useful


Morgan Pressel: Kampanye Anti Kanker Payudara
October 22, 2008, 3:56 pm
Filed under: news of sport style

BAGAIMANA rasanya jika Anda ditinggal pergi sang ibunda tercinta saat usia Anda baru menyentuh angka 15 tahun?tanyakan itu pada sosok Morgan Pressel. Sebelum menjadi pegolf papan atas dunia, kesedihan dan kemurungan selalu menjadi bagian dari hidup Pressel muda.
Ia pun seolah ‘mengutuk’ apa yang terjadi pada sang ibu. Bagaimana tidak, saat dia membutuhkan kasih sayang seorang ibu, orang yang paling disayang itu malah pergi karena mengidap penyakit kanker payudara. Tak ayal, sumpah serapah pun menjadi bagian dari keseharian Pressel muda.
“Saban hari yang ada dalam pikiranku adalah rasa ketidakadilan Tuhan padaku, di saat remaja lain bisa bepergian dengan ibu dan bermanja ria, aku hanya bisa melihat dan membayangkan saat itu aku berada dalam dekapan ibuku,”sebut Pressel.
Beruntung ia tak terus-terusan berada dalam kungkungan kesedihan. Cewek berusia 20 tahun ini pun mampu bangkit dan merealisasikan keinginan sang ibu, menjadi pegolf papan atas dunia.
Setelah sukses menjadi the rising star golf dunia, ia tak lupa pada penyakit yang menyerang sang ibu. Tak heran kini ia pun total untuk memerangi kanker payudara. “Penyakit itu benar-benar bisa merusak kebahagiaan seorang wanita, karena itu aku rela untuk  menyediakan waktu dan dana guna kampanye anti kanker payudara,”tutur cewek manis berambut panjang pirang ini.
Pegolf yang baru saja masuk dalam daftar elit LPGA Tour ini pun tidak tanggung- tanggung dalam memberi dukungan pada kampanye kanker payudara ini. Donasi yang ia berikan pun cukup besar. Baru-baru ini ia menyerahkan dana lebih dari 103 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,02 miliar untuk RS Boca Raton Community. Tidak hanya itu, ia juga membiayai riset tentang kanker payudara sebesar 450 ribu dolar AS atau sekitar Rp4,4 miliar yang disalurkan via Christine E. Lynn Cancer Institute.
Seperti dirilis NY Times, Selasa (21/10), Pressel benar-benar ingin memberi sumbangsih pada kemunculan obat bagi penyembuhan kanker payudara. “Ingat, aku pun bisa juga terkena serangan itu, kini saatnya bagi para wanita di dunia untuk benar-benar mengerti tentang perawatan organ berharga tersebut,”imbau Pressel.
Di level LPGA Tour sendiri, sudah ada beberapa korban akibat kanker payudara ini. Pegolf Heather Farr yang bergabung dalam LPGA Tour pada 1985, harus meninggal akibat penyakit mematikan tersebut di 20 November 1993. Selain itu ada juga nama terkenal pegolf Kathy Ahern dan Suzanne Jackson.
Pressel pun mengaku kalau dirinya kini setiap pagi berusaha menggerakkan dan memberi treatment pada payudara. Tidak hanya agar tetap kencang, namun paling penting adalah memberi rasa sehat. “Aku tidak ingin kejadian ibuku terjadi juga pada diriku, kini saatnya aku untuk benar-benar fokus pada kesehatan meski aku sibuk di golf, perawatan payudara sudah menjadi bagian dalam hidupku,”tegas Pressel, yang baru saja menjuarai Kapalua LPGA Classic.  (persda network/bud)


Pencetak Rekor

NAMA Morgan Pressel akhir-akhir serasa terbang ke angkasa. Tidak hanya kepeduliannya dalam masalah kesehatan wanita, pegolf kelahiran 23 Mei ini juga masuk dalam daftar the rising star golf dunia.
Bagaimana tidak, pertama kali masuk dalam level bergengsi LPGA Tour, ia langsung membuat kejutan dengan memenangi Kraft Nabisco Championship di tahun 2007 alias umurnya baru menginjak 19 tahun! Ia pun tercatat sebagai pegolf wanita termuda yang menjadi juara turnamen kelas Major di LPGA Tour. Kini ia pun mampu merangsek ke urutan empat besar peringkat pegolf putri dunia.
“Aku tak pernah membayangkan ini semua, datang begitu cepat. Malah ini membuat aku harus waspada, karena aku harus benar-benar fokus. Aku cepat naik, tapi aku juga tak ingin cepat turun, konsistensilah yang harus aku tunjukkan,”tegas Pressel.
Kini selain berlatih rutin pukulan andalan di drive range dan fairway, Pressel mengaku rajin bermain game golf di PlayStation. Selain senang, ia pun ingin memelajari karakter hole di tiap lapangan golf terkenal di dunia. “Main game membuatku paling tidak bisa membayangkan tekstur apa yang harus kuhadapi nanti, dan selama ini strategi itu terbukti efektif,”ujarnya.  (persda network/bud)

Selalu Ditemani Kakek-Nenek
SEMENJAK ditinggal sang ibu di usia 15 tahun, obsesinya untuk menjadi pegolf dunia menjadi sangat besar. Beruntung Pressel memiliki keluarga yang sangat peduli dengan karirnya. Sang kakek dan nenek, Evelyn dan Herb Krickstein menjadi orang yang paling berjasa. Merekalah yang mengenalkan dan membimbing intensif sang cucu tercinta tersebut. Hasilnya tidak sia-sia, karena Morgan Pressel sukses menjadi pegolf papan atas dunia di usia yang baru menginjak 20 tahun.
Meski terkenal dan bergelimang harta, namun tetap saja Pressel adalah sosok remaja yang haus kasih sayang. Ini dibuktikan dengan setiap kali tampil, Pressel selalu ingin ditemani kakek dan neneknya.
“Rasanya sangat nyaman kala bertanding ada pandangan dan teriakan kakek-nenek, itu seperti sumber energi baru menggantikan kedua orangtuaku, aku begitu menghormati mereka, karena merekpun mencintai aku apa adanya,”sebut Pressel.
Sikap manja lain yang ditunjukkan cewek berpostur 165 cm ini adalah selalu tidur bersama jika tengah menghadapi tour panjang dalam sebuah turnamen. “Dia memang tak bisa tidur kalau tak mendengar dulu ‘ocehan’ kami di dalam kamar, ia selalu meminta kami untuk bersamanya, meski di atas tempat tidur sekalipun,”sebut Evelyn, yang pukulan swing-nya dicontek habis oleh Pressel.  (persda network/bud)

Keluarga Golf
MENJADI pegolf seperti sudah menjadi takdir bagi Morgan Pressel. Bagaimana tidak, selain almarhumah sang ibu, kakek dan nenek, dua saudaranya ternyata juga menggeluti bidang yang sama, menjadi pegolf profesional. Tak heran jika aroma golf sudah terasa di dalam keluarga Pressel.
Adik perempuan Pressel, Madison Pressel dan adik laki-laki bernama Michell Pressel, sudah terjun ke kancah golf junior internasional. Meski masih di level junior, namun keduanya diprediksi bakal menyusul sang kakak menggaungkan keluarga Pressel di level dunia.
“Senang bisa melihat adik-adikku berjuang demi meraih prestasi, beruntung kami memiliki kakek dan nenek, mereka bersama kedua adikku benar-benar menjadi keluarga kami tiada hari tanpa berkompetisi golf,”ucap Pressel, yang tengah bersiap di seri LPGA Tour berikutnya, yakni turnamen Grand China Air.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: