useful


Ratusan Warga Mengungsi ke Indarung
October 2, 2009, 6:03 am
Filed under: news around Indonesia

PADANG–Ratusan warga Padang sejak Rabu malam hingga Kamis dinihari memadati sejumlah masjid di kawasan Indarung Padang. Pantauan di Masjid Al Itihaj, Indarung, sekitar seratusan warga berteduh di bawah tempat parkir kendaraan masjid yang berada tak jauh dari Pabrik Semen Padang itu.
Puluhan lainnya juga tampak berteduh di teras masjid itu. Ada yang bisa terlelap dengan berselimutkan selembar kain sarung atau selembar handuk, dan ada juga yang tampak duduk termenung sambil mendengarkan pengajian saat shalat Subuh di masjid itu.
Menurut Dani (21), seorang warga Ulak Karang yang berteduh di bawah lokasi parkir masjid itu, saat gempa terjadi Rabu sore, dirinya bersama keluarga langsung melarikan diri ke arah Indarung. Alasannya, taku takan terjadinya Tsunami, ia dan keluarganya melarikan diri ke tempat lebih tinggi. “Rumah tak tahu lagi bagaimana keadaannya,” ujarnya dengan tatapan kosong.
Sejumlah masjid lainnya di sepanjang jalan di Indarung juga tampak dipadati warga subuh itu. Sedangkan di rumah-rumah warga yang dilalui, terlihat warga tidur di teras rumah.

Memasuki Jl DR Sutomo, bangunan rusak dan rubuh makin banyak terlihat. Di antaranya enam unit rumah toko bertingkat dua, rubuh dan rata dengan tanah. Tepatnya ruko itu berada di Keamatan Padang Timur Kelurahan Mampalan.
Menurut Tapik (40), seorang warga di sekitar lokasi, tiga orang meninggal dunia di lokasi itu. Mereka dikenali Topik sebagai Afridawati (40), Muslim (40), dan Natasya (2).
Ketiga jenasah menurut Topik sudah berhasil dievakuasi warga Kamis dinihari sekitar pukul 02.30 menggunakan peralatan seadanya. Jenasah menurut Topik sudah disemayamkan di daerah Marapalam.
Tiga dari enam Ruko itu merupakan showroom mobil, dengan nama showroom Elegen Motor. Topik mengatakan, masih ada sekitar 25 mobil yang terhimpit reruntuhan bangunan. Sedangkan dua dari enam ruko itu, juga digunkan sebagai showroom mobil pabrikan Proton.

Sementara itu, masih di Jl DR Sutomo, empat unit ruko bertingkat tiga juga rubuh. Satu di antaranya rata dengan tanah. Seorang wanita, diidentifikasi bernama Evi (35), pekerja prakter drg Agus, terhimpit reruntuhan bangunan, dan diperkirakan tewas. Namun hingga sekitar pukul 07.30 pagi jenasah Evi masih belum bisa dievakuasi.
Menurut drg Agus yang berada di lokasi, tim Satkorlak sebelumnya sudah datang ke lokasi, namun masih belum bisa mengevakuasi karena keterbatasan peralatan. Warga juga takur mendekati lokasi untuk mengevakuasi korban, lantaran bangunan ruko yang ada di sebelahnya sudah retak dan dikhawatirkan ikut rubuh.

Di Jalan Sawahan, tepatnya di Simpang Haru, Masjid Ukhuwah Muhammadiyah yang bertingkat tiga, juga rusak berat. Bangunan lantai dasar masjid itu ambruk, mengakibatkan dua tingkat masjid yang ada di atasnya menghempas dua sepeda motor yang parkir di depan masjid.
Menurut Yus (44), pedagang di depan masjid itu, hingga Kamis dinihari, warga mendegar ada jeritan minta tolong dari dalam bangunan masjid. Warga memperkirakan jeritan itu berasal dari seorang garin yang terjebak. Namun menurutnya, warga tidak bisa menolong. Bagian lantai dasar masjid itu menurut Yus biasa digunakan sebagai kios.

Tak jauh dari masjid itu, satu unit bangunan Kampus STIE Dharma Andalas rusak berat dan nyaris rubuh. Menurut Boy (28), warga yang tinggal tak jauh dari kampus itu, bangunan bertingkat empat itu baru saja selesai dibangun tiga bulan yang lalu. “Kemarin baru saja selesai ospek mahasiswanya itu,” kata Boy.

Pasar Simpang Haru juga tak luput dari dahsyatnya guncangan gempa Rabu sore. Puluhan kios rata dengan tanah.

Masih di Jalan Sawahan, empat unit rumah kantor tempat beroperasinya Showroom Suzuki dan Adira Finance, juga rusak berat. Dari informasi warga, sekitar 15 orang terjebak di dalam bangunan yang lantai dasarnya sudah ambruk itu. Belasan personel TNI terlihat sedang mengupayakan evakuasi.
Satu orang korban terlihat di bawah reruntuhan gedung itu. Dalam posisi tertelungkup, bagian kepala korban itu tampak tertindih ratusan ton bebatuan bangunan yang rubuh. Korban tersebut dipastikan tewas.
Hingga pukul 10.00, evakuasi masih dilakukan di lokasi itu. Satu unit alat berat jenis escavator sudah dikerahkan. Dua unit ambulan sudah siaga menunggu korban yang ditemukan. Warga terlihat antusias menyaksikan evakuasi yang berlangsung di bawah hujan deras itu.
Beberapa warga yang mengaku kerabatnya terjebak di dalam kedung terlihat histeris di halaman dengan rukan itu.
Yenni Lubis (28) misalnya, sambil menggendeong anaknya yang masih berusia sekitar lima tahun, tak hentinya meneteskan air mata menyaksikan proses evakuasi itu. “Suami saya dari kemarin sore belum pulang. Saya lihat sepeda motornya ada di halaman kantor ini,” ujarnya tak kuasa menahan tangis. Jalannya evakuasi juga dikagetkan dengan adanya gempa susulan sekitar pukul 10.00.

Warga Padang juga terlihat menyerbu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Di antaranya terlihat di SPBU Jalan Sutomo, SPBU Jl Sawahan, dan SPBU Jl Jati. Arus lalu lintas macet puluhan kilometer karena kendaraan semuanya ingin masuk ke SPBU.
Kota Padang hingga pukul 11.00 juga masih tanpa aliran listrik. Hujan juga mengguyur Padang sepanjang malam hingga dini hari.

Sementara itu, informasi dari Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak PB) yang bermarkas di komplek Kantor Gubernur Sumbar, hingga Kamis pukul 11.00, jumlah korban jiwa yang meninggal dunia akibat musibah gempa sudah mencapai 220 orang. Sebanyak 62 orang meninggal di kawasan Pariaman dan sekitarnya, sedangkan 144 meninggal di Kota Padang.
RSUD M Jamil Padang dilaporkan tim Satkorlak hingga pukul 11.00 merawat sekitar 200 lebih pasien korban gempa. Kondisi RSUD sendiri terlihat rusak parah. Sebagian besar bangunan ambruk. Beberapa tenda darurat tampak didirikan di halaman samping rumah sakit itu.

Kondisi jalanan di Kota Padang kian tak menentu. Selain kemacetan, terutama di pintu-pintu SPBU, ambulan, mobil jenasah, pemadam kebakaran, mobil pengangkut alat berat, terus berseliweran.

Tim Satkorlak mengatakan, hingga Kamis siang, proses evakuasi masih terkendala. Penyebabnya adalah sulitnya mobil pengangkut alat berat mendatangi lokasi korban karena kemacetan.

Komplek bangunan kantor Gubernur Sumbar sendiri terlihat rusak berat. Kaca-kaca ri bagian depan kantor pecah. Dua unit bangunan yang ada di belakang bangunan utama juga rusak berat.

Tim Satkorlak memperkirakan masih banyak korban yang terjebak di reruntuhan gedung. Di antaranya di gedung Hotel Ambacang. Di sana, diperkirakan sekitar 80 orang terjebak reruntuhan. Hingga Kamis siang baru lima orang yang berhasil dikeluarkan dari gedung itu.
Selain itu, sejumlah bangunan lain sepeti LB LIA, Adira, Capela, Sigma, Gamma juga masih banyak korban yang belum berhasil dievakuasi.( hnk/rin/mg1)


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: