useful


Diceramahi Agama, Amrozi Cs Malah Menggurui
November 5, 2008, 4:21 am
Filed under: news around Indonesia

BERJANGGUT tebal serta berpeci hitam, tak cukup menjadi senjata untuk menaklukkan trio bomber Amrozi, Imam Samudera dan Ali Gufron alias Mukhlas.Jangan pula sekali-kali menggurui mereka soal agama dan keyakinan. Justru ketiga pelaku bom Bali ini akan bersatu padu mengalahkan sang guru.
Inilah pengalaman pahit yang diceriterakan pembina rohani di Lapas-lapas yang berada di Nusakambangan. Salah satunya adalah KH Sahlan Nashir. Dan terakhir kali, anggota DPR RI Slamet Effendy Yusuf pun pernah kena batunya.
Penampilan KH Sahlan yang tenang, bicaranya santun dan memiliki kedalaman ilmu Agama, membuatnya dipercaya menjadi salah satu pembina rohani di Lapas yang berada di Nusakambangan. Ceramah, petitah dan tuntunannya agar para narapidana mendekatkan diri kepada Allah ketika menghadapi cobaan hidup, hampir diikuti oleh para narapidana hidup dan dikurung di sebuah sel yang berdiri di pulau seluas 16.000 hektar.
Ujian menjadi pembina rohani, dialami KH Sahlan sejak trio bomber ini dipindahkan dari LP Krobokan,Bali ke LP Batu Nusakambangan. Ketika memberikan ceramah agama terhadap warga binaan LP Batu,ujian terberat berasal dari Amrozi Cs.
Dengan sengaja, ketiga pelaku bom Bali I ini selalu mendebat. Bahkan,terkesan mereka ingin memalukan para pembina rohani di depan warga binaan dengan cara mengalahkan ilmu yang dimiliki para pembina rohani. Hasilnya, ketika pembinaan rohani dihadiri Amrozi Cs, selalu berujung kepada debat tiada habis antara satu pembina rohani,dikeroyok Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas.
“Kalau sudah begitu,satu persatu warga binaan meninggalkan tempat. Tinggal saya sendiri berhadapan dengan mereka bertiga,”ujar KH Sahlan ketika ditemui di Cilacap, Selasa (4/11). Kejadin seperti itu, tak hanya berjalan sekali. Sehingga ketika pembinaan rohani dilakukan, peserta warga binaan makin menyusut karena mereka hanya menjadi pendengar debat yang tidak ada habis antara Amrozi Cs dengan pembina rohani.
Dalam perdebatan, topik yang selalu diangkat adalah soal Jihad.Mereka berkeyakinan, pengeboman yang mereka lakukan di Paddy’s Cafe pada 12 Oktober 2002,adalah perjuangan. Mereka selalu menyebut, orang yang berkeyakinan tidak sesuai dengan pemikirannya adalah kafir.
“Saya sudah mencoba meluruskan,bahwa jihad bukan berarti melakukan kekerasan atau pembunuhan. Bekerja untuk mencari nafkah buat anak istri adalah Jihad. Namun mereka tidak pernah menerima itu,” terangnya. Dari ketiga trio bomber, Mukhlas terlihat paling menonjol. Penguasaan soal agama,diakui KH Sahlan adalah yang paling tinggi. “Namun ya itu tadi, mereka menyebut Jihad itu adalah perjuangan yang harus diwujudkan,” tambah KH Sahlan.
Atas rencana eksekusi mati yang tak lama lagi mereka jalani, KH Sahlan melukiskan, mereka bertiga tidak pernah mengatakan takut untuk mati. Bagi mereka, mati dalam berjihad itu adalah mati syahid.
Bulan Ramadhan lalu, anggota DPR RI Slamet Effendy Yusuf mendatangi ketiga terpidana ini. LH Sahlan pun ikut mendampingi. Dengan kekhafahan Agama yang dimiliki, Slamet Effendy mencoba meluruskan persepsi soal jihad terhadap Mukhlas Cs. “Namun ya seperti sebelumnya. Mereka malah mendebat keras dengan menunjukkan ayat-ayat Al Qur’an. Ya akhirnya hanya menjadi debat kembali,” tambah KH Sahlan.
Pada pertemuan tersebut, Mukhlas pun tetap menunjukkan keinginan mendominasi perdebatan. “Mukhlas ngomong terus, tanpa pernah memberi kesempatan bagi saya dan Pak Slamet Effendy menyampaikan pendapat,” lanjutnya. Beruntung, di LP Batu ini, Amrozi Cs ditempatkan di sel Super Maximum security (SMS). Sehingga, dominasi keyakinan yang mereka yakini benar, tidak menular ke narapidana lain.(


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: