useful


Steven Gerrard: Super Gerro
March 12, 2009, 1:41 pm
Filed under: news of football

IA berlari total 15 kilometer, VO2 Max mencapai angka 64, lima tembakan melesat dari kakinya dan dua di antaranya terkonversi dalam bentuk gol. Tidak hanya itu, 85 persen umpan yang ia berikan tepat sasaran. Itulah sedikit catatan yang menggambarkan betapa determinasi dan dominasi seorang Steven Gerrard sangat terasa di Lverpool kala menghajar Real Madrid empat gol tanpa balas di second leg babak 16 besar Liga Champions, di Stadion Anfield. Bukan kali ini saja berperan begitu dominan dalam sebuah partai bersama The Reds.
Entah berapa kali ia selalu menjadi motor dan motivator tim guna menyumbal kekurangan permainan Liverpool. Stevie G, satu julukannya, bukan hanya seorang skipper yang hanya bertugas menjadi jembatan antara lini pertahanan dan barisan penyerang. Ia adalah sosok pemimpin, seorang dengan daya imajinasi kuat, berteknik tinggi, seorang komunikator ulung dan tipikal pengayom yang tak segan meledak-ledak jika ada yang ‘menyakiti’ timnya.
Hal lain yang menjadi ciri khas permainan Stevie G adalah kenikmatan permainan. Ia selalu menciptakan gol untuk sebuah kesenangan, jago dalam urusan takle dan punya kebiasaan menusuk langsung ke area jantung pertahanan lawan, tentu dengan skill individu dan keeping ball mumpuni yang susah bagi lawan untuk menahan secara halus.
“Aku punya filosofis tersendiri sejak pertama kali merasakan sepakbola modern, menang atau kalah adalah hal biasa, menjadi luar biasa tatkala Anda bisa menikmati permainan dan berlaga dengan hati, semua energi dipastikan bisa maksimal,” ungkap Stevie G.
Sosok yang sudah dianggap menjadi legenda hidup Liverpool ini juga punya kemampuan yang membuat setiap pelatih The Reds, kecuali Gerrard Houllier, selalu bertumpu pada poros kakinya. “Tak ragu, dia mampu memposisikan diri begitu dominan, bukannya arogan tapi kemampuannya membuat tim yang kuasuh sangat menggantungkan harapan padanya, Andai roda, dia adalah as yang tak bisa tergantikan,” ucap Rafael Benitez.
Mantan manajer Liverpool, Roy Evans yang pertama kali melirik bakat Stevie G menyebut, kemampuan pria berpostur 183 ini sangat istimewa. Dia berada di atas rata-rata pemain gelandang di antero Inggris. “Aku pikir hanya Frank Lampard yang punya kemampuan nyaris setara dengannya, tapi bagiku Stevie punya keunggulan di level presisi tinggi tendangan jarak jauh, semua orang pasti setuju itu,” sebut Evans, yang kini menjadi Asisten Manajer timnas Wales sekaligus pelatih klub asal Championship Division, Wrexham.
Stevie G memang sosok yang serba guna. Ia selalu sukses menghadirkan suasana horor di lini pertahanan lawan setiap kali memegang bola. Sifatnya yang keras di lapangan membuatnya punya panggilan lain, Gerro. Istilah ini muncul dari nama gank sangar yang berada di kawasan Merseyside, yang ironisnya pernah menyatroni keluarga Stevie G!. Tapi Gerrard mengaku oke- oke saja dengan panggilan itu.
‘Kesangaran’ sosok Gerrard di lapangan memang bukan isapan jempol semata. Ia mampu bermain di semua posisi dan dimanapun. Lebih berbahaya kala ia ditugaskan untuk beroperasi di lini depan, bisa juga di sisi sayap kanan dan sesekali menyisir dari sayap kiri. Selain itu, ia punya tenaga ekstra untuk meng-cover area di depan empat bek, artinya sebelum bola masuk ke area 20 meter, ia-lah orang pertama yang akan menyambut lawan. “Dia luar biasa, bisa berada di mana- mana, itulah yang menyulitkan lawan, sangat membingungkan, tiba-tiba saja bisa bergerak di tempat yang sebenarnya tak kami duga,” sebut bek senior, Sol Campbell. Secara ekstrem, William Gallas bahkan menyebut kalau Gerrard adalah sosok siluman!.
Mendapat pandangan seperti itu, si empunya cuek-cuek saja. Inilah sisi lain Gerrard yang kadang membuat dirinya di cap negatif, terutama jika bersinggungan dengan sisi pribadi. Tapi ia menutupi itu semua dengan prestasi dan daya jelajah di lapangan. “Aku bermain dengan hati, kalau ada rekan yang kurasa tak bermain dengan hatinya, pasti akan kudekati dan kuceramahi dia sampai benar-benar bisa bermain lepas, kalau masih saja tidak bisa, aku akan bilang ke coach supaya diganti saja,” ujar Gerrard. Inilah yang terkadang membuat Gerrard dianggap sebagai pelatih bayangan.
“Sepanjang dia mampu menjaga komitmen dan demi keutuhan tim, itu tak jadi soal. Toh ia telah membuktikan diri di lapangan dengan membawa tim ini berprestasi maksimal,” tegas Rafa Benitez. (persda network/bud)

Nama: Steven George Gerrard
Lahir: Whiston, 30 Mei 1980
Postur: 183 cm/73 kg
Karir:
Tahun Klub Tampil/gol
1997- Liverpool 324/64
1999 Inggris U-21 4/1
2000- Inggris 70/14

Prestasi dan penghargaan:
*Semuanya bersama Liverpool
FA Cup: 2000/2001, 2005/2006
Piala Liga: 2001, 2003
FA Community Shield: 2001/2002, 20062007
Liga Champions musim 20042005
Piala UEFA musim 20002001
Piala Super Eropa: 2001/2002, 2005/2006
Pemain Muda Terbaik musim 2000/2001
Pemain Terbai UEFA musim 2004/2005
MVP Final Liga Champions 2004/2005
Bola Perak Piala Dunia Antarklub tahun 2005
Pemain Terbaik pilihan PFA musim 2005/2006
Pemain Terbaik Final Piala FA musim 2005/2006
FIFPro World XI: 2006/2007, 2007/2008
UEFA Team of the Year: 2004/2005, 2005/2006, 2006/2007
PFA Team of the Year: 2000/2001, 2003/2004, 2004/2005, 2005/2006, 2006/2007, 2007/2008
Member of the Order of the British Empire (MBE): 2007
Doktor Honoris Causa dari John Moores University: 2008

Spesialis Tendangan First Time
TANGGAL 1 September 2001 menjadi hari yang tak pernah terlupakan bagi sosok Steven Gerrard. Saat itulah ia sukses membuktikan satu keahlian yang ia miliki dalam bermain bola di bersama timnas Inggris. Yup, saat melawan Jerman di partai kualifikasi Piala Dunia 2002 itulah ia membuktikan kelasnya sebagai penendang jarak jauh yang sangat mumpuni.
Mendapat umpan sundulan dari Rio Ferdinand, ia sukses melesakkan bola ke sudut kanan atas jala Jerman yang dijaga kapten Der Panzer, Oliver Kahn melalui tendangan menggelegar dari jarak 25 yard!. “Sebelum pertandingan banyak orang berbisik kapan aku bisa mencetak gol spektakuler, saat itu aku benar-benar termotivasi, jadi saat aku memberi gol jarak jauh untuk mereka, aku tak bisa menahan kegembiraan luar biasa ini,” ucap Stevie G.
Gerro pantas disebut tukan jagal jarak jauh. Nyaris setengah dari 14 gol-nya untuk timnas Inggris disumbang dari tendangan keras jarak jauh. Dalam 70 caps bareng The Three Lions, ia mampu membawa 43 kemenangan, 10 kalah dan sisanya seri.
Di level klub, nama Gerro memang sudah lebih dulu melegenda sebagai gelandang pemilik tendangan geledek dari luar kotak penalti. Sudah tak terhitung ia melakukan itu, yang sebagian sukses menjebol jala lawan, minimal mampu merepotkan kiper musuh. “Kupikir hanya Gareth Barry yang punya kemampuan seperti itu, tendangan first time-nya luar biasa keras dan terarah, Inggris beruntung punya gelandang komplet seperti dia,” ujar Steve Harper, kiper Newcastle United. (persda network/bud)

Gol Internasional
Lawan Skor Hasil Kompetisi
Jerman 2-1 5-1 Kualifikasi Piala Dunia 2002
Macedonia 2-2 2-2 Kualifikasi Piala Eropa 2004
Serbia&Montenegro 1-0 2-1 Friendly
Swiss 3-0 3-0 Euro 2004
Austria 2-0 2-2 Kualifikasi Piala Dunia 2006
Azerbaijan 1-0 2-0 Kualifikasi Piala Dunia 2006 Hungaria 1-0 3-1 Friendly
Trinidad&Tobago 2-0 2-0 Piala Dunia 2006
Swedia 2-1 2-2 Piala Dunia 2006
Andorra 2-0 5-0 Kualifikasi Euro 2008
Andorra 1-0 3-0 Kualifikasi Euro 2008
Andorra 2-0 3-0 Kualifikasi Euro 2008
AS 2-0 2-0 Friendly
Belarus 1-0 3-1 Kualifikasi Piala Dunia 2010

Momen Sumbu Roket Liverpool
BANYAK rupa pertandingan telah dilalui Steven Gerrard bareng skuad Liverpool. Tapi sepanjang sejarah berseragam Merah-Merah itu, ia menyebut ada lima partai lain, selain dua gol ke gawang Real Madrid tentunya, yang menurutnya sangat luar biasa dan sukses membawa sematan gelar sumbu roket Liverpool di belakang nama Gerro.
Momen pertama lahir pada 15 Oktober 2003. Bukan hanya kemenangan 3-0 atas Olimpija Ljubljana, terasa spesial karena saat itulah laga perdana Gerro menjadi kapten The Reds. Ia mendapatkan ban kapten dari bek Sami Hyypia yang ditarik ke luar. Gerrard membayar kepercayaan bos Gerard Houllier dengan penampilan bertenaga lawan klub Slovenia itu di Piala UEFA.
Setahun kemudian, kemenanga Liverpool 3-1 atas Olympiakos juga terasa istimewa. Pada laga 8 Desember 2004 itu, ia sukses mencetal gol luar biasa di menit-menit akhir yang menyelamatkan eksistensi Liverpool di Liga Champions. Liverpool unggul 1-0 di leg 1, tapi Olympiakos mampu mencuri satu gol terlebih dahulu. Akibatnya, The Reds harus mencetak keunggulan minimal dua gol. Dan Gerrard menjadi pahlawan publik Anfield.
Comeback luar biasa juga ditunjukkan pada laga final Liga Champions 2005. Saat itu The Reds kalah telak 0-3 sampai babak pertama di Istanbul, Turki. Harapan Si Merah nyaris sirna.
Skipper Gerrard memulai sumbu roket yang mengagumkan bersama The Reds. Setelah mencetak gol pertama, Gerrard menyamakan kedudukan 3-3 dengan AC Milan. Liverpool unggul lewat adu penalti 3-2 akibat mental para pemain Milan telah ambruk.
Setelah itu ada kemenangan Liverpool atas Chelsea, 1 Mei 2007. Anfield Gank tertinggal 0-1 di leg 1 Liga Champions. Lalu, Gerrard mencetak gol lewat free-kick super yang diteruskan Daniel Agger untuk menyamakan kedudukan. Stevie G juga menjadi penentu dalam adu penalti untuk mengantarkan Liverpool ke final Liga Champions kedua dalam tiga tahun.
Terakhir, laga melawan Marseille 16 September 2008 lalu, dalam fase grup Liga Champions. Gerrard kembali menunjukkan ilustrasi gol menakjubkan miliknya. Menerima bola dari jarak 25 yards, Gerro menghujamkan bola ke sudut atas jala Marseille tanpa melihat ke gawang. “Hanya pemain dengan kualitas tinggi bisa mencetak gol seperti itu,” sebut pelatih Marseille, Eric Gerets kala itu. (persda network/bud)

Belajar Desain Baju dari Istri
ADA aktifitas unik yang kini menjadi pilihan Steven Gerrard. Di balik kesukaannya untuk bergabung bareng teman-temannya di klab malam mewah, ia masih menyukai hal-hal otodidak nan tradisional. TheOffside pernah merilis, Gerro mengaku tengah belajar membuat desain baju dari sang istri, Alex Curran.
Alex sendiri sebelumnya terkenal sebagai seorang jurnalis, kolumnis di majalah-majalah fashion dan mulai merintis menjadi perancang busana. Ibu dari Lilly-Ella dan Lexie ini pun dengan seksama memberi dasar-dasar mendesain, mulai dari pencarian konsep sampai pembuatan gambar jadi.
“Awalnya terasa aneh, tapi istriku tak pernah menyerah karena dia beralasan aku punya kemampuan untuk belajar apapun. Jadi kuputuskan untuk mencoba itu, nyatanya pelan tapi pasti aku mulai menikmati apa yang disajikan istriku, kini aku bahkan sudah mulai merancang sendiri kaos yang kupakai, tentu dengan supervisi Alex,” sebut Gerro.
Sang istri pun mahfum dengan apa yang diucapkan Gerro. Ia menyebut, pada dasarnya sang suami punya naluri seni yang cukup tinggi. Itulah yang membuat Gerro mudah menerima apapun yang diberikan orang lain. “Aku cukup seminggu saja menerangkan detail dasar, setelah itu ia sudah mulai mereka-reka sendiri, sebulan kemudian dia sudah mulai membuat kaos, entah satu tahun nanti, mungkin setelah pensiun dia bisa menyalurkan bakatnya itu,” canda Alex Curran. (persda network/bud)

Warga Kehormatan Kota Knowsley
SUKSES menjadi pesepakbola dan kapten tim klub raksasa Liverpool, membuat kota asalnya Knowsley ikut bangga. Steven Gerrard pun menerima penghargaan Freedom of the Borough dari dewan kota Knowsley. Pria berusia 28 tahun ini menjadi orang pertama yang menerima penghargaan tersebut dalam 20 tahun terakhir dan yang kelima sepanjang sejarah Inggris.
“Ini sebuah penghargaan istimewa buatku dan terasa lebih spesial lagi karena jarang dianugerahkan. Karena itulah aku sangat berterima kasih kepada Dewan Kota Knowsley,”kata Gerrard seperti dikutip BBC.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Gerrard untuk sepakbola dan keberadaannya sebagai sosok panutan. Ketua Dewan Kota Knowsley, Ron Round, mengungkapkan, penghargaan khusus ini hanya diberikan kepada orang yang benar-benar luar biasa.
“Dia duta terbaik bagi Knowsley dan sosok panutan yang hebat. Dia juga memiliki bakat, komitmen dan semangat besar yang menjadikannya pemain kelas dunia. Dia mampu membuktikan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, mimpi bisa jadi kenyataan,”kata Round. (persda network/bud)

Jadi Nama Blok Apartemen di Dubai
NAMA besar Steven Gerrard memang sangat melegenda. Tak heran, Gerro mampu menjadi ikon untuk menaikkan brand sebuah produk komersiil. Selain itu, posisi kehormatan juga kerap meniadi hal yang paling lumrah diterima Gerro.
Seperti yang sudah berjalan beberapa waktu lampau, nama Steven Gerrard menjadi ikon sebuah blok apartemen di Dubai. Selain menjadi nama kompleks, pihak pengembang juga memberi sebuah apartemen mewah seharga 1 juta pounds atau sekitar Rp 17,5 miliar!.
Pihak pengembang yang menginvestasikan modal 150 juta pounds itu menyebut, Gerro dipilih karena kapasitasnya sebagai pemain profesional dengan prestasi tinggi. “Aku sungguh tersanjung, aku tak menyangka mendapat anugerah seperti ini. Anda tentu tahu bagaimana rasanya jika nama Anda dijadikan sebuah nama dalam kompleks apartemen yang bernilai seni tinggi, sungguh membanggakan,” ucap Gerro.
Ia pun bergabung bersama pesohor lainnya seperti Michael Schumacher dan Boris Becker. Bedanya, nama kedua mantan atlet itu tidakdijadikan ikon blok, hanya mereka punya apartemen di blok Gerrrard. (persda network/bud)

Berubah jadi Ngirit
KRISIS ekonomi yang tengah melanda dunia menjadikan Steven Gerrard juga mulai berhitung. Bersama sang istri, Alex Curran, keluarga kecil ini sudah berkomitmen untuk berubah jadi lebih ngirit dalam segala hal.
Beberapa anggaran yang dipangkas antara lain belanja fashion dan bertamasya. “Aku dan Alex sudah sepakat tentang itu, tahun lalu kami masih bisa berjalan enak kemanapun, kini semuanya sudah mulai berubah, lebih baik kami setahun sekali tapi dalam rentang lama berliburnya,” ucap Gerro.
Alex yang terkenal doyan belanja juga sudah mulai mengurangi tingkat konsumsinya. Tapi pemangkasan anggaran itu tidak berlaku untuk kesenangan pribadi di klab malam. Tetap saja mereka punya anggaran khusus. Kabarnya, untuk yang satu ini, Alex-Gerro punya 30 ribu pound per minggu, alias seperempat dari gaji sang skipper per minggunya.
“Kami sangat sibuk seminggu penuh, jadi tak salah kalau sekedar enjoy di klab malam, berkaraoke dan sekedar minum untuk menghangatkan tubuh, yang penting kami tak mengganggu prestasi dan kerja kami sendiri, itu saja prinsipnya” imbuh Alex. (persda network/bud).

Inspirasi Kisah Tikus
ORANG sukses biasanya mengadopsi sebuah kisah yang akan dijadikan pegangan dalam mengarungi karir. Begitupun dengan Steven Gerrard. Ia mengaku terinspirasi dari tikus!. Tentu bukan tikus nyata, tapi berasal dari sebuah novel karya John Steinbeck berjudul Of Mice And Men.
Buku yang bercerita tentang kecerdikan seekor tikus mengelabui para pria dewasa yang mengejar hewan kecil itu, dijadikan dasar bagi Gerro untuk mengaplikasikannya di lapangan hijau. “Tikus itu sangat lincah, dia sangat pandai membuat trik untuk mengalahkan setiap pergerakan para pemburu. ‘Ajaran’ Itu selalu kupakai, terutama dalam situasi deadlock saat lawan bermain sangat ofensif ataupun super defensif,” sebut Gerro.
Stevie G mengaku, ia selalu membaca novel yang sudah dikenalnya sejak remaja itu. Taktik di level sepakbola praktis tak akan jauh dari apa yang diperagakan tikus kecil itu untuk bermain strategi. “Sepakbola juga selalu begitu, harus bergerak dinamis jika tak ingin dilindas lawan, aku selalu membaca novel itu, herannya aku tak pernah bosan,” tegas Gerro. (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: