useful


Alisa Kleybanova: Jadi Jubir Pemain Rusia
February 24, 2009, 2:23 pm
Filed under: news of sport style

TINGGI besar, lincah dan memiliki pukulan forehand slice yang mematikan. TENNIS-WTA-ANTWERP-PROXIMUS-DIAMOND-GAMES-BONDARENKOItulah deskripsi pemain tunggal putri yang menjadi sorotan di event akbar, turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2009 yang tengah berlangsung minggu ini. Siapa lagi kalau bukan Alisa Kleybanova.
Ia pantas dijuluki si pembunuh raksasa usaia menumbangkan Ana Ivanovic dengan rubber set, 7-5, 6-7(5), 6-2. Hasil positif ini mengantarkannya meraih catatan rekor tersendiri. Tidak hanya itu, kehadiran Alisa Kleybanova juga menambah daftar pemain cantik nan seksi asal Rusia.
Tak heran, sepanjang penampilannya di Melbourne Park, para juru foto dan penonton tidak hanya menyaksikan gerak-gerik Kleybanova, tapi juga paras dan pesona tubuh. Apalagi pemilihan kostum  yang dikenakan cewek berusia 19 tahun ini jelas mengundang mata siapa saja.
“Aku memang sengaja menggunakan kostum seperti ini, simpel dan juga udara Melbourne yang sangat panas. Aku nyaris tak kuat, jadi aku putuskan untuk mengenakan kostum seperti ini, membuatku sangat nyaman,” tutur Alisa Kleybanova, di situs turnamen, Sabtu (24/1).
Pemain yang akan berhadapan dengan petenis tuan rumah, Jelena Dokic di babak IV ini juga menjadi daya magnet, utamanya bagi para kuli tinta. Bagaimana tidak, di antasa pemain Rusia lainnya, petenis kelahiran Moskow ini memiliki kemampuan verbal berbahasa Inggris paling lumayan. Bahkan, akses Rusia-nya nyaris hilang. Ia pun menjadi buruan dan berprofesi ganda, juru bicara dadakan tim Rusia. “Ribet juga, tapi ini semua demi promosi bagi tenis Rusia. Kami selalu tampil bagus dimanapun, dan itu harus didukung oleh kepribadian komunikatif,” sebut Kleybanova.
Petenis berpostur 181 cm ini mengaku menguasai bahasa Inggris sudah menjadi kewajiban dan impiannya. Apalagi ternyata dalam pergaulan internasional, utamanya di tenis dunia, bahasa Inggris menjadi sangat dominan. “Aku belajar ini dari pengalamanku yang terus berpindah tempat dari satu turnamen ke turnamen lain, terutama yang ada di Eropa, lambat laun aku bisa menguasai itu juga,” sebut Kleybanova.
Penguasaan bahasa Inggrisnya makin bagus tatkala ia selalu berkunjung ke Amerika Serikat dan Britania, minimal dua kali sebulan untuk setiap tempat. Langkah ini, makin memperkaya kosakata dan bahasa gaul yang berlaku di dunia internasional. “Kalau di AS, banyak sekali istilah gaul yang sangat berguna kala aku menjalani tur panjang, kalau di Inggris sendiri, nyaris tak ada bahasa slengekan, sepertinya hanya untuk seremonial resmi,” kata Kleybanova.
Secara pribadi, setelah bahasa Inggris, petenis peringkat 31 dunia versi WTA ini ingin menguasai bahasa Prancis, Latin dan Jerman, serta sedikit mandarin. Ia yakin, semua bahasa itu bakal memberi banyak keuntungan jika ia bisa menguasai. Paling tidak, di empat bahasa itulah nantinya ia bakal lebih sering berkunjung untuk mengikuti turnamen. “Prancis dan Jerman menjadi prioritasku selanjutnya, aku harap dalam 2 tahun ini sudah banyak memiliki kosakata dan kalimat percakapan,” tegas Alisa Kleybanova.  (persda network/bud)

Selalu Ditemani Teman
MESKI berpostur bongsor, tetap saja seorang Alisa Kleybanova adalah gadis remaja yang baru berusia 19 tahun. Keputusannya untuk masuk ke jenjang profesional pada tahun 2003 memaksanya harus berkeliling dunia guna mengikuti pelbagai turnamen. Paling tidak, dalam setahun, ia bakal berada di luar negeri selama 7-8 bulan. Hanya hari libur tertentu ia bisa kembali ke Moskow, sisanya ia habiskan di negara orang lain.
Tak heran, karena alasan keamanan dan masih ‘kecil’, Alisa Kleybanova selalu diawasi orang tua. Untuk yang satu ini, sang ibu rela untuk menemani kemanapun sang buah hati pergi bertanding. Tak heran, kala menghempaskan Ana Ivanovic, sang ibulah yang langsung beteriak memberi semangat atas penampilan cemerlang sang anak.
Sang Bunda, Natalia Levin memang menjadi orang paling berharga dalam hidup Kleybanova. Bagaimana tidak, dialah yang mengenalkan tenis kala usianya 4 tahun. Dia juga yang rela mengantarkan untuk pertama kalinya pergi ke Perugia, Italia guna mengikuti turnamen sekaligus gamp latihan tenis. Satu lagi pengorbanan sang ibu adalah rela menanggalkan status ahli biologi hanya untuk menemani sang buah hati.
“Aku selalu bersama ibu kemanapun aku mengikuti turnamen, bersamanya aku merasa lebih damai dan tenang mengikuti setiap pertandingan, bagiku ibu adalah segalanya,” ucap Kleybanova, yang mengaku teknik pukulan forehand yang jadi andalannya pertama kali datang dari sang ibu.  (persda network/bud)

Pilih Hidup di Luar Rusia
BANYAK olahrawagan Rusia, terutama di kalangan petenis, yang memilih untuk hidup di luar tanah kelahirannya. Itulah yang juga dipilih Alisa Kleybanova. Ia memutuskan untuk ‘sementara’ hidup di luar Rusia, tepatnya Italia. Ia berada di camp latihan The Art of Tennis pimpinan Alberto Castellani.
Bagi Kleybanova, tempat tersebut sangat nyaman. Pasalnya, berada di antara kota Roma dan Florence memberikan sensasi tersendiri. Keindahan alam menjadi pesona utama daya tarik cewek yang memilih memelihara rambut panjangnya ini.
“Bukan karena aku tak cinta Rusia, tapi di negeriku sana, aku kesulitan menemukan partner yang lebih dariku, karena semua petenis terbaik Rusia lebih memilih tinggal di luar Rusia, apalagi kalau berlatih di Moskow aku harus menambah biaya untuk tempat latihan, bola dan partner yang kupilih, jadi rasanya lebih hemat kalau aku keluar Rusia sekalian,” terang Kleybanova.  (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: