useful


Perang 67 Pensiunan Jenderal
May 28, 2009, 4:58 am
Filed under: news around Indonesia

* Terjun ke Panggung Politik
* Dukung Capres-Cawapres
Inilah perang bintang sesungguhnya. Setidaknya 67 orang mantan petinggi TNI- Polri berpangkat bintang di pundak terjun ke panggung politik pada Pilpres yang akan digelar 8 Juli mendatang. Kubu SBY-Boediono didukung 18 orang purnawirawan jenderal yang dipimpin mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, JK-Wiranto disokong 23 jenderal, sedangkan 26 jenderal menopang Mega-Prabowo.
Pasukan purnawirawan jenderal pendukung JK-Wiranto, selain Wiranto yang mantan Panglima ABRI, ada sederet mantan petinggi TNI-Polriseperti mantan KSADJenderal Subagyo HS, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi TNI, mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Chaeruddin Ismail, dan mantan Wakil KSAD yang saat ini menjabat Sekjen Golkar Letjen (Purn) Sumarsono.
Di belakang Mega-Prabowo antara lain, selain mantan Danjen Kopassus/Pangkoastr ad Prabowo Subianto, terdapat mantan Kepala BIN/Mantan Menteri Transmigrasi Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, mantan KSAD Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, mantan Kepala BAIS Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, mantan think-thank atau tim sukses SBY tahun 2004 yang saat ini Ketua Umum Partai Pakar Pangan Letjen (Purn) M Yasin, mantan Pangdam Udayana/anggota DPR Mayjen (Purn) Theo Syafei, kemudian mantan Denjen Kopassus Mayjen (Purn) Muchdi Pr ).
Sederet mantan jenderal penuh juga merapat ke SBY-Boediono. Misalnya, mantan Kapolri
Jenderal Polisi (Purn) Sutanto, mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, mantan KSAU Marsekal (Purn) Herman Prayitno, dan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono sendiri.
Selanjutnya Letjen TNI (Purn) Suyono (Mantan Kasum TNI), Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (mantan Kaster TNI), Mayjen (Purn) Sudi Silalahi (Mantan Pangdam V-Brawijaya/ Sekretaris Kabinet), Letjen (Purn) TB Silalahi (mantan Menpan/Anggota Wantimpres), – Mayjen (Purn) Sardan Marbun (Staf Khusus Presiden), dan Brigjen (TNI aktif) Kurdi Mustofa (sekretaris Pribadi Presiden dan aktif melobi koalisi).
Pengamat militer MT Arifin mengatakan banyak mantan jenderal yang makin berani bersikap dan memiliki pilihan-pilihan berbeda terhadap kandidat capres-cawapres, awalnya didasari jaringan pertemanan.
Namun belakangan, motifnya menjadi beragam, tergantung calon presiden mana yang didekati. “Yang jelas, mereka (mantan jenderal) yang merapat ke SBY hanya mencari kekuasaan. Sementara yang merapat ke kubu JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo kecewa pada SBY karena merasa TNI menjadi korban neoliberalisme,” kata MT Arifin.
Kekecewaan lainnya misalnya, terhadap kebijakan pemerintah yang terkait soal keputusan politik di dalam maupun luar negeri. Dan yang lebih khusus lagi, menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan militer. Penilaian-penilaian itu sudah dilakukan mereka sejak tahun 2006.
Para purnawirawan jenderal ini merasa soal kepentingan nasional tergadaikan. “Soal sikap nasionalisme dan hubungan pemerintah terhadap yang dianggap pro pihak-pihak barat. Sikap ini menjadi sangat mencuat bagi mereka dan menganggap, Indonesia malah banyak dirugikan oleh kepentingan barat atau asing,” kata MT Arifin.

(Persda Network/amb/ yat)
========
Kemarin, Djoko Suyanto mengatakan, para pensiunan jenderal yang bergabung dalam tim sukses pasangan Capres-Cawapres adalah hal wajar. Purnawirawan tidak berbeda dengan rakyat biasa. “Purnawirawan kan sama dengan anda-anda ini. Apa bedanya? Kan boleh. Apa bedanya incumbent memanfaatkan teman-teman yang lain, memanfaatkan profesi yang lain,” ungkap Djoko saat ditemui di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (27/5).

“Saya sekarang adalah Djoko Suyanto, warga sipil,” tegas pria yang menjabat sebagai Panglima TNI periode 2006-2007 itu.

Pekan lalu, 10 orang purnawariwan (AU) menyatakan dukungan kepada JK-Wiranto, antara lain mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh. Di kubu Mega-Prabowo, sebelum pencalonan presiden remis diajukan, 19 purnawirawan jenderal bertemu Mega-Prabowo. Pasukan jenderal dipimpin mantan Kepala BIN, Jenderal AM Hendropriyono. Seorang mantan tim sukses SBY-JK pada Pilpres 2004, yakni Letjen (Purn) M Yasin juga bergabung Mega-Pro.

Menurut mantan Panglima Djoko Suyanto, keterlibatan purnawirawan dalam Pemilu tidak larang dalam undang-undang. Layaknya warga sipil di Indonesia, purnawirawan bebas menentukan pilihannya. Tentu saja kebebasan ini berbeda ketika mereka masih aktif sebagai anggota TNI.

Bagaimana dengan jaringan yang terbentuk waktu masih menjabat di TNI? Djoko menegaskan secara organisasi dia tidak bisa memerintahkan seorang Kopral atau prajurit TNI lainnya. Kalau pun bisa, Djoko yakin anggota TNI tersebut tidak akan mau menurutinya.

“Karena saya sendiri mengerti, mereka juga ngerti. Jangan khawatir soal TNI. Saya yakin betul itu,” kata Djoko.

Djoko sendiri yakin TNI akan tetap bersifat netral dalam Pilpres mendatang. Di kalangan TNI, terutama yang masih aktif, tidak dikenal istilah politik. “Politik TNI enggak ada. Politik TNI itu politik negara,” terangnya.

“Enggak mungkin Jenderal mendukung (pasangan Capres-Cawapres) . TNI kan netral. Jangan terlalu menganggap rendah TNI. TNI sudah tahu posisinya dimana. Pak Djoko Santoso (Panglima TNI-red) pasti akan mengawal proses demokrasi saat ini dengan baik. Susah payah kita menjaga kenetralan, itulah yang akan dijaga TNI,” kata Djoko.

Lebih lanjut, Djoko juga menganggap sesuatu yang wajar jika seorang purnawirawan mengungkapkan statusnya yang dulu. Contohnya, mantan Panglima TNI, seperti Djoko, atau pejabat tinggi TNI lainnya. “Masa saya enggak boleh mantan TNI?” ujarnya seraya tersenyum.

Disinggung persaingan dengan para purnawirawan lain yang tergabung dalam tim sukses pasangan Capres-Cawapres lainnya, Djoko membantah adanya suasana kompetisi yang sengit. Dia tetap mengganggap para purnawirawan itu sebagai sahabat. Peluk cium tanpa pernah ketinggalan saat Djoko bertemu dengan rekan-rekan sesama purnawirawan.

“Mereka sahabat-sahabat saya. Kalau ketemu enggak peluk-pelukan. Kamu (wartawan, Red) saja mungkin yang melihatnya terlalu serius,” imbuh Djoko yang sesekali melontarkan guyon saat menanggapi pertanyaan seputar keterlibatan TNI dan purnawirawan menjelang Pilpres mendatang. (Persda Network/mun/ amb)

=======
Inilah 67 Pensiunan Jenderal Pendukung Capres

* JK-WIRANTO: 23 JENDERAL
– Jendral TNI (Purn) H Wiranto SH (Mantan Panglima ABRI)
– Jenderal Subagyo HS (Mantan KSAD)
– Jendral TNI (Purn) Fachrul Razi (Mantan Wakil Panglima TNI Letjen)
– Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh (Mantan KSAL/Ketua DPP Hanura)
– Jendral Pol (Purn) Chaeruddin Ismail (Mantan Kapolri/Ketua DPP Hanura)
– Letjen TNI (Purn) Arie Mardjono (mantan Sekjen Golkar/Wakil Ketua Dewan Penasihat DPP Hanura)
– Letjen (Purn) Sumarsono (Mantan Wakil KSAD/Sekjen Golkar)
– Laksdya TNI (Purn) Abu Hartono, (mantan Ketua Fraksi TNI-Polri DPR/Wakil Ketua Dewan Penasihat Hanura)
– Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso (Mantan Dan Korpaskhasau/ Ketua DPP Hanura)
– Letjen. TNI (Purn) Suaidi Marasabessy (Mantan Kasum/Ketua DPP Hanura)
– Marsdya TNI (Purn) Basri Sidehabi (Mantan Wakil KSAU)
– Marsekal Madya (Purn) Ali Munsyiri Rappe (Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara)
– Mayjen TNI (Purn) Aqlani Maza MA (mantan Dirjen Sarana Pertahanan Dephan/Ketua DPP Hanura)
– Mayjen TNI (Purn) Iskandar Ali (Mantan Anggota DPR FTNI-Porli/Wakil Bendahara Umum)
– Mayjend (Purn) Djoko Besariman(Mantan Pangdam VI/Tanjungpura/ Ketua DPD Hanura Jateng)
– Laksda TNI (Purn) Sosialisman (Mantan Irjen TNI)
– Mayjen TNI (Purn) Djasri Marin (Mantan Pangarmatim)
– Marsda TNI (Purn) Syamsuddin Arsyad (Mantan dan Puspom TNI)
– Marsda (Purn) TNI Pieter Wattimena (mantan Dirjen Ranahan Departemen Pertahanan)
– Laksamana Muda (Purn) Abdul Malik Yusuf (Mantan Kadispen TNI AL)
– Laksamana Muda (Purn) Syamsudin Arsyad (Mantan Dan Puspom TNI)
– Marsekal Pertama (Purn) Yopie Kiriweno, (mantan staf ahli KSAU)
– Brigadir Jenderal (Purn) Djamhur Suhana (mantan Dirjen Bang Linstra Sesko TNI)

* MEGAWATI-PRABOWO: 26 JENDERAL
– Letjen (Purn) Prabowo Subianto (Mantan Pangkostrad/ Danjen Kopassus)
– Jenderal (Purn) AM Hendropriyono (Mantan Kepala BIN/Mantan Menteri Transmigrasi)
– Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo (Mantan KSAD)
– Mayjend (Purn) Tritamtomo (Mantan Pangdam I Bukit Barisan/Anggota DPR)
– Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin (Mantan Kepala BAIS)
– Letjen (Purn) Yogi Supardi (Mantan Pangdam Udayana)
– Letjen Marinir (Purn) Suharto (Mantan Dan Korps Marinir)
– Letjen (Purn) M Yasin (mantan Sekjen Wantannas/Ketua Umum Partai Pakar Pangan)
– Mayjen (Purn) Theo Syafei (mantan Pangdam Udayana/anggota DPR)
– Mayjen Purn Muchdi Pr (Mantan Danjen Kopassus)
– Mayjen (Purn) T Andang Ruchiatna (Mantan Pangdam Udayana)
– Mayjen (Purn) Suwardi (Mantan Gubernur Jateng)
– Mayjen (Purn) Haris Sudarno (Mantan Pangdam Brawijaya)
– Mayjen (Purn) Amir Tohar (Mantan Komandan Paspampres)
– Mayjen (Purn) Joni Wahab (Mantan Ketua Inkopad)
– Mayjen (Purn) Yudi Magio Yusuf Mantan Aspam KSAD)
– Mayjen (Purn) Asril Tanjung (mantan Kepala Staf Kostrad)
– Mayjen (Purn) Edi Budianto (mantan Asintel Kasum TNI)
– Letjen (Purn) Sugito (Mantan Pangdam Jakarta)
– Mayjen (Purn) Semion Remon (mantan Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Politik Lemhannas RI)
– Mayjen (Purn) Arifin Seman (mantan Komandan Penerbad)
– Mayjen (Purn) Gleni Kauripan
– Letjen (Purn) Putu Wardana
– Marsda TNI (Purn) Suwiono Ardi
– Marsda TNI Murjanto Yuwono

* SBY-BOEDINO: 18 JENDERAL
– Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden)
– Jenderal Polisi (Purn) Sutanto (Mantan Kapolri)
– Mantang Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
– Mantan KSAU Marsekal (Purn) Herman Prayitno
– Marsdya (Purn) Surrato Siswodihardjo, kawan dekat SBY
– TNI Letjen TNI (Purn) Suyono (Mantan Kasum TNI)
– TNI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (mantan Kaster TNI)
– Mayjen TNI (Purn) Herman Ladjidja Djuni (mantan anggota DPR/MPR F-TNI-Polri)
– Mayjen (Purn) Sudi Silalahi (Mantan Pangdam V-Brawijaya/ Sekretaris Kabinet)
– Mantan Kababinkum TNI AD Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar
– Letjen (Purn) TB Silalahi (mantan Menpan/Anggota Wantimpres)
– Mayjen (Purn) Soeprapto (Komisaris PT Indosat)
– Mayjen (Purn) Sardan Marbun (Staf Khusus Presiden)
– Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring (mantan Sekretaris Utama Lemhanas)
– Mayjen (Purn) Irvan Edison (mantan Asisten KSAD/Staf Khusus Presiden)
– Mayjen (Punr) TNI Max Tamaela (Mantan Pangdam XVI/Pattimura)
– Mayjen (Purn) Djali Yusuf (Mantan Pangdam Sultan Iskandar Muda)
– Brigjen (TNI aktif) Kurdi Mustofa (sekretaris Pribadi Presiden dan aktif melobi koalisi)

(Persda Network/domu damiannus ambarita/rachmat hidayat)


2 Comments so far
Leave a comment

CAPRES DAN CAWAPRES MULAI SALING SERANG

Hardikan, kecaman, hinaan mulai dilakukan para capres dan cawapres. Tim sukses pun tak mau ketinggalan, mulai melancarkan aksi balasan.

Mendengar kata demi kata aksi tersebut, hati serasa miris jadinya. mereka saling memburukkan, membingungkan saling serang mempertontonkan pola kampanye yang tidak sehat.

Sempitnya fikiran tim sukses pemenangan capres dan cawapres tentang strategi dan karakter calon yang diusung semakin terlihat jelas. Mereka tidak menjelaskan kepada publik apa visi dan misi capres dan cawapresnya. Yang terjadi saling serang, saling memburukkan, debat kusir. Semua yang dilakukan justru akan semakin memperparah keadaan.

Dalam mata khayal, terbayang bagaimana jika budaya saling menyerang ini berimbas ke tingkat bawah. Semua bisa menimbulkan gesekan antar simpatisan calon. Yang kalah akan terjajah, marah, sehingga menimbulkan tawuran antar pendukung.

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Comment by redaksi

alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.

Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

wassalamu alaikum wr. wb.

Comment by dir88gun2




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: