useful


Dikira Air Tumpah Biasa
March 27, 2009, 1:45 pm
Filed under: news around Indonesia

Hadi Susanto (45), salah seorang warga yang selamat dari bencana jebolnya Danau Situ Gintung, menuturkan pengalamannya. ”Sekitar jam setengah lima, adzan subuh baru saja selesai,” ungkap warga RT 4 RW 7 ini.
Pukul 03.00 dini hari, kata Hadi, terdapat peringatan dari warga kampung atas yang dekat dengan Danau Situ Gintung. ”Saya langsung bangunkan istri saya, tapi dia tidur lagi. Saya pikir hanya air tumpah biasa. Anak saya juga masih tidur,” katanya.
Tak berapa lama, saat dirinya berada di kamar mandi terdengar gemuruh air. Dengan cepat, ia langsung mengajak anak dan istrinya segera ke luar dari rumah. Saat itu, ketinggian air sudah setinggi dada orang dewasa. ”Ketinggian air sudah sampai kepala saya cuma berpegangan ke kusen jendela supaya enggak hanyut,” ujarnya, Jumat (27/3).
Nasib baik masih melingkupi Hadi beserta keluarga, dirinya masih sempat menghindari terjangan air yang lebih tinggi Sambil menyelamatkan diri, ia pun sempat menolong tetangganya yang hanyut.
Hadi hanya bisa bersyukur keluarganya selamat meski harta bendanya ludes diterjang air bah. ”Waktu kejadian saya sudah enggak sempat pakai baju lagi, ini dapat baju dari bantuan,” ujar bapak empat anak ini.
Rumah Hadi berada di bagian, terendah tetapi berada sekitar 500 meter dari Danau Situ Gintung. ”Air dari danau langsung nendang sampai atap rumah saya habis. Terus air berbalik arah dan berputar-putar di wilayah ini, makanya rusaknya parah,” tuturnya.
Evakuasi di posko Universitas Muhammadiyah Jakarta atas korban jebolnya tanggul Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, dihentikan untuk sementara dan dilanjutkan esok hari jam 06.00 karena hujan.
“Awalnya evakuasi akan dilakukan sampai jam 00.00 tapi hujan membuat proses evakuasi tidak memungkinkan untuk dilakukan. Kondisi lapangan sangat licin dan penerangan kurang memadai. Jadi, evakuasi dilanjutkan besok,” jelas M Yusuf, Wakil Koordinator posko UMJ di Tangerang, Jumat (27/3).
Menurut Yusuf, alat-alat berat seperti crane atau pengeruk akan diturunkan karena kami memperkirakan masih banyak korban yang tertimbun di bawah reruntuhan.
Untuk sementara total korban tewas sebanyak 58 orang. ” Itu berasal dari tiga posko, yaitu posko STIEAD, Posko Muhamadiyah, dan RS Fatmawati,” tutur Yusuf.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: