useful


Leilani Munter: Sang Pioner
July 10, 2009, 5:15 pm
Filed under: news of sport style

NAMA Danica Patrick memang sudah lebih dulu berada di deretan papan atas pembalap cewek. Bahkan saat kharisma dan teknik membalapnya semakin tinggi, tawaran untuk menikmati balapan jet darat paling gemerlap di dunia, Formula Satu (F1) pernah mampir. Di balik prestasi mengkilap Danica, ternyata ada satu pembalap wanita yang sebenarnya sudah lebih dulu menikmati tawaran yang tak mudah ditampik tersebut. Dialah Leilani Munter, pembalap yang kini berusia 33 tahun tapi masih punya obsesi tinggi untuk berjaya di dunia balap internasional. Sedikit membuka rahasia, sebelum Danica Patrick muncul menjadi berlian baru di balapan NASCAR, nama Leilani sudah terlebih dulu keluar, bahkan Danica pun berguru pada cewek kelahiran 18 Februari tersebut. Tak salah jika sosok berpostur 175 cm ini patut disemati gelar sang pioner. Paling tidak, di balapan modern sekarang, dia tercatat sebagai pembalap pertama di seri IndyCar, sekaligus keempat dalam sejarah balapan khas Amerika Serikat tersebut.
Sosok Leilani Munter memang sudah menarik perhatian pemerhati balap di negeri Paman Sam kala ia tampil pertama kali di California pada tahun 2001. Meski terhitung terlambat memasuki dunia balap mobil, ia punya kharisma dan pesona tersendiri. Teknik melahap tikungan oval maupun chicane yang dimiliknya terbukti ampuh dan bisa disejajarkan dengan para pembalap pria. Senjata inilah yang membuatnya bisa meraih posisi lima besar sebanyak 9 kali dalam 36 balapan di awal karir. Sisa dari sembilan tersebut dilalui Leilani dengan finis selalu di posisi sepuluh besar!.
“Dia benar-benar spesial, meski telat karena sudah berusia cukup banyak, dia menunjukkan fisik yang luar biasa dan mampu bertahan hingga balapan usai. Dia seperti seorang perempuan perkasa yang tak pernah lelah memberikan kejutan, seperti saat ia mampu finis ketujuh di seri perdana yang ia rasakan. Kini, sepertinya kami tak salah kalau menunjuknya sebagai sang pioner di balapan modern,” tutur Chairman sekaligus CEO NASCAR, Brian France.
Brian sendiri meyakini, gaya dan pesona personal Leilani masih sanggup untuk berprestasi maksimal. Ibaratnya, dia bisa muncul menjadi sosok yang semakin tua justru semakin menjadi- jadi. Perhitungan tokoh nomor satu di balapan NASCAR saat ini tersebut ternyata sejalan dengan Leilani sendiri. Meski sudah terbilang uzur dari sisi usia, ia yakin fisik yang bagus bisa mengantarkannya ke prestasi yang lebih tinggi lagi.
“Saya memang sudah merasakan NASCAR, IndyCar sampai balapan unik, sepertinya dunia balapan F1 memang memancing adrenalin, tapi saya harus sadar dengan posisi saat ini, menjadi test driver adalah pilihan paling logis,” tegas Leilani.
Mengenai sebutan sang pioner oleh banyak kalangan, Leilani mengaku semua itu terjadi secara alami. Ia dianggap sebagai trendsetter dalam beberapa hal seperti berkomunikasi, model tempat duduk bagi pembalap wanita sampai ciri khas pakaian balap. Itulah mengapa ia selalu menyerukan balapan memang cepat, tapi akan lebih indah lagi kalau semuanya dipadu dengan unsur fashion yang membuat semua mata akan terbelalak. Dia juga yang menjadi rujukan saat pertama kali tampil dengan kostum balap seksi yang menampilkan bagian dada dan pinggang superketat.
“Susah kalau hanya sekedar tampil biasa saja, balapan ini juga bisa menjadi bukti kalau wanita tak hanya sanggup berlenggak lenggok di atas catwalk, tapi punya kemampuan untuk merias diri dalam kokpit yang sempit,” ujar Leilani, yang mencatat rekor sebagai satu-satunya pembalap wanita di kategori NASCAR yang sanggup merengkuh posisi keempat tercepat dalam sesi kualifikasi resmi.

Kini, meski sudah tidak muda lagi, kecantikan yang ia miliki bakal terus bergelora mengikuti ‘kecantikannya’ dalam mengendalikan kemudi mobil balap. Yang jelas, langkahnya bakal selalu ditiru para junior, yang saat ini juga berstatus sebagai kompetitor. “Sungguh senang jika ada pembalap wanita yang mengenal dunia fashion bergabung bersamaku, tentu semua itu bisa membuat balapan NASCAR selalu penuh warna, tidak melulu didominasi pria,” tegas Leilani. (persda network/bud)

Langganan Model Majalah Khusus Dewasa
DI arena balap, nama Leilani Munter sudah tak asing lagi. Nyatanya, di luar lintasan ia juga sukses menyandang predikat sebagai model papan atas di AS. Kenyataan ini terbukti tatkala begitu seringnya foto dan pose-pose seksi Leilani beredar di dunia maya serta edisi majalah pria dewasa.
Leilani memang punya modal signifikan untuk menampakkan gaya hidup dan selera fashionnya yang tinggi. Panggung catwalk sudah biasa ia lakoni, begitupun dengan beraneka pose di depan fotografer internasional. Asal tahu saja, gaya hidup dan selera fashion Leilani membuatnya seolah menjadi model wajib yang selalu hadir di FHM, Playboy sampai Maxim edisi AS dan Amerika Latin!.
Bahkan bisa dibilang, saat ini pendapatan terbesar yang ia peroleh berasal dari kerja kerasnya di dunia model. Tahun lalu misalnya, ia sukses meraup minimal 10 juta dolar atau lebih dari Rp 100 miliar dari peredaran hak cipta atas pose-posenya, bintang iklan, tamu di telenovela sampai produk sendiri seperti parfum dan aksesoris penunjang fashion.
“Saya selalu tertantang dengan situasi yang ada. Tapi jangan salah, meski di luar sana banyak uang, saya masih ingin berprestasi di ajang balap mobil baik NASCAR, IndyCar maupun championship car,” ujar Leilani, yang masih berstatus sebagai brand ambassador produk Lucky Brand Jeans, Vogue, Vanity Fair, In Style, dam ‘W’. (persda network/bud)

Aktivis Lingkungan Hidup
SELAIN beradu kencang dengan para pesaing di lintasan balap, Leilani juga terkenal sebagai aktivis lingkungan hidup. Ia terkenal selalu menyerukan pembentukan lingkungan hijau dan pelestarian alam. Aktifitas ini dilakukan Leilani setelah melihat betapa memprihatinkannya kondisi alam global yang semakin tahun seolah tak pernah mendapat perhatian dari masyarakat dunia.
Latar pendidikan sarjana Biologi menjadi ilham bagi Leilani untuk benar-benar mengkampanyekan tradisi penyelamatan bumi dari kehancuran dan ‘keputihan’, mengambil istilah Leilani yang menggambarkan kondisi bumi sudah tergenang air bah.
Pelbagai kampanye nyata ia lakukan tidak hanya sibuk mengingatkan para tetangga, menanam sendiri pepohonan, tapi juga mengisi aktif di blog dan selalu menggelar program nyata untuk anak-anak sekolah. Secara khusus, website pribadi Munter bersama timnya didedikasikan bagi berita lingkungan hidup.
Keaktifannya dalam penyelematan lingkungan hidup membawa diri Leilani ke Capitol Hill di tahun 2008 silam, tentu bresama National Wildlife Federation. Di sana, di depan kongres AS, ia menyerukan betapa masyarakat AS kini terlena dengan teknologi dan memimpin negara di dunia untuk merusak sistem lingkungan sendiri. “Jika tidak segera ada tindakan dan kompensasi, AS akan hancur lebur dalam masa 100 tahun ke depan,” seru Leilani saat itu.
Kini usaha kerasnya untuk terus berpihak pada lingkungan hidup tak pernah berhenti. Seiring cepatnya ia mengemudikan mobil di lintasan balap, ia juga paham betapa lingkungan ini juga tengah mengarah pada kehancuran. “Saya tengah merintis untuk terus menemukan bahan bakar ramah lingkungan,” beber Leilani. (persda network/bud)


Ashley Force

BERAWAL dari kemenangan atas sang ayah setahun lalu, Ashley Force memutuskan untuk serius menggeluti arena balap mobil. Saat itu, ia memang hanya turun di nomor drag race, namun tetap saja prestasi mengejutkan itu membuat cewek yang kini berusia 26 tahun itu yakin dengan kemampuan dirinya untuk mengalahkan para cowok. Alhasil, setahun ini, ia sukses menyambangi deretan pembalap papan atas. Selain NASCAR, ia juga ikut dalam balapan Funny Car, sebuah kombinasi antara tampilan mobil yang menarik dan kecepatan tinggi.
Walhasil, meski baru setahun ini masuk ke dalam jajaran pembalap nomor wahid di negeri Uncle Sam, Ashley langsung mendapat perhatian luar biasa. Ia dinilai tak kalah moncernya dengan Danica Patrick, yang sudah lebih dulu mentas ke panggung nasional dan internasional.
Teknik membalapnya tergolong tinggi, dengan kemampuan khusus men-drifting mobil agar bisa memberi efek kejut pada lawan. Keahlian ini juga yang membantunya bisa beradaptasi dengan sirkuit yang punya tikungan tajam dan chicane, yang membutuhkan kelincahan dan perhitungan tepat di lintasan.
Wanita kelahiran 29 November ini mengaku, karir yang begitu cepat diraih membuatnya tak cepat puas. Sebaliknya, berbekal keluarga pembalap, ia yakin bisa memneroleh hasil positif, paling tidak dua tahun lagi. “Saya akan benar-benar berada di puncak dalam dua tahun ke depan. Beberapa analisa sudah kulakukan, dan bukan tidak mungkin saya bisa merasakan mobil F1, meski untuk berkarir di sana saya memilih untuk menolak,” tutur Ashley. Ayahnya, John Force adalah jawara mobil AS, juga sang suami Daniel Hood yang bekerja untuk beberapa tim balap baik NASCAR maupun IndyCar.
Di luar lintasan, ia pun sudah menjelma menjadi ratu. Bahkan iklan komersiil balap IndyCar pernah memakainya sebagai model utama. Selain itu, ia juga sukses dalam karir dunia mode dengan beberapa kali menjadi bintang tamu reality show juga untuk majalah. Paras cantik, mata yang terkenal seksi dan mudah bergaul menjadi keunggulan utama Ashley untuk merengkuh nama besar di kemudian hari.
“Saya ingin berkonsentrasi penuh, sekaligus membuktikan pada ayah kalau kemenanganku dulu bukan kebetulan tapi hal yang benar-benar terjadi atas kemampuanku sendiri,” cetus Ashley. (persda network/bud)


Chrissy Wallace

DALAM deretan tiga pembalap wanita papan atas AS, nama Chrissy Wallace memang paling belakang disebut. Usianya yang baru menginjak 20 tahun menjadi alasan kenapa ia masih dianggap sebelah mata oleh sebagian kalangan dan pemerhati dunia balap negara adikuasa tersebut.
Sebelumnya, Chrissy lebih terkenal di dunia model ketimbang berada di lintasan. Ia pun lebih sering berada di koran atau media online berkat gaya hidupnya yang masih menganut paham remaja, suka jalan-jalan dan memakai busana yang khas zaman millenium kedua. Tak pelak, ikon fashion pun sudah terlebih dulu menyemat pada tubuhnya.
Sayang semua itu dirasa belum cukup oleh si empunya. Chrissy pun bertekad untuk menghapus semua stigma itu dengan prestasi di lingkup balapan mobil. Dalam setahun terakhir, ia pun menggeber pengalaman di pelbagai ajang balapan. Seiring itu pula, ia mulai dikenal sebagai pembalap potensial AS. Bahkan, diprediksi bukan tidak mungkin ia benar-benar bisa berada di belakang single seeter F1. Kemauan, presisi dalam mengambil tikungan, berani mengambil resiko dan agresif adalah modal penting baginya untuk berkelana ke dunia internasional.
Saat ini namanya memang berada di urutan buncit daftar pembalap AS setelah Danica Patrick, Leilani Muntar dan Ashley Force. Tapi, empat atau lima tahun lagi, semuanya bakal terlibas oleh pesona Chrissy.
Sang paman, Rusty Wallace yang juga pengamat NASCAR mengungkapkan, keponakannya itu bakal menjadi ratu IndyCar dan NASCAR dalam waktu yang tidak lama lagi. Kini semuanya berada dalam tahap pematangan, sembari menunggu kesempatan yang tepat agar dia tak pernah kagok dengan apa yang akan ia alami selanjutnya. Hal inilah yang menjadi dasar bagi Chrissy untuk merengkuh prestas tinggi.
“Saya pikir setelah sukses di dunia model dan pergaulan malam, kini saatnya untuk memikirkan dunia balap, dunia yang begitu saya kenal dan cintai sejak kecil. Bukan soal ayah atau gengsi paman, lebih dari itu, inilah pertaruhan pribadi saya, pilihannya hanya ada dua; eksis atau terkubur sekalian,” tegas Chrissy, yang pernah kecewa tatkala ada peraturan rambut panjang pirangnya harus dipotong. (persda network/bud)


1 Comment so far
Leave a comment

azip…. gaya hidup memang …..

Comment by ivenx oy'z




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: