useful


Kerry Katona: Promo Buku Hidup WAGs
October 30, 2008, 9:29 am
Filed under: news of sport style

GERAKANNYA kala beraksi di atas panggung terkenal sangat energik, nyaris tak pernah diam. Kebiasaaannya melahap senam dan pelbagai treatment di gym, membuat Kerry Katona begitu dinamis saat masih berbaju grup Atomic Kitten.
Kini setelah dirinya ‘penisun’ dari grup musik yang dulu beranggotakan Liz McClarnon, Natasha Hamilton dan Jenny Frost.
Kini meski sesekali masih tampil di layar reality show masih dengan gaya yang menonjolkan keseksian tubuh, Kerry Katona ternyata tak lupa tentang kehidupan olahraga. Pergaulannya dengan bpara bintang sepakbola dan kriket di Inggris membuat wawasannya begitu luas. Tidak hanya dengan si pria, Katona pun juga dekat dengan para kekasih dan istri pesepakbola itu (WAGs).
Pikiran kreatifnya pun lantas muncul. Ia pun membeberkan pengalaman pribadinya tatkala bergaul bersama para WAGs tersebut ke dalam dua buah novel sekaligus. Novel pertama diluncurkan pada 18 Oktober 2007 bertajuk Tough Love. Hebatnya, novel yang menceritakan tentang sisi kehidupan dari level fashion dan kisah cinta ini cukup laku keras. Tak kurang dari 200 ribu novel terjual.
Mengikuti sukses tersebut, cewek yang juga penggemar olahraga basket ini menelorkan novel baru yang merupakan kelanjutan dari novel pertama. Khusus novel kedua ini, cewek berusia 28 tahun ini langsung fokus pada kemasan kehidupan para istri dan kekasih pesepakbola, mulai dari sisi kepribadian, glamoritas nyata dan dibuat-buat sampai kehidupan serta pengalaman seks mereka!. Novel berjudul The Footballer’s Wife ini resmi diluncurkan pada 3 April 2008 dan mendapat respon luar biasa. Tak sampai sebulan sejak peluncuran, 100 ribu novel telah terjual.
Meski telah sukses dengan penjualan mencapai angka 250 ribu novel di daratan Britania Raya, namun itu tidak membuat Katona merasa puas. Ibu satu anak ini mengaku ingin terus mempromosikan novel terbarunya tersebut. “Kehidupan olahraga memang sangat menarik, tapi lebih menggigit lagi apa yang mereka kerjakan di luar itu, itu terutama bagi para istri pesepakbola Inggris yang memang penuh glamoritas, meski kadang mereka harus merelakan kehidupan mereka sesungguhnya dirampok, karena biasanya mereka hanya untuk gengsi, sedangkan kemampuan mereka tak seperti itu, itulah kenapa banyak mantan WAGs yang stress setelah ditinggal pergi,”ungkap Katona, dirilis entertianment.oneindia.in, Rabu (23/10).
Mantan istri Brian McFadden ini memang dengan lugas menceritakan gaya hidup malam dan seksualitas WAGs yang justru sangat jauh dari kesan kesehatan, sangat kontras dengan pasangan mereka. Meski menggunakan nama lain dalam novel, namun tetap saja ide cerita tak jauh dari WAGs pesepakbola papan atas Inggris.
“Mereka memang sumber inspirasi, tapi tetap saja aku juga melihat WAGs ‘kere’ yang paling hanya bisa kumpul di cafe, atau bahkan harus bekerja keras membantu pasangannya yang memiliki karir tak begitu cemerlang, bahkan kadang mereka hanya sebagai pelayan toko,”tutur Katona.
Dalam novel tersebut, Katona secara tersirat berpesan pada para wanita-wanita itu untuk tidak terlalu terbang terlalu tinggi, karena justru nantinya bisa berbahaya. “Cantik dan seksi itu tidak bertahan lama, tapi kekayaan para pria-pria itu bisa bertahan lama, karena itulah WAGs itu jangan terlalu sombong,”sebut Katona. (persda network).


Bikin Pusat Selancar

MESKI tidak pernah menjadi atlet, namun jiwa olahraga Karry Katona membuatnya berambisi untuk terus fokus pada bisnis yang berhubungan dengan olahraga. Nah, satu di antaranya adalah membuat resort yang dikombinasikan dengan pusat selancar di pantai Karibia.
Menurut The Sun, Katona sudah mulai merencanakan hal tersebut tahun lalu. “Aku memang menyukai olahraga, nyaris setiap hari aku harus melakukan sit up dan push up, termasuk akhirnya aku harus memiliki beberapa pusat kebugaran dan sarana olahraga yang khusus, dan pusat selancar ini bisa menjadi kreasi pertamaku,”ujar Katona.
Meski tengah menghadapi masalah keuangan, namun Katona yakin jika bisnis selancar dan resort bisa memberi keuntungan dalam jangka waktu cepat. “Aku tidak peduli dengan pendapat orang, paling tidak aku sudah berusaha untuk menanamkan pikiranku di olahraga, bukan hanya sekedar dunia diskotek,”imbuhnya.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: