useful


Wawancara Raul Gonzales
October 30, 2008, 9:42 am
Filed under: news of football

JULUKAN baginya sangat istimewa, Pangeran Bernabeu. Simbolistik yang makin mengukuhkan kalau dirinya adalah sosok penting bagi ‘tahta’ Real Madrid di La Liga maupun kompetisi Eropa. Selama 14 tahun karirnya di Los Blancos, ia sukses tidak hanya menjadi pangeran, tapi sudah berjuluk King of Madrid. Enam gelar La Liga, tiga kampiun Liga Champions, masing-masing satu jawara Super Cup Eropa dan Piala Continental, dua gelar Copa del Rey dan tiga Piala Super Spanyol, makin menasbihkan posisinya sebagai superbintang Madrid. Satu lagi, ialah goleador paling subur di Los Galacticos dengan 296 gol dalam 489 partai. Catatan ini makin mengukuhkan dirinya sebagai legenda hidup Real Madrid. Dialah Raul Gonzales Blanco. Berikut ‘peringatan’ 14 tahun karirnya di Bernabeu, dirangkum dari hasil wawancara dengan Real Madrid TV.

Perubahan apa yang paling mencolok selama 14 tahun karir Anda?
SEMUANYA sudah berubah sedikit demi sedikit, semacam evolusi. Ada empat hal yang berubah, yakni tradisi, semangat, orientasi dan gairah pemain. Jika dulu kami terkesan masih malu-malu, kini semuanya sudah berubah. Sesuatu yang kuharap membuat para fans makin dekat dengan kami. Lima belas tahun lalu, paling hanya 2 atau 3 tim yang saling bersaing ketat, tapi sekarang ada 8-10 tim yang memiliki kesempatan sama. Beruntung kami sudah punya tradisi dan semangat, itulah yang menjadi faktor penting bermain sepakbola.

Bagaimana Anda bisa menjadi kapten Madrid?
SEMUANYA berasal dari pembelajaran, secara bertahap tentu. Anda bisa menjadi kapten di klub sebesar Madrid setelah bertahun-tahun di sini, tak bisa 2-3 tahun saja. Aku memiliki banyak guru hebat di sini. Saat aku merasakan debutku di usia 17 tahun, aku langsung melihat Manolo Sanchis, Fernando Hierro dan veteran lain, sebab mereka memiliki pengalaman dengan klub dan timnas.

Siapa saja aktor di balik kesuksesan Anda di Madrid?
Aku berterima kasih pada Jorge Valdano yang menginstall kepercayaan diriku dan menunjukkan padaku bagaimana menjadi sosok pesepakbola tanggung. Selain itu nama Fabio Capello, yang memberi banyak pelajaran berharga kala ia datang di tahun 1996. Ia banyak memberiku taktik dan bagaimana fokus bermain.

Lalu siapa guru Anda sekarang?
Guruku sekarang hanya bekerja keras dan menikmati pekerjaan ini. Itu saja.

Bagaimana Real Madrid ke depannya?
SEKARANG kami memiliki lima pemain Belanda, banyk anak muda Spanyol seperti Ruben De la Red dan Javi Garcia, dan pasukan muda lain di semua lini seperti Pepe, Higuain dan Gago. Semuanya menjadi pondasi dan siap untuk menerima tongkat estafet dariku, Cannavaro, Nistelrooy dan Heinze.

Paul Scholes, John Terry, Del Piero, Maldini, Hierro. Apa yang ada dalam benak Anda kala mendengar nama-nama tadi?
MEREKA sangat hebat, legendaris dan mampu memberi pondasi kokoh di klub. Dan aku jelas ingin seperti mereka, aku ingin mundur tatkala pondasi di Madrid sudah kokoh. Aku ingin klub ini makin berkibar di tangan anak-anak muda.

Bagaimana Anda memandang permainan Madrid 2-3 tahun mendatang?
Seperti yang kubilang tadi, tim ini akan semakin dahsyat dengan gejolak muda yang sangat luar biasa. Asalkan mereka tak berulah dan mau terus belajar, pemain seperti Sneijder, Van der Vaart, Guti, De la Red, Pepe, Higuain, Gago, Drenthe, bakal menjadi the next galacticos.

Jika Anda turun, siapa yang sebenarnya layak menjadi pengganti tahta Anda?
RASANYA tidak etis aku menjawab, karena suporterlah yang menentukan itu semua. Namun biasanya, hal itu hanya diberikan pada pemain lokal, meski pemain luar Spanyol pun bisa saja menggantikan posisiku. Yang jelas, pemain itu harus memiliki kharisma memimpin.

Anda sudah mencetak 296 gol, mana yang paling spesial?
Jelas gol pertama yang paling istimewa, itulah gol yang membuat rasa percaya diriku naik karena aku yakin pada diriku sendiri kalau aku ternyata bisa. Tidak mudah beradaptasi di tim sebesar Real Madrid.

Siapa pemain yang pertama kali Anda peluk usai gol perdana?
Sudah pasti Dani, ia sekamar denganku dan banyak memberiku dukungan luar biasa.

Partai mana yang berkesan?
Partai di Piala Interkontinental tahun 1999, saat aku mampu mencetak gol tunggal kemenangan meski aku tengah cedera paha.

Apa target Anda musim ini, Liga Champions, La Liga atau Piala Raja?
Tantangan paling berat adalah mempertahankan gelar. Tujuan utama kami adalah La Liga dan Liga Champions, tapi kami juga tak ingin santai di Piala Raja, sebab kejuaraan ini juga sangat bergengsi. Motivasiku makin berlipat, karena aku juga ingin menyamai rekor gol Alfredo di Stefano.

Apa yang ingin Anda ucapkan untuk para fans?
Aku tak bisa berucap apapun karena mereka sungguh memberi dukungan bagiku dan tim setiap hari. Mereka selalu memenuhi Bernabeu. Aku menjamin tim ini tak akan pernah menyerah dan selalu berbuat yang terbaik untuk para fans musim ini. Musim baru saja dimulai dan aku yakin kami bisa sukses di masa depan. Dan secara pribadi aku berharap masih terus bisa bertarung di partai-partai penting untuk meraih gelar juara dalam beberapa tahun ke depan.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: