu tugasnya masing- masing,”sebut Walcott.
Pemuda yang satu ini memang menjadi fans berat Liverpool karena sang ayah adalah seorang Liverpuldian. Tak heran jika Walcott pun mengidolakan sosok seperti Robbie Fowler, Steve McManaman, Jason McAteer dan bintang yang saat ini digantikannya dalam hal menorehkan sejarah persepakbolaan Inggris, Michael Owen. “Saat Liverpool menjuarai Liga Champions tiga tahun lalu, aku pun ikut bersorak kegirangan,”imbuh Walcott.  Satu lagi, ia pernah menjadi anak gawang kala laga Liverpool versus Chelsea dan kesempatan itu digunakan Walcott untuk meminta tanda tangan pada Robbie Fowler dan Michael Owen!. (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: