useful


John Terry: Penjaga Serba Guna
October 30, 2008, 9:12 am
Filed under: news of football

REVOLUSI permainan di Liga Inggris dalam kurun satu setemngah dekade membuat perubahan signifikan terhadap tipikal permainan konvensional par apemain di Premier League, terutama di sektor tengah dan belakang. Tak heran jika kini seringkali terlihat ‘kebringasan’ pemain lain di luar striker yang turut serta memberi tekanan pada barisan pertahanan lawan.
Istilah kerennya, when the the striker lose their instinct, i will be a breaker. Itulah kalimat yang seringkali diucapkan para personel di barisan pertahanan jika rekan- rekan mereka di lini depan tak mampu juga menjebol jala lawan.
Evolusi pun bergerak di setiap lini para pemain yang berkancah di Liga Inggris. Kini mereka sudah tak lagi terpaku pada satu posisi saja, namun sangat fleksibel jika mendapat kesempatan. Nah, revolusi dan evolusi tersebut juga mengarah pada sektor bek.
Kini, bek-bek modern terus bermunculan. Dari sekian banyak para penjaga, nama John Terry tentu tak bisa lepas begitu saja. Usia muda namun penuh pengalaman, bertenaga, visi bermain bagus, pandai membaca pergerakan lawan, menyusun skema permainan dari belakang, kemampuan duel one on one yang tangguh dan selalu menjaga kedalaman permainan. Fisik yang kekar, membuat pemilik nama lengkap John George Terry ini tak mudah untuk ditebas lawan.
Satu lagi, sesuai tipikal bek-bek modern, meski berposisi sebagai bek sentral, kemampuannya untuk merangsek ke depan jala gawang lawan menjadi perhitungan tersendiri. Hasil nyata sudah sering menjadi bukti betapa efektif dan berbahayanya pemain yang baru berusia 27 tahun ini.
Bukan hanya heading yang menjadi andalan pemain bek sentral, namun tembakan yang dilesakkan di daerah 16 meter juga seringkali membahayakan jala lawan. Efektifitas dan ketajamannya dalam memanfaatkan bola-bola lambung memang menjadi ciri khas pemain berambut ala tentara ini. Hasil aktual pun tersaji kala ia menjadi penentu kemenangan Chelsea atas tamunya, AS Roma di matchday 3 Liga Champions, tengah minggu lalu. Gol tunggal via tandukan kepala, menjadi bukti jika Terry tak hanya sekedar seorang penjaga yang galak, namun bisa juga berperan sebagai pemecah kebuntuan kala barisan penyerang dan tengah kesulitan mencetak gol.
“Bukan bermaksud sombong, tapi di Chelsea ada banyak bek-bek modern yang sebenarnya merasa geram jika sampai menit ke-75 kami tak jua membobol gawang lawan. Tengok Ashley Cole, Beletti, Wayne Bridge atau bahkan Michael Essien yang sebenarnya hanya bertugas mengatur kedalaman pertahanan, tapi harus selalu merangsek, inilah efek perubahan permainan sepakbola modern,”sebut Terry.
Meski terkadang naik menyerang, namun tetap saja tugas utamanya sebagai tembok terakhir The Blues dan timnas Inggris, masih menjadi prioritas. Ia hanya benar-benar maju jika deadlock terjadi di lini depan. Mengenai pengaruh sepakbola modern, pria asli London ini setuju kalau saat ini sebenarnya seluruh pemain memiliki naluri mencetak gol tinggi. “Aku tercipta menjadi pesepakbola di rentang peralihan, tapi kini aku sudah mantap untuk mengedepankan sepakbola modern yang tidak sekedar melempar bola ke depan,”ucap Terry.
Mengenai kebiasaan pemain bernomor punggung 26 ini merangsek ke barisan depan, pelatih Luis Felipe Scolari mengaku memang memberi kebebasan pada sang kapten untuk sesekali berada di daerah pertahanan lawan. “Aku percaya kemampuan dan visi bermainnya, ia akan tahu kapan akan naik membantu penyerangan, dan selama ini aku enjoy-enjoy saja, dia pemain yang komplet, Inggris beruntung memiliki pria sepertinya,”tegas Big Phil.
Pujian serupa dilontarkan partner di tembok terakhir Chelsea, Petr Cech. Ia menyebut, kehadiran Terry memberikan rasa nyaman. Kemampuan dalam duel satu lawan satu, teriakan waspada dan dalam mengatur pergerakan kawan sendiri, membuat Cech yakin dirinya tinggal mengantisipasi tendangan semata.
“Dia sangat tangguh, nyaris tak pernah kalah dalam duel one on one, pekerja keras dan tidak malu-malu untuk menerjang lawan, dia tak sekedar penjaga, tapi juga pencabut nyawa,”sebut Cech.
Satu lagi kehebatan pria berpostur 186 cm ini adalah kesigapan dan kesiapannya untuk berduet dengan siapapun, baik dengan Ricardo Carvalho maupun Paulo Ferreira di Chelsea, dan atau Rio Ferdinand di timnas Inggris. “Chemistry kami cepat terbangun, dan itu semua karena dia, pengalaman dan instingnya benar-benar membantu performa kami,”ujar Ferdinand.
Mau tahu komentar para striker?simak ucapan Wayne Rooney. “Meski aku bisa membobol gawang Chelsea, tapi itu kulakukan tanpa harus berhadapan langsung dengan Terry, lebih baik aku bermain menyingkir darinya sebelum melesat ke depan,”ujar striker timnas ini.
Kini ujian sesungguhnya seorang Terry adalah konsistensi permainan, apalagi dirinya sering terkena cedera. “Musuh utamaku memang cedera, kadang itu lebih hebat dari serangan striker terhebat di dunia sekalipun,”tegas pemilik caps 47 bersama The Three Lions ini. (persda network/bud)

Nama: John George Terry
Lahir: London, 7 Desember 1980
Postur: 186 cm/76 kg
Karir:
Tahun Klub Tampil/gol
1998- Chelsea 245/16
2000 Nottingham Forest (dipinjamkan) 6/0
2000-2002 Inggris U-21 9/1
2003- Timnas Inggris 47/4

Gol di Timnas Inggris

Gol ke- Tanggal Lawan
1 30 Mei 2006 Hungaria
2 16 Agustus 2006 Yunani
3 1 Juni 2007 Brasil
4 28 Mei 2008 AS

Prestasi dan penghargaan:
Bersama Chelsea

-Juara Liga Premier Inggris (2004/2005, 2005/2006)
-Juara Piala FA (2000, 2007)
-Juara Piala Liga (2005, 2007)
-Juara FA Community Shield (2005)

Individu:
-Pemain Terbaik Inggris versi PFA (2004/2005)
-Bek Terbaik Liga Champions 2005
-FIFPro World XI Team (2005, 2006, 2007)
-Bek Terbaik dalam UEFA Club Football Awards (2005, 2008)


Suami Takut Istri

KEJADIANNYA sesaat setelah Chelsea mampu melenggang ke babak final Liga Champions musim lalu. Usai menundukkan Liverpool dengan susah payah, skuad The Blues mengadakan pesta semalam suntuk di sebuah karaoke di pusat kota London. Namun kenikmatan John Terry tidak berlangsung lama.
Pasalnya, sang istri Toni Poole menelpon dan menjemput langsung di tempat karaoke tersebut. Seperti kerbau yang dicongonk hidungnya, Terry pun manut saja kala diajak pulang.
Itulah satu bukti betapa segarang-garangnya Terry di atas lapangan hijau, ia tetap lebih memilih keluarga sebagai bagian utama hidupnya. Bersama mantan model Toni Poole, pria asli didikan Chelsea ini memiliki anak ‘kembar’, sang cowok bernama Georgia John dan sang putri diberi nama tak kalah cantik, Summer Rose. Hebatnya, 12 hari kemudian, atau 30 Mei 2006, ia langsung mencetak gol debutnya bersama timnas Inggris kala melawan Hungaria. Ia pun mendedikasikan gol tersebut untuk sang bayi kembar mereka.
“Kala aku lelah, kemudian pulang dan mendengar sapaan ‘papa’, rasanya tenaga ini pulih dan tak sabar untuk segera membopong mereka,”ucap Terry. Ia pun merasa beruntung memiliki istri yang sangat pengertian.
“Dia sangat sabar, terutama saat aku terkena cedera, nyaris 24 jam ia selalu bersamaku,”ucapnya, tentang wanita yang ia nikahi di Blenheim Palace, 15 Juni 2007 lalu.
Terry pun berjanji, usai karirnya di sepakbola, ia akan memberi waktu bersama keluarga minimal 3 tahun, sebelum kembali ke dunia yang membesarkannya, sebagai pelatih. (persda network/bud)


Penuh Megakontrak

SEBAGAI pemain sepakbola papan atas dunia, nama John Terry jelas sangat menjual. Tak heran jika Sir John ini memiliki banyak kontrak di luar komitmennya dengan Chelsea. Kabarnya, ia pun masuk dalam daftar papan atas pesepakbola dengan megakontrak dari sponsor.
Musim ini saja, Terry dikontrak beberapa brand dunia seperti Umbro, Samsung, Nationwide dan situs judi asal Swedia, Svenska Spel. Selain itu ada juga produsen Pro Evolution Soccer. Dari ini saja, pemain yang suka juga dengan squash ini mampu meraup tak kurang dari 16 juta pound atau lebih dari Rp256 miliar!.
Tak heran jika ia dalam soal kekayaan ia hanya kalah dari Michael Owen (Rp656 miliar), Wayne Rooney (Rp560 miliar), Rio Ferdinand (Rp448 miliar), Frank Lampard (Rp304 miliar) dan Steven Gerrard (Rp304 miliar). Bahkan ia lebih tinggi dari Cristiano Ronaldo yang ‘hanya’ memeroleh 15 juta pound atau sekitar Rp240 miliar. (persda network/bud)


Mobil Mewah dan Judi

MESKI mengaku saat ini lebih mementingkan keluarga dan memerhatikan sang istri, namun tetap saja gaya hidup John Terry pernah menjadi sorotan. Gelimangan harta membuatnya juga memiliki pemikiran tersendiri tentang gaya hidup mewah. Satu di antaranya adalah koleksi mobil mewah. Tercatat ada dua mobil kesukaan kapten Chelsea dan timnas Inggris itu, yakni BMW X5. seharga 55 ribu dolar AS atau sekitar Rp550 miliar dan Bentley Continental senilai 180 ribu atau setara Rp1,8 miliar.
Sayangnya, ia pernah nyaris terlibat dalam kecanduan judi. Beruntung, ia mampu sadar lebih dini. Padahal, ia pernah kalah sampai 500 ribu pound atau lebih dari Rp900 juta dalam sekali taruhan pacuan kuda. “Aku memang suka judi, tapi kini aku berpikir dua kali untuk itu, selain aku harus semakin dewasa, keluarga tetap menjadi prioritasku,”ujar Terry, yang juga sempat digosipkan selingkuh dengan seorang model anyar Inggris. (persda network/bud)


Ingin Liga Champions dan Piala Dunia

SEORANG legenda rasanya belum lengkap tanpa gelar bergengsi. Itulah yang kini menjadi fokus perhatian John Terry. Rekan seangkatan Bobby Zamora dan Ledley King ini memang tengah memburu dua gelar bergengsi Liga Champions dan Piala Dunia. Meski dalam pikirannya tetap ingin menjuarai Piala Eropa, namun Terry hanya ‘perlu’ merengkuh dua gelar utama itu dulu.
Pasalnya, sederet gelar pribadi sudah mengisi kepalanya. Tak heran jika dalam empat tahun ke depan, ia sudah terobsesi untuk meraih dua gelar itu. “Liga Champions dan Piala Dunia adalah cita-citaku, jika sampai usiaku menginjak 34 tahun belum bisa juga, berarti aku setengah gagal sebagai pesepakbola,”cetus Terry.
Musim lalu ia nyaris mendapat impian pertama, sayang langkahnya harus terhenti di babak final kala dilindas Manchester United. Ironisnya, ia menjadi satu di antara algojo penalti yang gagal membobol jala Edwin van der Sar.
Sementara peluang di Piala Dunia pun kini terbuka lebar. Berbekal arsitek Fabio Capello, Terry yakin kalau The Three Lions bakal meraih gelar juara di Afsel 2010. “Kalau harus menunggu sampai 2014, tentu aku mungkin sudah terlalu uzur, karenanya 2010 adalah momen paling tepat,”harap pengoleksi 4 gol bersama timnas ini. (persda network/bud)

Aslinya Gelandang dan Kiper

JOHN Terry memang seperti ditakdirkan menjadi pemain bertahan. Meski kini menjadi bek sentra, namun sejatinya ia pernah lebih dulu menjajal posisi lain yang tak jauh dari memertahankan gawang dari kebobolan.
Yup, saat berusia 14 tahun, Terry muda pernah beroperasi menjadi pemain gelandang dan juga kiper!. Tak heran jika kemampuannya dalam menjelajah masih terinspirasi dari kebiasaannya kala muda dulu. Bahkan sesekali ia mampu menyisir barisan pertahanan lawan dengan gocekan.
Namun, yang paling istimewa tentu kala ‘terpaksa’ ia menjadi kiper. Kejadiannya musim lalu kala tragedi menimpa Chelsea versus Reading. Saat itu, Petr Cech dan Carlo Cudicini mengalami cedera dalam waktu nyaris berhimpitan, tak heran jika saat itu tak ada lagi opsi pergantian pemain.
Siapa yang memakai sarung kiper?dengan langkah mantap, John Terry pun berganti posisi menjadi kiper. Beruntung Terry masih sigap dalam mengkoordinasikan lini pertahanan dan melakukan satu tangkapan. (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: