useful


Mari Sharapova-Nadia Petrova: Sedih Tenis Penuh Praktik Judi
February 23, 2009, 9:40 am
Filed under: news of sport style

maria-sharapova3GAYA hidup kalangan jet set papan atas dunia satu di antaranya adalah judi. Olahraga menjadi sasaran paling utama dalam memuaskan hasrat para penjudi karena kemudahan sekaligus ketegangan yang bisa mereka rasakan. Tapi justru itulah yang dianggap merusak nilai sportivitas sang atlet tersendiri.
Kenyataan tersebut membuat dua petenis tunggal putri, Maria Sharapova dan Nadia Petrova merasa prihatian sekaligus sedih karena belakangan diketehui, selain sepakbola, tenis berada di level atas dalam daftar olahraga yang masuk ‘level’ tinggi. Tak heran kalau Masha dan Nadia khawatir dalam tiga tahun ke depan sisi kompetitif tenis hanya barang semu saja.
“Aku benar-benar terkejut dengan kondisi seperti ini, ternyata sebagian dari kami mencederai kerja keras pemain di lapangan, mereka bisa dibayar untuk bermain buruk dan mengalah, itu memang hak mereka untuk bermain jelek, tapi apakah mereka tak sadar kalau sudah merusak iklim tenis itu sendiri,”tutur Masha, di time, Jumat (2/1).
Nadia bahkan terang-terangan kalau beberapa kompatriotnya memang memiliki sifat seperti itu, terutama pada turnamen-turnamen non masters atua grand slam. Bagi sebagian mereka ini, kekalahan di turnamen kecil tak masalah, karena uang yang didapat dari para pemasang jauh lebih besar. “Itulah yang membuat kami sedih, itu skandal karena sebagian dari mereka ingin bergaya hidup mewah, rumah, mobil sampai belanja, mereka ingin tanpa kerja keras,”ungkap Nadia.
Masha dan Nadia sendiri mengaku kalau mereka juga memiliki gaya hidup kelas atas. Berbelanja dan menikmati suasana resort menjadi kewajiban untuk menghilangkan kepenatan di sela-sela turnamen. “Tapi kami melakukannya dengan hasil jerih payah di lapangan, memang itu sebuah sikap yang datangnya dari dalam, tak bisa diotak-atik siapapun,”tegas Masha, yang hobi mengoleksi fashion.
Dunia tenis kini memang sempat terhentak. Pasalnya, beberapa waktu lalu, mantan bos mafia, Michael Franzese, mengungkapkan, pertandingan tenis di tingkat atas selalu dipengaruhi para penjudi. Tenis juga merupakan fokus utama ketika dirinya masih berkecimpung dalam bisnis haram itu.
Franzese, mantan bos keluarga tindak kejahatan Colombo, kini merupakan konsultan dan diminta berbicara di hadapan para pemain ATP dan WTA Tour tentang metode dan cara yang mereka gunakan untuk mengembangkan korupsi olahraga itu. “Bila kita berada dalam bisnis itu, tenis merupakan target utama, karena satu pemain bisa mempengaruhi seluruh jalannya pertandingan, apalagi kadang iming-iming uangnya lebih besar dibanding hadiah dari turnamen itu sendiri, dan hal itu tak mungkin bisa terdeteksi karena main baik atau buruk itu hak sang atlet,”imbuh mantan mafia asal Colombo ini.
Omongan Franzese sempat terbukti tatkala terjadi hasil pertandingan yang antara petenis Rusia, Nikolay Davydenko, yang harus kalah atas petenis Argentina, Martin Vassallo Argüello. “Davydenko petenis paling bagus. Sesuatu telah terjadi di luar sana. Seseorang sudah memengaruhinya,”kata Franzese.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: