useful


Diduga Teserang Flu Babi, Co Pilot Dirawat Intensif di RSHS
May 12, 2009, 12:33 pm
Filed under: news around Indonesia

BANDUNG, TRIBUN – Diduga terjangkit flu babi atau swine flu H1N1, seorang Co Pilot penerbangan internasional di rawat di ruang isolasi Flamboyan RSHS, Senin (11/5) lalu. Pasien berinisial RES (39) ini teridentifikasi mengalami gejala mirip kriteria penderita flu babi.
Dalam jumpa pers, Selasa (12/5) siang, anggota Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS, dr5 Primal Soedjana mengatakan, pasien asal Surabaya tersebut tiba di RSHS pukul 17.26 WIB. Pasien dibawa oleh tim dokter dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Hussein Sastranegara, Bandung.
Saat tiba, pasien sudah mengalami demam, sakit tenggorokan, nadi cepat, dan sesak nafas. “Kriteria ini mirip dengan gejala swine flu seperti yang telah ditetapkan Depkes. Atas dasar ini, pasien kita rawat di ruang isolasi dan dinyatakan suspect swine flu,” kata Primal.
Penetapan suspect, lanjut Primal, karena badan kesehatan dunia, WHO sendiri tidak menerapkan istilah observasi untuk kasus flu babi. Karena tidak ada istilah inilah, maka untuk kasus Co Pilot ini meski belum tentu terserang virus flu babi, dinyatakan suspect swine flu H1N1.
Dipaparkan Primal, sebelum di rawat di RSHS, pasien kerap melakukan perjalanan internasional ke Singapura dan Kualalumpur. Dan pasien sempat kontak dengan seorang penderita flu di salah satu bandara yang pernah disinggahi pasien. “Mobilitas pasien sebelumnya cukup tinggi, dia sering melakukan perjalanan internasional dan pernah kontak langsung dengan salah seorang penderita flu di salah satu bandara,” paparnya.
Meski sempat kontak, namun tidak diketahui pasti apakah orang terkena flu tersebut teridentifikasi terserang flu babi, karena orangb tersebut juga berada di bandara dan bukan dalam status pasien rumah sakit.
Primal juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan timnya, ditemukan demam tinggu hingga 38 derajat celcius. Selain itu respirasi atau pernafasan pasien mencapai 20, sementara normalnya di bawah 20 yaitu 15. Penemuan lain, pasien mengidap gejala atau ciri‑ciri Influenza Light Lienerr (ILI) seperti hidung meler, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.
Untuk pengobatan, lanjut Primal, pasien mendapat perlakuan layaknya penderita flu burung atau AI. Dalam satu hari pasien mendapat obat tamiflu dengan dosis dua kali 75 miligram. Seperti pasien AI, tim dokter juga mengambil sampel apus hidung dan tenggorokan serta darah pasien untuk diperiksa di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. “Sampelnya sudah kita kirim semalam. Dan hasilnya, tidak akan diumumkan. Hasil hanya bisa diumumkan atau diberitahukan langsung oleh Depkes atau Menkes. Kita hanya merawat saja,” tegas Primal.

Sempat “Check In” di Hotel
Hingga Selasa (12/5), pasien masih mendapat perawatan intensif di ruang Flamboyan. Wartawan yang biasanya diperkenankan mengambil gambar dari sebuah CCTV, untuk kasus swine flu H1N1, wartawan tidak diperkenankan. “Ini (flbu babi) human to human, jadi siapa pun dilarang mendekati ruang perawatan. Keluarga saja belum boleh, kecuali perawat dan tim medis,” kata dr Anggraini Alam, anggota Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS.
Dikatakan Anggraini, gejala yang dialami pasien mirip dengan kriteria flu babi. Hanya saja ada yang kurang untuk menyatakan pasien terduga terserang virus tersebut yakni kontak dengan penderita. “Kontaknya tidak jelas. Tapi kita tetap nyatakan sebagai suspect karena tidak ada istilah observasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III Cirebon/Kepala Seksi Upaya Kesehatan Pelabuhan dan Lintas Wilayah
Deden Dewanto, mengungkapkan kronologis sebelum Co Pilot RES (39) dirawat di RSHS. Senin (11/5) pukul 13.30 WIB, pesawat Air Asia mendarat di Bandara Hussein Sastranegara. Saat itu, 4 anggota KPP yang terdiri dari dua dokter dan dua perawat melakukan Boarding Cleareance dan membagikan Health Alert Card untuk diisi oleh 5 krew dan 77 penumpang yang ada di pesawat tujuan Kuala Lumpur-Bandung tersebut.
Begitu krew dan penumpang masuk pintu kedatangan, semua penumpang dinyatakan tidak ada yang sakit, hanya saja Co Pilot diketahui mengalami kurang enak badan. “Saat itu dia mengaku kurang enak badan. Dan memang saat diperiksa belum ada demam,” kata Deden.
Namun belakangan kondisi Co Pilot ini semakin buruk. Ia mengalami demam, batuk, sakit tenggorokan, influenza, dan sesak nafas. Karena kondisi seperti ini, tim KPP memutuskan merujuk pasien ke RSHS untuk ditangani lebih lanjut. “Jadi sebenarnya kita tidak menyatakan ia suspect, karena memang belum ada demam, hanya tidak enak badan saja,” lanjut Deden
Sementara itu, saat disinggung lamanya tenggang waktu pemeriksaan di bandara dengan waktu saat pasien dirujuk ke RSHS, seorang anggota KPP mengaku pasien sempat check ini di sebuah hotel. Pasien yang sebelumnya dinilai hanya tidak fit, dipersilahkan oleh maskapai tempatnya bekerja untuk istirahat di hotel.
“Dia pun diantar ke hotel. Kita fokus pemeriksaan ke penumpang lain. Tapi setelah itu, saya jadi tidak enak dan menengok dia di hotel. Ternyata badannya sudah demam, jadi pasien harus dirujuk ke RSHS,” papar anggota tim tersebut.
Dari catatan KPP, Co Pilot tersebut mengakui dalam tujuh hari sebelum sakit tidak pernah kontak dengan konfirmasi swine flu H1N1. Selain itu, ia juga dalam tujuh hari sebelum sakit tidak pernah berkunjung ke negara terjangkit.
“Dari sini pula makanya kita tidak menyatakan kalau pasien suspcet flu babi. Dan pernyataan suspect hanya bisa dikeluarkan oleh dokter yang menangani serta dinkes,” tambah Deden.

KPP Waspada Penularan Swine Flu
Mengetahui pasien sudah dinyatakan suspect, KKP Bandara Hussein Sastranegara mengaku akan meningkatkan kewaspadaan. Diakui Kepala KKP Kelas III Cirebon, Deden Dewanto, hingga saat ini Bandara Hussein tidak dilengkapi alat Thermo Scanner untuk mendeteksi swine flu. Saat ini tim KPP hanya mengandalkan visual untuk mendeteksi penumpang yang sakit. “Kita hanya mengandalkan visual. Karena memang tidak ada alat untuk mendeteksi, mungkin karena kondisi keuangan negara,” kata Deden, saat ditemui di ruangannya.
Disinggung bila pasien dinyatakan positif terserang swine flu H1N2? Deden hanya menegaskan tindakan akan dilakukan sesuai prosedur penanganan. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan di pesawat yang membawa Co Pilot tersebut. Selain itu, pihaknya akan meminta daftar penumpang yang berada dalam satu pesawat dengan Co Pilot tersebut. “Tapi dari pemeriksaan terhadap 77 penumpang dan krew lain, tidak ada yang sakit. Jadi semoga saja, Co Pilot hanya sakit flu biasa,” tandasnya.


Co Pilot Hanya Sakit Biasa

GENERAL Manager PT Angkasa Pura II, Mulya Abdi, mengaku terkejut dengan adanya pemberitaan mengenai Co Pilot Air Asia yang dinyatakan suspect swine flu H1N1. Ia mengaku sempat berbicara di lounge Bandara Hussein dengan Co Pilot tersebut. “Dia hanya bilang kurang sehat dan tenggorokannya sakit. Makanya saya kaget, ko sudah dikaitkan dengan itu (virus swine flu),” kata Mulya, saat ditemui wartawan di Bandara Hussein.
Menurutnya, pilot juga manusia biasa yang bisa saja terkena flu. Dan ahar cepat sembuh, diputuskan berobat ke dokter dan di rawat di RSHS. “Pilot juga manusai sama kaya kita, demam supaya cepat sembuh yah dibawa ke rshs. Meski dirawat di Ruang Flamboyan yang selama ini dipakai untuk perawatan pasien khusus, kan belum tentu yang bersangkutan terkena,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, bukannya tidak mempercayai adanya kasus swine flu atau pun tidak mendukung upaya pencegahan terhadap penularan virus tersebut, ia hanya menyayangkan efek yang bisa ditimbulkan bila sudah ada pernyataan pilot dinyatakan suspect flu babi.
Menurutnya, masyarakat masih banyak yang awam tentang istilah suspect.
“Kan masih dugaan, yang ditakutkan, orang awam tidak ngerti seakan sudah terjangkit. Ini sangat-sangat sensitif. Efeknya ke ekonomi. Mereka yang berjualan nantinya jadi ngga berani ketemu wisatawan,” lanjut Mulya.
Karena itulah, ia sangat yakin kalau Co Pilot tersebut hanya demam biasa. Dan ia mengharapkan, para pewarta bijak dalam memberitakan kasus ini. “Waspada terhadap penyakit ini, kita dukung. Tapi juga jangan buat panik masyarakat,” tegas Mulya.
Ditambahkan Mulya, saat ini Bandara Husein Sastranegara Bandung melayani tiga penerbangan internasional yakni Bandung‑Kuala Lumpur dan Bandung‑Singapura setiap hari. Bahkan Juli mendatang akan ada satu slot lagi untuk tujuan Singapur. Ramainya penerbangan di Hussein diharapkan meningkatkan pariwisata di Bandung karena banyaknya wisawatan yang berkunjung ke kota ini. (tif)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: