useful


Julio Cesar Soares Espindola: Si Tangan Lengket
February 23, 2009, 10:43 am
Filed under: news of football

DALAM satu dekade, tak pernah ada dalam sejarah Internazionale Milan posisi kiper utama dipegang portiere dari luar Italia. Nama Gianluca Pagliuca dan Fransesco Toldo menjadi dua punggawa yang secara dominan berada di posisi pemain terakhir dalam open play di kubu Nerazurri.
Seiring globalisasi di cabang sepakbola, pikiran para petinggi Inter Milan pun mulai berubah. Aturan tradisional yang mereka terapkan secara turun temurun pun ‘dilanggar’. Alasannya satu; demi prestasi. Nah, satu setengah dekade terakhir, prestasi jeblok Inter sehingga sulit untuk merengkuh scudetto ternyata ada di sektor pertahanan. Sampai akhirnya datang nama Julio Cesar. Nama yang sedikit asing di telinga suporter Inter Milan.
Satu di antara hasil evaluasi adalah lemahnya posisi kiper. Gianluca Pagliuca dan Fransesco Toldo memang tak usah diragukan lagi kemampuan teknis. Sayang, kedua kiper tersebut terlalu bermasalah dengan kehidupan di luar rumput hijau. Pagliuca terlalu banyak bermasalah dengan wanita sehingga dijuluki playboy, sedang Toldo dianggap sering ceroboh di luar arena yang menyebabkan ia rentan cedera.
Lama mencari, Massimo Moratti pun kesengsem pada kiper Chievo Verona yang kala itu baru datang dari klub besar Brasil, Flamengo. Kemampuan brilian yang dimiliki Julio Cesar ternyata tidak dimanfaatkan secara maksimal di klub Flying Donkey. Alasannya, Cesar dianggap belum berpengalaman dan ia bukan orang Italia asli!.
Pandangan Moratti berbeda dengan semua manajemen. Memanfaatkan kewenangan, Cesar pun didatangkan ke stadion Giuseppe Meazza dengan ‘setengah terpaksa’. Sempat dikebiri karena ia orang non-Italia, Cesar mulai menunjukkan kapasitas hebatnya seperti kala bermain di Flamengo. Menjadi pengganti Fransesco Toldo, ia pun sukses menanamkan namanya di jajaran pemain utama. Jika tak ada cedera atau hukuman kartu, dipastikan Inter Milan bakal tergantung pada kiper berusia 29 tahun ini.
“Saat aku pertama kali melihat proporsi tubuhnya, aku sudah yakin kalau dia bakal menjelma menjadi kiper hebat, itulah yang membuatku tak ragu untuk memanggilnya ke kota Milan,”ungkap bos Inter Milan, Massimo Moratti.
Insting dan pilihan Moratti memang jitu. Tidak butuh waktu lama untuk seorang Cesar menjadi bagian penting dalam starting line up bareng Javier Zanetti dkk. Irama permainan klub besar sekelas Inter Milan pun tidak menjadi masalah. Alhasil, dalam dua tahun terakhir, praktis di bawah gawang Inter Milan selalu ada nama Cesar.

Sosok Cesar menjadi prototipe kiper ideal, postur 186 cm dan berat tubuh 76 kg. Olah fisik yang mumpuni membuatnya memiliki tingkat reflek yang tinggi. Selain cekatan, ia juga kuat dalam duel satu lawan satu, pandai membaca serangan lawan, unggul dalam bola-bola atas dan lincah menangkap bola dalam kondisi apapun, termasuk arah bola datar atau menyusur tanah.
“Dia memiliki kemampuan di atas rata-rata, dia tak hanya kiper tapi juga bek sentral yang setiap saat bisa bertarung hebat di setiap jengkal area pertahanan. Saat kita berhadapan langsung dengannya, ia seperti sudah tahu ke mana langkah dan bola yang akan kita arahkan, sulit menembus tipikal kiper modern sepertinya,”puji striker dan legenda hidup Juventus, Alessandro del Piero.
Kemampuan serupa juga diamini kompatriotnya, Zlatan Ibrahimovic. “Bersyukur sekarang ini aku bukan berada di pihak lawan. Karena saat latihan, satu tembok yang susah dijebol, ya dia itu. Body chargenya sangat kuat, dan dia tak segan- segan untuk berjibaku meski resikonya dia bisa cedera,”tutur Ibra.
Ketrampilan dalam menangkaap bola juga menjadi perbincangan tersendiri. Kemampuan tersebut sempat membuat Cesar di juluki si tangan lengket atawa Cattura Appiccicoso. Untuk yang satu ini, pelatih pelit pujian, Jose Mourinho sangat mengagumi. “Dia begitu lengket kala menangkap bola, bahkan bola seperti mengarah kepadanya sesulit apapun si penendang menempatkan bola, itulah mengapa gawang Inter tak mudah untuk dijebol lawan.
Omongan The Special One memang bukan isapan jempol semata. Musim ini saja, Cesar sudah membuktikan kelengketan tangkapan dan antisipasi gerak bola yang mumpuni menempatkan La Beneamata sebagai  tim Serie A yang paling sedikit kebobolan, hanya 11 gol dalam 17 partai.
“Aku tak ingin bermuluk-muluk. Yang ada dalam pikiranku hanya bermain bagus, berkonsentrasi penuh dan menjaga jalaku agar tak banyak kebobolan musim ini, itu saja,”tegas pemilik nama asli Julio Cesar Soares de Espíndola, yang tahun ini tak ingin kebobolan lebih dari 25 gol.
Satu sifat yang paling dikenal jajaran bek-bek Internazionale adalah kalau sang kiper sudah cenderung diam, itu artinya ia sedang tak suka dengan performa barisan pertahanannya. Sikap uniknya ini memang bertolak belakang dengan kebiasaan kiper-kiper dunia lainnya yang cenderung berangasan kala mendapati barisan di depan gawangnya tak beres dalam bermain.
“Kalau dia sudah diam, kami harus cepat-cepat memperbaiki diri, karena dia tak pernah marah di lapangan, tapi ia bakal melampiaskan kekesalannnya nanti usai pertandingan,”sebut bek senior, Marco Matterazzi. (persda network/bud)

Biodata
Nama:    Julio Cesar Soares de Espíndola
Lahir:    Duque de Caxias, 3 September 1979
Postur:    186 cm/76 kg
Karir:
Tahun            Klub                Tampil
1998-2004            Flamengo            129 (1)
2005-            Internazionale Milan    113
2004                Timnas Brasil        26

Penghargaan dan Prestasi:
Honours
Flamengo:
Juara Liga Rio de Janeiro: 1999, 2000, 2001, 2004
Juara Rio de Janeiro Cup: 2000
Piala Champion Brasil: 2001
Piala Guanabara: 2004
Copa América: 2004
Piala Dunia U-17: 1997

Internazionale Milan:
Serie A: 2005/2006, 2006/2007, 20072008
Coppa Italia; 2006

Penerus Sukses Taffarel
USIA matang, penuh perhitungan, segudang pengalaman dan kemampuan individu yang mumpuni sudah cukup bagi Julio Cesar untuk menembus skuad ‘muda’ timnas Brasil. Dia juga satu di antara pendobrak pameo, selain Dida, kalau pemain Brasil selain berposisi sebagai striker dan gelandang tak akan sukses.
Ia juga menabalkan posisi kiper kini juga bisa bergengsi di belahan dunia, terutama di Brasil. “Kiper bukan posisi yang hanya pasif semata. Semuanya tergantung pada keinginan dalam diri si pemain, kiper bisa juga jadi bek sentral, ikut menyerang bahkan mengambil tendangan bebas dan penalti, dan aku tipikal pribadi yang tak bisa diam di belakang,”tegas Cesar.
Aksi-aksi impresifnya di lapangan membuat pria kelahiran 3 September ini menjadikan asa para fans timnas Brasil tentang munculnya the next Taffarel. Nama Claudio Taffarel memang bergaung seantero Brasil berkat jasanya dalam menjaga gawang timnas, serta pelopor kiper Samba yang berkarir di ranah Eropa.
Aksi-aksi Cesar memang mengingatkan orang pada Taffarel. Tenang dan cekatan menjadi ciri khas yang dimiliki Cesar bareng sang senior. Tak heran kalau ia sukses ‘menyingkirkan’ nama-nama kiper lain yang bermunculan seperti Doni (AS Roma), Rubens Fernando Moedim alias Rubinho (Genoa), Heurelho Gomes (Tottenham Hotspur), Helton da Silva Arruda (FC Porto) dan Diego Alves Carreira (Almeria).
Di sisi lain, Cesar gembira kini negaranya tak perlu pusing mencari kiper-kiper tangguh. “Aku gembira, kini posisi kiper tak dianggap sebelah mata. Berfungsi sebagai kiper juga bisa mendatangkan uang berlimpah. Brasil pun mendapat berkah tersendiri, kini negara kami kuat di semua lini,”cetus Cesar, yang bertekad bermain di Piala Dunia 2010 mendatang.  (persda network/bud)

Usir Stres dengan Musik
ADA satu fase dalam karir Julio Cesar di rumput hijau yang bakal dikenangnya seumur hidup. Sebuah fase yang membuat stres dan berpikir untuk berhenti berkarir. Itulah saat ia pertama kali datang ke tanah Italia.
Bangga dipanggil klub Chievo Verona, nasih Cesar malah tak jelas. Ia sempat telantar di negeri Pizza selama enam bulan!. Praktis dalam rentang waktu setengah tahun itu, dirinya tak menyentuh pertandingan resmi. Boro-boro menjadi starter, masuk dalam jajaran bench saja tak pernah disentuhnya selama satu semester!.
Beruntung ia memiliki tingkat kesabaran tinggi untuk menekuni perjalanan hidup di negeri orang. Sebelum ‘ditemukan’ Massimo Moratti, ia seperti seorang yang hilang arah. Selama waktu itulah, ia memilih menghabiskan hari demi hari dengan musik, baik mendengarkan ataupun memainkan.
Musim awal 2004/2005 pun dikenang kiper kelahiran kota Duque de Caxias sebagai masa gelap. “Aku nyaris tak ingin mengingatnya kembali, tapi ternyata setiap kali merasakan getar pahit saat itu, membuat hidupku selalu bangkit, aku menjadi orang yang lebih kuat lagi,”cetus Cesar.
Ternyata dibalik ketangguhan sikapnya itu, musik menjadi obat paling mujarab. Baginya, musik seperti vitamin dan seks; sama-sama memberi gairah dan mampu melupakan semua masalah. “Aku suka musik pop dan klasik, keduanya bisa memberi ketenangan, apalagi di Italia dan Eropa umumnya, musik-musik pop memberi energi tersendiri,”imbuh Cesar.
Kini, setiap kali kembali ke rumah, selain menghabiskan waktu bareng keluarga, ia pun tak pernah melewatkan waktu untuk mendengarkan musik-musik pop terbaru. (persda network/bud)


Selalu Hormat pada Istri

TAMPAN, terkenal dan bergelimang harta tidak membuat Julio Cesar sombong. Sebaliknya, ia bahkan low profile dan hidup penuh kesederhanaan. Satu lagi, ia tak seperti kiper-kiper pendahulunya yang terkenal dengan sifat playboy-nya.
Yup, selama berkarir di Italia, nyaris tak pernah terdengar Cesar memadu kasih dengan lebih dari satu cewek. Bahkan, ia tergolong setia dengan sang istri sekarang, Susana Werner.
Bagaimana tidak setia, Susana sempat berlabuh di hati Ronaldo Luiz Nazario da Lima. Berkat kesabaran dan rasa rendah diri, ia pun sukses menaklukkan hati sang pujaan hati. Bahkan giliran Susana yang kini tak ingin lepas dari pelukan Cesar.
Apa reaksi Cesar melihat sang istri gantian ‘memburu’?. Tak ada reaksi berlebih, yang ada hanya seulas senyum penuh rasa hormat. “Dia istriku, dia pilihanku, sudah sewajarnya aku menghormati dia, apapun latar belakang dan kisah masa lalunya, itu hanya bagian kecil saja, aku tak pernah mempermasalahkan,”ucap Cesar.
Sikap inilah yang membuat Susana bertekuk lutut. Ia pun mematuhi seluruh apa yang diucapkan sang suami. Kini kedua anak manusia ini hidup bahagia. Saking cintanya pada suami, Susana berani menolak tawaran Playboy. Padahal majalah pria dewasa itu sudah menyiapkan anggaran besar untuk mengambil foto setengah telanjang Susana.
“Aku sangat menghormatinya, itu juga yang dilakukan terhadapku, jadi tak ada alasan bagiku untuk berbuat macam-macam. Kini aku bahagia bisa hidup dengan suami yang penuh perhatian dan tak berbuat hal negatif,”tutur Susana, riang.
Sungguhpun begitu, tak semua juga ditolak Susana Werner. Dia, sesekali masih muncul di layar lebar. “Untuk yang ini, aku sudah bicara dengan Julio. Kami memutuskan ini tak terlalu memberatkan. Jangan sampai aku terpisah terlalu lama dari anak-anakku, maksimal dua-tiga bulan, itupun terasa berat buat kami,”ucap ibu dari Cauet (5) dan Giulia (2).  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: