useful


Ketika Wartawan dan Presiden Salah Komunikasi
February 10, 2009, 9:21 am
Filed under: news around Indonesia

Kejadian unik terjadi sesaat keberangkatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuju Pabrik Pupul Kujang, Cikampek, Selasa (10/2). Wartawan Istana yang telah siaga di kendaraan pregio untuk ikut bareng SBY menuju Cikampek, mendadak menerima kabar bahwa Presiden Yudhoyono akan menggelar keterangan pers. Sontak, wartawan berlomba menuruni kendaraan pregio, dan kemudian bergegas menuju pintu keluar Istana Negara dari sisi barat.
Tak berlangsung lama menanti, Kepala Negara pun hadir berikut ajudan, dan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. Sambil menuruni anak tangga, SBY menyapa wartawan.
“Apa kabar? Silahkan, ada apa. Isu apa yang akan diangkat?” tanya SBY dengan senyum melebar.
Lantaran dianggap berkelakar, wartawan membalas pernyataan SBY. “Katanya Bapak akan kasih keterangan,” papar wartawan.
Pernyataan wartawan kembali dijawab Kepala Negara dengan pertanyaan. “Nggak, apa yang akan ditanyakan? tanya SBY.
Mendapat ‘angin’, salah satu wartawati melempar pertanyaan ke SBY. “Komentar Bapak soal sinyal Jusuf Kalla yang berharap pada 2009 tidak diganti bagaimana,?” ucap wartawati harian nasional.
Namun entah kenapa, Juru Bicara Kepresidenan justru menyampaikan hal lain kepada SBY. “Tadi ada yang bertanya soal tanggapan Bapak Jusuf Kalla soal pressure Pak Mubarok yang seperti merendahkan Partai Golkar,” tukas Andi.
Tak seirama dengan pernyataan Andi, wartawan kembali mempertanyakan sinyal Kalla yang akan berduet dengan SBY. Atas dua pertanyaan yang berbeda tersebut, SBY pun kembali bertanya.
“Gimana, saya malah bingung. Katanya ada topik yang mau ditanyakan kepada saya, saya malah bingung ini,” papar SBY.
Menanggapi kebingungan Presiden, Andi buru-buru menjelaskan pertanyaan wartawan. “Jadi ada berita yang memuat seakan-akan Partai Dmokrat merendahkan Partai Golkar dengan pernyataan dari Mubarok (Ahmad Mubarok, Wakil Ketua Demokrat),” tukas Andi.
Pernyataan Andi pun disikapi SBY dengan pertanyaan. “Dimana dimuatnya?” sergah SBY.
Lagi, wartawan menjawab dengan sigap. “Dari berbagai media,” kata wartawan yang biasa ngepos di Istana yang tetap ngotot menuai jawaban SBY tentang sinyal Kalla sewaktu berada di Belanda.
Lantaran bingung tak mencapai kesepakatan pertanyaan, SBY pun memilih untuk menuntaskan permasalahan tersebut usai kunjungan kerja di Cikampek. “Nanti saja setelah kita dari Cikampek,” ungkap SBY sambil menuju mobil bernopol RI1.
Bertempat di kantor Pabrik Pupuk Kujang, Andi mengaku salah komunikasi tersebut lantaran kesalahan mendengar pertanyaan dari wartawan.
“Itu kesalahan saya yang tidak pas. Ada yang bertanya, tapi dengarnya berbeda,” kata Andi dengan enteng. (Persda Network/ade)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: