useful


Victoria Azarenka: Hobi Belanja
April 5, 2009, 10:42 am
Filed under: news of family&lifestyle

MULAI menapaki karir internasional dan punya nama bagus, TENNIS-WTA-GER-UKR-BLR-BONDARENKOmembuat kehidupan Victoria Azarenka mulai mendapat sorotan khalayak ramai. Sosok Azarenka memang diprediksi bakal menjadi ratu baru pengganti duo William dan Maria Sharapova dalam beberapa tahun ke depan. Usianya yang baru 21 tahun membuat kans-nya sangat besar untuk terus berkembang dan menunjukkan progres positif. Bahkan Roger Federer menyebut, dalam tiga tahun ke depan, Azarenka bisa berada di top 2.
Karena mulai terkenal itulah, sosok berkebangsaan Belarusia ini sudah mendapat tempat di daftar buruan para jurnalis. Sisi privasi dan gaya hidup Azarenka pun sudah menjadi santapan sekaligus buruan para kuli tinta, baik cetak, televisi maupun online. Itu pula yang dirasa sang objek. “Kehidupanku sedikit mulai terganggu, kini saya benar-benar harus selektif dan tidak seperti 3-4 tahun lalu saat berlaga di level junior, kini setiap kali berjalan, sorot kamera dan mata orang-orang sepertinya mengarah padaku, sedikit terganggu tapi saya berusaha untuk menikmatinya,” sebut Azarenka, di situs pribadi.
Gangguan-gangguan itu dianggap Azarenka sebagai bentuk perhatian khalayak terhadap karir dan kehidupannya. Ini membuat dirinya makin bersemangat dalam bermain dan mencetak prestasi membanggakan di kemudian hari. Posisi delapan besar sekarang menjadi ‘hadiah’ tersendiri bagi cewek yang memilih tinggal di Scottsdale, Arizona, AS ini ketimbang di tanah kelahirannya, Belarusia.
Satu yang pasti, kegiatan berbelanja pelbagai hal tetap dilakukan. Mengantongi total hadiah 1,8 juta dolar AS sepanjang karir sebelum menjuarai Sony Ericsson Terbuka di Miami awal minggu ini, membuat Azarenka selalu punya dana untuk berpuas diri dengan membenamkan pada kesibukan mencari beragam barang kesukaan.
“Gaya hidupku saat ini sama seperti kebanyakan remaja, usiaku masih 19 tahun dan tentu satu hal yang selalu terpikirkan jika berada di luar lapangan adalah berbelanja, utamanya tentu fashion,” sebut cewek kelahiran 31 Juli ini.
Mengenai selera fashion kala berbelanja, Azarenka tak menyebut merk tertentu, bahkan dalam memilih pun ia tak pernah melihat brand apa dulu yang akan diincar. Baginya, apapun bentuk fashion itu, semuanya sama saja. “Hal paling penting adalah saya merasa nyaman dan bisa bergerak luwes serta lincah, jadi tak ada merk tertentu meski kadang saya harus berdiskusi dengan ibu tentang pakaian yang akan dikenakan dalam sebuah acara resmi dan formal,” ucap cewek berparas menawan ini.
Tak heran, di setiap kota tempat sebuah turnamen ia ikuti, remaja kelahiran kota Minsk ini selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke mal atau pusat perbelanjaan yang menyediakan aneka ragam produk fashion. Di sana, tak melulu baju, tanktop, rok mini, celana jins atau topi saja. Tapi semua produk yang berhubungan dengan fashion selalu menjadi incaran. “Saya pernah di Roma, melihat anek pin lucu, saat itulah langsung kubeli. Begitupun kalau ada aksesoris seperti sabuk, ikat rambut, pengencang lengan sampai kaos kaki pun bakal kubeli,” ucap Azarenka.
Meski punya hobi belanja, soal dana ia punya batasan tertentu di setiap turnamen. Maksimal, ia hanya boleh membelanjakan tak lebih dari 5 ribu euro pada setiap turnamen. Artinya, jika ada dua turnamen di kota yang sama, ia boleh berbelanja sampai 10 ribu euro. “Itu aturan orang tua, dan apa yang mereka ungkapkan memang masuk akal, karena saya harus menabung demi masa depan juga,” tutur Azarenka bijak.
Dua kota yang menjadi favorit Azarenka untuk berbelanja adalah Paris dan Moskow. “Di sana banyak ragam aksesoris dan hasil fashion yang unik dan feminis. Kata orang, saya bisa tampil lebih cantik lagi dengan karya-karya dari dua kota itu. Dan memang, beberapa baju yang kubeli dari dua kota sangat cocok. Suasana belanja di sana pun sangat nyaman,” tegas petenis yang mulai terjun ke profesional pada tahun 2003. (persda network/bud)

Susah Bangun Pagi
ADA satu kebiasaan Victoria Azarenka yang akhirnya jebol ke khalayak ramai, yakni selalu susah untuk bangun pagi. Tak heran selama menjalani pelbagai turnamen, ia selalu membidik jadwal pertandngan siang, sore atau malam hari. Ia menyadari kekurangan itu, sayang sangat berat merubah apa yang sudah menjadi tabiat keseharian.
“Saya pernah ditinggal ke gereja karena bangun siang, dihukum pelatih saat datang ke tempat latihan jam 11 siang padahal seharusnya pukul tujuh, dan kalah tanpa bertanding akibat jadwal pertandingan saat itu pukul 8 pagi, bagiku bangun pagi adalah sesuatu yang sangat berat meski malamnya saya tak pernah begadang,” ucap Azarenka, malu-malu.
Beruntung di setiap turnamen, ia selalu mendapat partner yang mau mengerti kebiasaannya itu. Cewek berpostur ‘raksasa’, 180 cm ini menyebut kehadiran pasangannya di ganda putri, Shahar Pe’er sangat membantu. “Dia adalah satu di antara sobat dekatku di kalangn dunia tenis, selain tentu kebanyakan pemain asal Rusia. Shahar selalu memaksaku untuk bangun pagi,” ucap Azarenka.
Satu lagi kebiasaannya adalah ketergantungan pada telepon seluler. Setiap saat ia tak mau jauh dari teknologi gadget itu. Baginya, melaporkan hasil pertandingan yang baru saja dilakukan ke orang tua dan saudara dekat adalah sebuah kewajiban. (persda network/bud)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: