useful


Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009
March 5, 2009, 9:41 am
Filed under: info lomba

Sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap perkembangan karya jurnalistik Tanah Air, melalui payung program “Sampoerna untuk Indonesia”, PT HM Sampoerna Tbk. kembali menggelar ajang kompetisi Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2009 yang tahun ini memasuki tahun keempat dalam penyelenggaraannya.
Ajang kompetisi karya jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan karya media nasional. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, AAS 2009 diharapkan dapat turut memotivasi media nasional untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami ingin ajang AAS ini dapat memotivasi para jurnalis untuk terus menghasilkan karya-karya jurnalistik yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk. “Untuk itu, tahun ini kami melakukan beberapa perubahan dari sisi kategori dan jumlah karya yang masuk karena kami ingin membuka kesempatan yang luas untuk mengapresiasi hasil karya jurnalistik anak bangsa.”
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia akan memberikan ruang kepada jurnalis untuk lebih mengeksplorasi hasil karya mereka dengan memfokuskan pada tulisan-tulisan feature dengan dua kategori, yaitu liputan investigatif dan liputan kemanusiaan untuk media cetak dan online. ”Tulisan feature memungkinkan wartawan untuk mengeksplorasi kemampuan menulis dan mengangkat permasalahan yang luput dari pengamatan masyarakat,” demikian dikatakan Yosep Adi Prasetyo, salah satu Pendiri Institut Studi Arus Informasi (ISAI) yang pada tahun ini kembali menjadi anggota dewan juri AAS 2009.
Untuk kategori liputan kemanusiaan, AAS akan memberikan penghargaaan kepada tulisan-tulisan yang dapat mengemas suatu kejadian menarik dan kisah kemanusiaan menjadi laporan jurnalistik yang inspiratif. Sementara itu, kategori liputan investigatif, ditujukan bagi tulisan-tulisan yang mampu mengungkap kasus yang menyangkut kepentingan umum atau permasalahan lain yang tidak transparan, tambahnya.
Selain memungkinkan jurnalis untuk lebih bereksplorasi dengan tulisan-tulisan feature, AAS 2009 ini pun memungkinkan jurnalis televisi untuk memiliki kesempatan menang lebih besar karena tahun ini, panitia tidak membatasi jumlah hasil karya televisi yang dikirimkan.
”Tahun ini, kita tidak akan membatasi jumlah karya televisi yang masuk, namun kami akan membatasi durasinya saja menjadi maksimal 60 menit untuk setiap karya,” demikian dikatakan Arswendo Atmowiloto, sutradara, produser, dan budayawan yang kembali menjadi anggota dewan juri AAS 2009 untuk media televisi.
Untuk karya televisi, tahun ini pun kategorinya akan ditambah menjadi 2 yaitu reportase investigatif dan dokumenter. ”Jadi, kami ingin AAS benar-benar memberikan wadah yang tepat bagi jurnalis untuk mempersembahkan karya terbaik dimana mereka dapat bereksplorasi dengan maksimal,” ujarnya.
Dengan beberapa perubahan yang dibuat, maka total kategori yang tersedia di AAS 2009 menjadi 20, yaitu:

* Kategori liputan investigatif dalam bidang (1) seni dan budaya; (2) olahraga; (3) ekonomi/bisnis; (4) sosial; (5) politik; dan (6) hukum.
* Kategori liputan kemanusiaan dalam bidang (7) seni dan budaya; (8) olahraga; (9) ekonomi/bisnis; (10) sosial, (11) politik; dan (12) hukum
* Kategori foto berita dalam bidang (13) seni dan budaya; (14) olahraga; (15) ekonomi/bisnis; (16) sosial; (17) politik; dan (18) hukum
* Karya jurnalistik televisi dalam kategori (19) reportase investigatif dan (20) dokumenter

Sebagai salah satu ajang dalam pemberian anugerah kepada jurnalis di Indonesia, dari awal tahun penyelenggaraannya, AAS senantiasa berusaha menghadirkan kualitas terbaik mulai dari persiapan, penjurian hingga malam penganugerahan. Salah satu elemen yang penting dari keseluruhan adalah penjurian. AAS senantiasa menghadirkan nama-nama yang sudah tidak asing lagi di bidangnya masing-masing. Nama-nama yang akan menjadi dewan juri tahun ini antara lain Effendy Gazali, Harkristuti Harkrisnowo, Seno Gumira Ajidarma, Faisal Basri, Francisia Seda, dan Yosep Adi Prasetyo untuk kategori media cetak dan online, sementara untuk kategori media televisi terdapat nama-nama Arswendo Atmowiloto, George Kamarullah, Bambang Harimurty, Marselli Sumarno, dan Fetty Fajriati. Sedangkan PT HM Sampoerna Tbk, akan diwakili oleh Niken Rachmad.
Untuk memudahkan komunikasi dan sosialisasi AAS 2009, panitia juga telah memanfaatkan fasilitas blog khusus yakni: http://anugerahadiw arta.org/ dimana peserta juga dapat mengajukan pertanyaan atau melihat persyaratan serta ketentuan yang berlaku untuk mengikuti ajang AAS tahun ini.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2009
Maverick │ Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 │ Tel. (021) 727 898 33 │ Fax. (021) 727 898 34 │Email: aas@maverick. co.id │Blog: http://anugerahadiw arta.org/


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: