useful


McD Resmi Milik Sosro
June 5, 2009, 5:54 am
Filed under: news around Indonesia

NAMA pengusaha ini mengemuka seiring tanda-tanda bisnis franchise McDonald yang dibangunnya sejak 1991mulai tergerogoti. Bisnis waralaba makanan cepat saji ini kini berpindah tangan ke kelompok bisnis Sosro.

Sebelumnya, bisnis Tonny—sapaan akrab Bambang—di bidang lain seperti perbankan juga mengalami nasib buruk. Bank IFI harus ditutup oleh Bank Indonesia (BI) pada April lalu, akibat modalnya terus mengalami pendarahan (bleeding) sehingga rasio CAR (capital adequacy ratio) pun di bawah batas minimal yang disyaratkan BI.

Pada 2002, Bambang juga pernah kesandung kasus dugaan korupsi di PT Jamsostek. Bambang bersama mantan Direktur Utama PT Jamsostek Akmal Husein dan Mantan Direktur Keuangan PT Jamsostek, Horas Simatupang menjadi tersangka dugaan korupsi di PT Jamsostek dalam pembelian promissory note yang diterbitkan PT Ramako Gerbang Mas milik Bambang oleh PT Jamsostek senilai Rp 40 miliar. Dengan sangat terpaksa, Bambang Rachmadi menyerahkan tanah kesayangannya di salah satu pusat bisnis di Kuningan, Jakarta. Selain itu bos McDonald ini mengeluarkan kocek sejumlah Rp 11,5 miliar.

Konon menurut ceritanya, ia sempat menangis dengan mencucurkan air mata ketika menyerahkan tanah itu ke pihak Jamsostek. Tanah itu kurang lebih sekitar 5.000– 10.000 meter persegi luasnya. Bambang Racmadi berencana akan membangun di atas tanah itu pusat McD seluruh Indonesia. Tapi, keinginannyanya itu harus dibatalkan, karena dirinya harus membayar kewajiban kepada Jamsostek. Sebab kalau tidak, reputasi dan kepercayaan publik terhadap dirinya akan terkikis. Kalau sempat terjadi, nasib McDonald kesangannya pun akan terganggu juga.

Sebagai pengusaha Tony mengambil tindakan lebih baik rugi sementara demi untuk menyelamatkan keuntungan jangka panjang. Ini adalah prinsip seorang pengusaha yang kuat. Bambang pun mampu menyelesaikan kemelut dalam dunia karirnya itu.

Masalah bisnis sempat mereda, kehidupan pribadinya pun diusik dalam dua tahun terakhir ini. Ini menyusul perseteruannya dengan musisi Ahmad Dhani, yang menuduhnya berselingkuh dengan mantan istrinya Maia Estianty. Namun pernikahannya dengan Amelia Jamil (25) Januari 2009, mementahkan tudingan Dani. Amelia sebenarnya calon karyawan McD. Putri Palembang asli, juga menekuni dunia modeling. Perempuan yang akrab disapa Lia itu tercatat sebagai Putri Citra 2005. Dus, pria kelahiran 15 Maret 1951, sudah pernah dua kali jadi duda. Sebelumnya pernah menikahi Sri Adyanti Sudharmono (putri mantan Wapres Sudharmono, Red) dan Yuyu Yuhanah, namun nikah siri.

Bankir Andal

Bambang yang lahir di Jakarta 1951, ini sebenarnya dibesarkan oleh dunia perbankan. Dia sempat menduduki kursi puncak sebagai Dirut Bank Panin (1986-1988), sebelum akhirnya memilih mundur dan beralih menjadi pengusaha. Ide menjadi wirausaha bermula ketika ia mulai ”bosan” menjadi pucuk pimpinan di bank milik Mu’min Ali Gunawan. Padahal sebagai bankir–ia diangkat menjadi presdir Panin Bank pada usia 35 tahun–karier Tonny tergolong pesat. Sejak 1971 hingga 1974, sembari menyelesaikan kuliahnya di FHUI Extension, ia bekerja di PT Cicero Indonesia, sebuah perusahaan percepatan, desain grafis.

Setahun kemudian ia hijrah ke Bank Duta. Dari bank tersebut ia peroleh kesempatan belajar ke Negeri Paman Sam. Hasilnya pada 1978 ia berhasil menyabet dua gelar: MSc bidang internasional banking & finance dari Saint Mary’s Graduate School of Business Moraga, dan gelar MBA dari John F Kennedy University Orinda–keduanya di California. Dengan dua gelar itu, Tonny kembali ke tanah air dan kembali ke Bank Duta pada 1978. Setelah sempat manajer divisi operasi di kantor pusat, ia kemudian dikirim ke Surabaya sebagai branch manager pada awal 1979. Setahun kemudian ia dipromosikan menjadi kepala divisi pemasaran.

Dia meninggalkan posisinya di Bank Duta sebagai managing director International Banking pada September 1986 untuk bergabung dengan Panin Bank. Sebagai orang nomor satu di Panin Bank, ketika itu Tonny sempat melakukan beberapa pembenahan; manakala kondisi Panin dikabarkan lagi tertimpa malapetaka. Menurut harian The Asian Wall Street Journal, Bank Indonesia sampai menggolongkan Panin dalam klasifikasi tidak sehat. Di tangan Bambang, perlahan-lahan bank ini mulai melesat lagi.

Kendati boleh dibilang cukup berhasil dalam mengemudikan Panin Bank, toh kursi presdir malah membuatnya gerah.

”Salah satu yang mengganggu pikiran saya adalah karier saya di bank,” ucap Tonny dengan lirih. Lho? Sebagai orang muda, ia merasa kariernya di perbankan sudah mentok. Alasan yang lebih klasik lagi adalah sudah tak ada tantangan. Dan ia ingin mencari tantangan di lahan yang lain. Apalagi, selama menjadi bankir, Tonny lebih banyak berperan sebagai penasihat bagi kalangan usaha.

”Saya tergugah untuk membuktikan diri sebagai pemain,” ucap lelaki yang bergabung dengan Panin Bank selama dua tahun itu.

Sebelum mengundurkan diri dari Panin, ia telah melakukan survei tentang beberapa bidang usaha yang potensi perkembangannya cukup bagus. Walau dalam benaknya terlintas beberapa bidang usaha, toh industri makananlah, menurut dia, yang paling pas baginya. Dan McDonald’s adalah partner yang ia pilih. Alasannya, selama ini restoran McD cukup bagus, dan hampir semua outlet-nya sukses. ”Saya berketetapan harus bisa memperoleh lisensi McD,” katanya.

Lisensi Ketat

Pada Februari 1991, restoran McD milik Bambang resmi dibuka di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Dibukanya outlet McD pertama di Indonesia itu sekaligus menjawab pertanyaan tentang menghilangnya Tonny selama 2,5 tahun dari dunia bisnis Indonesia. Restoran itu juga merupakan buah dari perjuangan Tonny selama hampir tiga tahun. Dia adalah salah satu dari 13 orang Indonesia yang melamar ke McD selama 10 tahun. Dan yang lebih berat, konon, McD tak menginginkan mitra kerja yang tidak memberikan komitmen 100%. Itulah sebabnya pada bulan September 1988 ia memilih mengundurkan diri dari Panin, hanya dengan satu cita-cita: memperoleh lisensi McD. Pada saat itu memang terkesan Tonny mempertaruhkan seluruh kariernya yang hampir 14 tahun di dunia perbankan. Padahal, keinginannya untuk menjadi pemegang lisensi McD Indonesia belum tentu tercapai. ”Kalau waktu itu saya nggak dapat McD, ya saya harus siap mulai lagi,” kenangnya.

Kini, kehilangan lisensi 97 rumah makan McD di seluruh Indonesia, Bambang pun begitu gusar. ”Seharusnya saya diajak berdiskusi dan berunding terlebih dulu, bukan langsung mengalihkan lisensi dan menjual aset tanpa sepengetahuan saya,” katanya.

Ia menjelaskan proses negosiasi sedang berjalan antara McD pusat (Amerika Serikat) dan pihak ketiga soal penjualan aset PT Bina Nusa Rama (BNR), perusahaan patungan dirinya dengan McD pusat. Seharusnya, saham perusahaan tersebut yang dijual dan bukan aset. Selain itu dia sebagai mitra harus mendapatkan opsi menawar pertama. ”Namun, ada indikasi untuk menghindari opsi tersebut, secara sembunyi-sembunyi mereka menjual asetnya. Ini yang membuat saya sakit hati,” tegasnya.


1 Comment so far
Leave a comment

Please,..Please Help.
Tidak kutulis surat ini melainkan supaya selamat.
Kepada Yth:
Bapak Bambang N Rachmadi.
Tolong Sampaikan kepadanya atau keluarganya.

“Perang Akhir Zaman” telah banyak memakan korban.
Keluarga saya dan keluarga anda.
Juga pesawat2 AURI/SIPIL banyak berjatuhan, anak-
anak di meksiko terbakar dan meninggal. Flu Babi
yang banyak memakan korban, dll.

Perang yang di sebabkan “Kitab-Kitab Suci Nabi-
Nabi” sungguh mengerikan. PD 1 dan PD 2 memakan
korban jutaan rakyat yahudi dibakar hidup-hidup.
Bahkan sekarang mereka yang cuma hidup seperti
keluarga di Indonesia (mempunyai kandang ayam,
di hujani rudal, yang menghancurkan kehidupan
mereka). Mereka kecapaian sebab “orang palestina
yang mati hidup kembali, terus dan terus”.

Saya bekas manager McD. Anda. Bagaimana saya seorang
diri menghadang 70000 orang di depan McD anda, saya
tidak tahu waktu itu “apa ini 70000 manusia” kok
beringas, untung “dia” datang menyuruhku menyingkir.
Hampir saja nyawa hilang. Adik anda yang di LDII
pastilah mengenal saya. Bahkan harta saya sekarang
tidak bisa saya ambil untuk menunjang makan dan
hidup saya dengan anak saya yang saya cintai.
Kami masih ingin hidup, dan ingin membangun sebuah
rumah diketinggian karena bagaimanapun “Script Kuno
Nabi-Nabi” tidak bisa tidak adalah datang dari Tuhan
dan wajib ketetapannya. Sebab setiap katanya “Bakar”
maka banyak orang mati terbakar didahului anak saya
menangis sekeras-kerasnya, bahkan walau jauhnya se-
tengah dunia di Meksiko, baru-baru ini.

Saya pikir, semua “Jamaah” pastilah sama. Karena
itu bank IFI anda, juga McD anda akan serupa dgn
yang berlaku dengan keluarga kami hancur luluh lantak.
Sebagaimana yang telah anda alami dan saya dan akan
terus berlanjut entah sampai kapan? WHY? WHY?.

“GAME” YANG PUSATNYA DI”6’15’12.91″S/106’56’08.18″T.
Yang permainannya di buat berdasarkan “nama-nama
orang yang sama” telah membuat kita dan keluarga kita
hancur lebur (bahkan bola besi pejal sebesar truk
dalam jumlah yang banyak luluh lantak cair seperti
umpan yang habis dimakan ikan ketika diangkat di
Lapindo). Luar biasa dahsyatnya.

Bahkan saya sudah menyampaikan “bela sungkawa” kepada
“Michael” Jackson, “David” Carradine, Farrah Fawcett
dan “David” Hartanto yang berperan sebagai “pelindung”
yang telah mendahului kita.

40 tahun yang lalu JFK dan John Lennon dengan “imagine”
nya ingin kita hidup damai semua.
Langit sungguh luas tak berbatas marilah kita bersama
menabur ilmu mengexplorasinya.

Beliau “Ahmadinejad” dengan bangga mengatakan, bahwa
seorang siswanya belum tamat SMA sudah mampu melakukan
riset yang berhubungan dengan strong nuclear interaction.
Apakah seluruh rakyat Iran “Jamaah” harus seperti Irak??
Apakah mereka harus mengungsi ke Indonesia dan menjadikan
wilayah Atrium Senen menjadi kampung mereka seperti Irak?

Tetapi, di pusatnya itu bahkan mereka sudah memiliki
senjata laser genggam di perjual belikan dengan harga
di bawah 1 juta rupiah (Ini bukanlah dongeng fiksi).

Bagaimana president tidak “ketakutan” hingga beliau dan
istri berdoa karena mengira ada banyak sihir seperti yang
diberitakan di Internet dan mass media.

Jika anda ingin menolong orang, tolonglah saya, mantan
manager anda, dan juga anak saya. Belilah rumah kami.
Bantu kami mendapatkan kembali harta kami. Saya dan anak
saya tidak mengemis, kami ada “materi” yang kami jual
untuk makan dan hidup kami. Juga adik anda LDII, Please.

Demikian.
nano dan aulia.
aulia_hanif@yahoo.com

Comment by nano




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: