useful


Elena Dementieva: Toko Jins dan Memori Jahitan Ibu
October 22, 2008, 4:00 pm
Filed under: news of sport style

TIDAK banyak petenis putri papan atas dunia yang memiliki kesibukan lain di luar tenis dan model. Satu di antara yang berbeda itu adalah Elena Dementieva. Petenis berkebangsaan Rusia ini ternyata tengah sibuk mengurus kegiatan barunya di luar apangan, yakni membuka toko celana jins dalam pelbagai model. Dua kota, Monte Carlo dan Moskow menjadi sasaran pertama petenis berusia 27 tahun ini.
Seperti dirilis WTA, Selasa (21/10), peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini menyempatkan waktunya untuk memberi arahan dan mendesain penuh toko yang menjual pelbagia merk jin dan mode seperti legging, panjang dan turunannya.
“Aku sangat senang dengan celana jins, sejak aku berusia belasan tahun, praktis hanya rok tenis dan jins yang selalu menjadi incaranku, dan kini obsesiku sudah mulai terlaksana, memiliki toko celana jins dengan pelbagai koleksi, paling tidak aku tak perlu belanja di tempat lain, cukup order di toko sendiri,”ujar Lena, sapaan petenis yang kini menetap di Monte Carlo ini.
Demi memenuhi obsesi membuka toko celana jins itu, Lena rela merogoh koceknya sampai lebih dari Rp1,5 miliar untuk berinvestasi. “Aku tidak ingin tanggung-tanggung dan semuanya didukung keluarga, jadi aku tinggal mengatur desain ruangan dan tata letak, selebihnya aku berikan pada keluargaku untuk mengatur penjualan, kalau mode dan besaran order saat ini masih aku pegang, karena aku tidak ingin usahaku ini hanya berumur pendek,”sebut Lena.
Lena pun mendedikasikan toko jins dan bisnis lainnya nanti yang akan menyusul untuk sang bunda, Vera Dementieva. Baginya, sosok sang ibu benar-benar sangat berarti dalam menunjang karirnya di tenis dunia. Bayangkan, ia masih ingat saat pertama kali ingin berlomba, sang ibu harus membuat rok tenis untuk Lena dengan tangan  sendiri alias menjahit. Pasalnya, saat itu keuangan keluarga memang tdak memungkinan untuk membeli rok representatif.
“Saat bertanding aku selalu was-was jangna sampai rok yang kupakai rusak atau robek karena praktis tak ada penggantinya, sejak saat itu aku selalu mengingat ibu dalam setiap waktu, ternyata ia sangat pandai menjahit,”ungkap Lena.
Semangat dari sang ibu pulalah yang membuatnya menyala-nyala dan mampu mengantar Lena ke posisi seperti sekarang yang berlimpah uang, menjadi ikon tenis dunia dan menjadi model blonde penerus Anna Kournikova.
Soal kecantikan ia punya pandangan sendiri,”Seberapa pun cantiknya kamu, kalau tak menang di lapangan orang tak akan melirikmu.”ucapnya, berusaha berfilosofi.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: