useful


Prinsip 2: Menjadi Milyarder yang mencerahkan adalah menggunakan faktor kali.
October 12, 2008, 3:54 am
Filed under: news of business, news of family&lifestyle

Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek multiplier.
Entah itu yayasan, entah itu orang, entah itu perusahaan, entah itu negara, entah itu teknologi,
entah itu mass media yang sekali kita sentuh, akan membuat nilai tambah kita mendadak membuat
efek Multiplier kepada banyak orang sekaligus seketika.
Contoh orang yang kaya, Ia mempunyai nilai tambah dan Ia menggunakan faktor kali.
Orang biasa mempunyai nilai tambah, tapi ia lupa faktor kali.
Contohnya ad a orang yang mempunyai bengkel, Ia membuat bengkelnya sedemikian bagusnya:
servisnya bagus, cepat, bersih, dan murah. Itu adalah nilai tambah yang luar biasa,
akibatnya bengkelnya ramai.
Tapi ia lupa faktor kali, ketika begitu banyak pelanggan datang,
ia tidak bisa tangani dengan baik karena ia mempunyai kapasitas tertentu.
Bisakah ia kaya? Ya, La bisa kaya. Kaya sekali? Tidak.
Orang-orang yang kaya sekali menggunakan nilai tambah dan faktor kali.
Misalnya bengkel tadi, ia menggunakan karyawan tambahan, ia memperluas bengkelnya,
ia menggunakan teknologi sehingga ia bisa melayani dengan sangat-¬sangat lebih cepat dan
lebih baik lagi, kemudian ia juga membuka cabang, kemudian ia menjual franchise, itu adalah faktor kali.
Dan faktor kali berikutnya ketika franchise-nya jaya dan omzetnya begitu besarnya,
kemudian ia Go Public, sehingga banyak orang mendapatkan keuntungan / nilai tambah dan saham perusahaannya.
Itulah faktor kali akibatnya ia menjadi sangat kaya, lebih kaya dibandingkan dengan satu orang
yang mempunyai bengkel satu.
Namun harus hati-hati, orang yang celaka di dalam hidup, mereka tidak mempunyai nilai tambah dan
mereka tidak mempunyai faktor kali. misalnya mereka bekerja sehari-hari dan terus bekerja dengan biasa saja,
yang fungsi mereka bisa digantikan dengan orang lain, otomatis Ia tidak mempunyai nilai tambah,
karena bisa digantikan oleh orang lain.
Kalau ia tidak bisa digantikan oleh orang lain dalam pekerjaannya, otomatis sebetulnya ia sudah
mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding orang lain.
Ketika ia bisa digantikan dengan mudah oleh siapapun dalam pekerjaannya, misalnya seperti
orang bukakan pintu dan dia hanya bukakan pintu saja, pekerjaan ini bisa digantikan oleh
siapapun yang masih hidup dan normal.
Jadi ia tidak mempunyai nilai tambah, dan kemudian ia tidak punya faktor kali,
karena ia hanya melayani satu orang, atau satu perusahaan saja, akibatnya ia hidupnya akan biasa-biasa saja.
Lalu, orang yang pembawa bencana adalah orang yang lupa nilai tambah dan ia sibuk mengkalikan.
Seperti orang yang membeli satu perusahaan dan kemudian ia merekayasa keuangan perusahaan itu,
kemudian sahamnya digoreng naik dan dijual kepada banyak orang,
seolah-olah orang lain mempunyai nilai tambah dan mendapatkan nilai tambah dan perusahaan tadi.
Tetapi ternyata dalam beberapa saat perusahaannya jadi hancur, bahkan jadi kosong/ nol karena
ia jual lagi sahamnya dan Ia dapat uang yang banyak. Betul ia bisa kaya dengan cara seperti itu,
tapi orang ini adalah pembawa bencana, dan ia bukan Milyarder yang mencerahkan.
Sekali lagi saya tekankan di sini, Orang—orang yang sangat kaya mempunyai Nilai Tambah,
dan ia Kalikan sedemikian sehingga orang banyak bisa merasakan Nilai Tambah tersebut.
Demikian Prinsip 2 Milyarder Yang Mencerahkan: Menggunakan
Faktor Kali. Jadilah Milyarder Yang Mencerahkan!


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: