useful


Sepak Bola Membuat Belanda Negeri nan Indah
May 15, 2012, 4:14 pm
Filed under: news of football

BOLEH saja Belanda selalu terkenal dengan wisata kincir angin atau teknik membendung laut, plus pesona bunga tulip yang menawan. Boleh jadi mata seluruh dunia selalu ingin menuju Walibi World di kota Dronten, Keukenhof di Lisse ataupun Museum Heineken di Amsterdam.
Di luar itu, justru ada satu ‘wisata’ yang sebenarnya sangat potensial dan memberi banyak manfaat untuk dibawa ke negeri si tamu. Sepak bola adalah wadah yang memberi identitas tersendiri bagi Belanda di mata dunia. Posisi runner up Piala Dunia 2010, semakin mempertegas itu, plus sejarah panjang sepak bola yang begitu menawan di sana.
Sangat menarik jika mampu melihat dan menimba ilmu di Akademi Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB). Di lembaga yang dikembangkan Joop Lensen ini, banyak hal bisa dipelajari, terutama pola yang ada di buku KNVB, “4 vs. 4” dan “7 vs. 7”.
Karena sistem itulah, akademi KNVB mampu membangun beberapa cabang, seperti di Fortaleza dan Beberibe (Brasil), Santiago dan Antofagasta (Cile) dan Tel Aviv ( Israel). Di lembaga ini, para calon bintang tak hanya diajari bagaimana bermain bola, melainkan terdiri dari empat tahapan yang sangat sesuai dikembangkan di Indonesia.
Di sini ada pengembangan karakter fisik seperti tinggi, berat badan, proporsi tubuh, otot, dll. Begitu juga di karakter fisiologi seperti ketahanan, kecepatan berlari sampai daya penggerak. Aspek ketiga ada karakter psikologi seperti orientasi ego, penampilan, motivasi sampai mengukur ketakutan terhadap kegagalan. Barulah di bagian keempat, ada skill sepakbola seperti teknik menendang, umpan sampai dribel.
Metode inilah yang membentuk karakter luar biasa. Tak heran, pada skuad yang berprestasi di Asel 2010, sebagian besar berasal dari akademi ini, plus akademi sepak bola Ajax Amsterdam. Nama terakhir juga menjadi legenda, karena nama-nama seperti Maarten Stekelenburg, Gregory van der Wiel, John Heitinga, Nigel de Jong, Wesley Sneijder, André Ooijer, Eljero Elia, Ryan Babel, Klaas-Jan Huntelaar, Demy de Zeeuw, Sander Boschker, Rafael van der Vaart, Hedwiges Maduro, Urby Emanuelson, Vurnon Anita dan Siem de Jong, adalah produk mereka.
Sistem pendidikan pemain junior di beberapa tim yang baik juga sukses melahirkan Giovanni van Bronckhorst, Mark van Bommel, Dirk Kuyt, Robin van Persie, Arjen Robben, Khalid Boulahrouz dan The Rising Star, Stefan de Vrij.
Banyak pelajaran yang bisa didapat dari kemajuan sepak bola di negeri Belanda. Apalagi banyak pihak yang membuka lebar kesempatan untuk belajar. Bagi Indonesia, sepak bola Belanda tak bisa dipisahkan begitu saja, minimal dalam dua tahun terakhir. Banyak pesepakbola berdarah Indonesia yang memulai karier dari Belanda, seperti Demy de Zeeuw; Denny Landzaat, Nigel de Jong, Donovan Partosoebroto, Eddy de Neve, Ard van Peppen, Jhonny Rudolf Van Beukering, Raphael Guilermo Eduardo Maitimo, dan Tobias Jesajas Waisapij.
Ada juga André Wetzel, pelatih tim sepak bola ADO Den Haag, Michael Mols; Simon Tahamata, Jason Oost, Jeffrey Leiwakabessy dan Jos Luhukay; pelatih sepak bola FC Augsburg.
Tak heran, tempat paling cocok untuk belajar mengembangkan sepak bola di Indonesia adalah Belanda.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: