useful


20 Unsur Dasar Mendesain Surat Kabar
September 15, 2008, 7:54 am
Filed under: the opinion

1. Nama surat kabar dengan huruf khusus dan warnanya disebut LOGO. Logo adalah elemen grafis penting karena dipertaruhkan sebagai unsur pengenal pertama bagi surat kabar kita.
2. Logo ditambah nomor terbitan, tanggal terbit dan moto surat kabar disebut NAMEPLATE. Disebut juga MASTHEAD.
3. Barisan teks judul yang dibuat besar disebut HEADLINE. Kenapa besar? Karena tujuannya memang untuk menggoda pembaca.
4. Kalau ada berita yang panjang, perlu diberi SUBHEAD atau SUBJUDUL. Supaya terbagi dalam segmen-segmen pendek. SUBHEAD juga bisa tampil dibawah judul HEADLINE. SUBHEAD dibenarkan bahkan dianjurkan untuk membantu HEADLINE. Istalahnya HEADLINE yang menggoda, SUBHEAD yang memanas-manasi.
5. Dengan tujuan yang sama pula, KICKER bisa digunakan. Biasanya KICKER diletakkan di atas HEADLINE cukup satu dua kata. Kadang diberi garis bawah. Ukurannya lebih kecil dari HEADLINE. Idealnya KICKER ini menjadi pengklasifikasi berita. Misalnya “PEMILU DI IRAK”, atau “LIMBAH PT APEL”. Baru di bawahnya judul HEADLINE. Continue reading

Advertisements


Sekelumit Flexi di Tengah Konsumen (2-habis)
January 31, 2008, 11:34 am
Filed under: news of business, the opinion

Sekelumit Flexi di Tengah Konsumen (2-habis)
Dicinta si Muda, Disayang Orang Tua, Digemari Eksekutif Muda
PAMEO kesetiaan dan cinta sepertinya tidak melulu dominan di dunia kasmaran. Nyaris di semua sendi bisa jadi sebuah inspirasi tersendiri. Itulah latar yang dikemas apik Telkom melalui produk TelkomFlexi. Artinya komunikasi ke segala arah bisa terjalin dengan manis dan baik. Tidak hanya sekedar menenteng sebuah genre unit bisnis haruslah menghasilkan keuntungan besar, Flexi mampu mentasbihkan diri menjadi sebuah produk yang inovatif, mengena langsung ke sasaran dan lebih penting lagi mampu menempatkannya menjadi bagian tak terpisahkan dari sasaran tersebut. Sebuah langkah yang hanya bisa dilakukan kalangan terbatas semata. Continue reading



Sekelumit Flexi di Tengah Konsumen (1)
January 31, 2008, 11:32 am
Filed under: news of business, softnews, the opinion

Sekelumit Flexi di Tengah Konsumen (1)
Praktis Pakenya, Murah Harganya, Hemat Jadinya
SORE di kawasan Batam tampak cerah. Semburat sang mentari tampak menyala dengan rentang cahaya yang bikin setiap orang dipastikan semakin jatuh cinta pada keagungan alam. Apalagi bagi hati yang tengah berpaut mesra, senja nan indah tentu menjadi saat yang paling ditunggu untuk sekedar berjalan sore di tepi pantai ataupun berlanglang buana di jalanan sekitar Batam, hanya untuk sekedar mencari gorengan, otak-otak ataupun mie lendir.
Namun sore itu justru menjadi hari yang terbilang murung bagi seorang Rudi. Bagaimana tidak, di saat semua pasangan bisa berjalan bersama bergandengan berdua menikmati keindahan alam, justru dia harus terpekur sedih. Apa pasal?
Ternyata pujaan hatinya tidak bisa keluar rumah. Komunikasi pun harus via telpon. ”Begitulah kalau pacaran sama anak mama”, begitulah mungkin ungkapan yang cocok untuknya saat ini. Mau pergi ke wartel uangnya pas-pasan. Mau telpon via handphone apalagi. Model GSM yang ia miliki masih terasa mahalnya. Meskipun ia dan kekasihnya memiliki nomor ponsel dari operator seluler yang sama, namun beban biaya yang ditanggung tetap sama saja, apalagi tetap harus ada persyaratan minimal yang harus ia penuhi saat bercakap-cakap dengan sang doi.
Saat ia merenung, tiba-tiba saja ia terlintas untuk pergi ke mal untuk sekedar berjalan-jalan menghilangkan suasana jenuh. Imbasnya, ia pun pergi sendiri ke sebuah mal besar di pusat kota Batam.
Tanpa dinyana, justru itulah langkah awal darinya untuk memperoleh jawaban dari gaya berpacarannya selama ini. Di mal tersebut ternyata tengah mengadakan program acara nan menarik berupa pameran produk-produk operator seluler. Tanpa sengaja juga, akhirnya dia malah ditarik seorang sales promotion girl (SPG) ke counter sebuah produk operator seluler, TelkomFlexi.
Tanpa diduga juga, ia berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan penjaga stan dan sebagai hadiahnya berhak mendapatkan sebuah handset CDMA dan kartu perdana TelkomFlexi Trendy. ”Buat apa coba,”tanyanya dalam hati.
Singkat kata, malam itu ia pun mencoba mengaktifkan kartu perdana yang baru diperolehnya. Setelah selesai registrasi, ia pun langsung mencoba untuk menelpon ke rumah sang kekasih. Singkat waktu, ia pun berbincang-bincang selama lima menit. Konklusinya, ia dan kekasihnya bakal mencoba menggunakan kartu Flexi bersama-sama.
Sehari kemudian, Rudi pun mulai disibukkan dengan aktifitas barunya:telpon kekasih!. Ia pun bergumam,”Seharusnya sudah dari dulu seperti ini, jadi kan ngirit, komunikasipun lancar bisa kapan saja tanpa takut biaya banyak,”. Meski tidak menanggalkan nomor GSM-nya, tapi sebagian besar frekeuensi telpon yang ia gunakan tetap menggunakan TelkomFLexi Trendy yang ia peroleh dari pameran. Sejak saat itu, ponsel CDMA menjadi penting bagi seorang Rudi.

Itulah sekedar penggambaran secara singkat betapa saat ini penggunaan sebuah teknologi CDMA sudah menjadi kebutuhan primer tersendiri bagi sebagian kalangan masyarakat. Jika dulu terpampang pameo teknologi ini hanya diperuntukkan bagi individu-individu yang tidak sering bepergian ke luar kota, sekarang stigma tersebut sudah mulai bergeser. Aplikasi teknologi di level CDMA sudah bisa menjangkau perpindahan nomor secara otomatis.
Itu juga yang menjadi keunggulan komparatif produk TelkomFLexi, baik Trendy maupun Classy. Hebatnya, lebih dari 200 kota di Indonesia sudah bisa menikmati layanan bertajuk Flexi Combo tersebut. Konsumen pun dibuat nyaman dan simpel serta praktis. Mereka tak perlu lagi mengganti kartu setiap berpindah kota ataupun menukar dengan ponsel baru. Bahkan nomor lama di tempat asal tetap bisa dihubungi dengan fasilitas call forwarding yang sangat praktis. Tak heran jika saat ini diperkotaan manapun, Flexi berhasil mendominasi penggunaan produk kartu seluler.
Pun di kota Batam. Dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa, tentu penggunaan lalu lintas berkomunikasi via wireless sangat banyak. Kedekatan dengan Singapura menjadi pangkal tolak tersendiri betapa ”gurihnya” bisnis penyediaan jasa komunikasi di kota industri ini. Di level provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pun demikian.
Analisis sederhana menyatakan, dari 700 ribu jiwa penduduk Batam, 400 ribunya adalah penduduk yang telah menggunakan handphone sebagai sarana komunikasi sehari-hari. Dari nilai tersebut, paling tidak ada 100 ribu orang yang menggunakan model CDMA sebagai sarana sehari-hari.
Nah asumsi penting bagi bisnis ini ada di level tersebut. Bisa jadi kue itu lebih besar, dan secara statistik jumlah pengguna TelkomFlexi berada di posisi paling atas. Hal ini tentu menjadi sebuah catatan tersendiri.
Unsur kepantasan bisa jadi barometer tersendiri bagi Flexi. Bagaimana tidak, dipandang dari aspek manapun, penggunaan layanan ini berada di posisi teratas. Namun sisi kekurangan layanan jelas ada dan itu memang sangat wajar di dunia yang mengandalkan unsur teknologi buatan manusia. Hebatnya, selama ini Telkom mampu memberikan eliminirasi handal sehingga crowded kepanjangan tidak terjadi berulang-ulang. Up date penggunaan sarana teknologi sangat membantu penerapan permintaan beban satuan sambungan flexi di pasaran.
Di level eksekutif muda dan remaja, Flexi sudah mulai merambah dengan pelbagai produk dan fitur menarik. Justru saat ini, penggunaan di level remaja menjadi genjotan tersendiri bagi perusahaan plat merah tersebut.
Pangsa pasar yang membludak di level ini tentu menjadi positive feeder tersendiri bagi Telkom. Tidak hanya keuntungan semata yang akan datang, namun lebih dari itu pengenalan brand menjadi target penting tersendiri.
Satu yang pasti beredar di masyarakat level remaja adalah kemudahan dan ”kemurahan” yang bisa dinikmati mereka. Bagaimana tidak, kemudahan yang membuat Flexi semakin dekat di sekitar kehidupan mereka bisa langsung dirasakan. Penyediaan nilai voucher yang beragam menjadi keunggulan tersendiri. Sementara sinyal yang semakin membaik dari waktu ke waktu menjadi kenikmatan lain yang terkadang tidak ada di layanan sejenis dari operator seluler CDMA lainnya.
Sisi ”kemurahan” tentu menjadi catatan tersendiri juga. Lazimnya konsumen di Indonesia, mereka tentu menginginkan produk murah namun berkualitas tinggi. Dan itu jelas terdapat pada produk TelkomFlexi. Biaya yang hanya Rp49 per menit untuk sesama Flexi tentu menghadirkan giuran yang sangat menarik.
Gimmick ini ditambah dengan penyediaan sinyal yang hampir di seluruh kota Batam tersedia seimbang dan merata. Bahkan konsumen tidak perlu takut lagi jika tengah berada di jalur menuju Jembatang Trans Barelang. Kalau dulu sinyal masih terputus-putus akibat tiadanya BTS di sana, kini jangan harap hal itu terulang kembali.
Tidak hanya itu, pelbagai fitur menarik juga sudah dikembangkan Flexi yang semakin memudahkan penggunanya untuk memperkaya saat berkomunikasi. Tidak hanya dalam bentuk nada sambung pribadi semata yang saat ini sudah marak, namun pelbagai bonus juga bisa didapat pengguna.
Semakin berkembang, kini Flexi juga bisa digunakan sebagai perangkat untuk pengiriman data. Meski masih terbatas dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi, namun setidaknya pengguna TelkomFlexi kini bisa merasakan berselancar melalui terminal Flexi.
Tarif Lokal di Maret 2008
Gimmick lainnya yang bakal menjadi andalan TelkomFlexi adalah sistem layanan lokal untuk sebuah kawasan. Artinya program ini akan memberikan layanan istimewa berupa kenikmatan berkomunikasi dengan Flexi di sebuah kawasan provinsi dengan tarif lokal. Program ini bakal dimulai pada Maret 2008 mendatang. Kini yang telah menikmati layanan spesial tersebut baru daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Selanjutnya program ini akan berlanjut di kawasan lain di Sumatra, termasuk provinsi Kepri di bulan Maret mendatang.
Artinya, jika layanan ini sudah di-launch secara resmi, hubungan sesama Flexi di satu provinsi bakal berstatus lokal. Ini berarti jika selama ini pengguna di Batam ingin menelpon kolega, keluarga atau orang tercinta lainnya di kota Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun maupun kabupaten Bintan harus merasakan tarif interlokal. Adanya layanan ini menandai semakin hematnya pengguna Flexi. Konsumen akan menikmati tarif lokal sepanjang hari sepanjang waktu untuk satu wilayah provinsi Kepri.
Ini tentu sebuah kemajuan tersendiri bagi Flexi, Dan bukan tidak mungkin jika nantinya satu wilayah Sumatra maupun se-Indonesia ini bisa berkategori biaya lokal semua. ”Ini menjadi bukti apresiasi kita terhadap pengguna, dan kita bakal semakin meningkatkan performa semaksimal mungkin demi kenikmatan, kenyamanan dan penghematan konsumen,”tutur EGM Telkom Divre Sumatra Muhammad Awalludin, beberapa waktu lalu. Sebuah niatan mulia tentunya, sehingga nantinya bisa jadi Rudi-Rudi lainnya langsung menemukan jalan yang pas, pas biayanya, pas hematnya, pas praktisnya. (tribunbatam.co.id/nurfahmi budi)



Sekelumit Flexi di Tengah Konsumen (1)
January 31, 2008, 11:24 am
Filed under: news of business, the opinion

Sekelumit Flexi di Tengah Konsumen (1)

Praktis Pakenya, Murah Harganya, Hemat Jadinya
SORE di kawasan Batam tampak cerah. Semburat sang mentari tampak menyala dengan rentang cahaya yang bikin setiap orang dipastikan semakin jatuh cinta pada keagungan alam. Apalagi bagi hati yang tengah berpaut mesra, senja nan indah tentu menjadi saat yang paling ditunggu untuk sekedar berjalan sore di tepi pantai ataupun berlanglang buana di jalanan sekitar Batam, hanya untuk sekedar mencari gorengan, otak-otak ataupun mie lendir.
Namun sore itu justru menjadi hari yang terbilang murung bagi seorang Rudi. Bagaimana tidak, di saat semua pasangan bisa berjalan bersama bergandengan berdua menikmati keindahan alam, justru dia harus terpekur sedih. Apa pasal?
Ternyata pujaan hatinya tidak bisa keluar rumah. Komunikasi pun harus via telpon. ”Begitulah kalau pacaran sama anak mama”, begitulah mungkin ungkapan yang cocok untuknya saat ini. Mau pergi ke wartel uangnya pas-pasan. Mau telpon via handphone apalagi. Model GSM yang ia miliki masih terasa mahalnya. Meskipun ia dan kekasihnya memiliki nomor ponsel dari operator seluler yang sama, namun beban biaya yang ditanggung tetap sama saja, apalagi tetap harus ada persyaratan minimal yang harus ia penuhi saat bercakap-cakap dengan sang doi. Continue reading



Eksistensi Flexi Melayani Semua Level Masyarakat (2-habis)
January 30, 2008, 1:38 pm
Filed under: news of business, the opinion

Eksistensi Flexi Melayani Semua Level Masyarakat (2-habis)
Tak Lekang dengan Serbuan Pesaing
LAHIRNYA layanan Flexi di industri telekomunikasi nasional menjadi catatan tersendiri di tengah gencarnya perang di segmen GSM. Seiring progresifitas yang membaik, tak heran jika produk Telkom ini mulai ”ditiru” operator seluler lain yang berlomba mengadakan layanan di frekuensi yang sudah ditetapkan. Hasilnya tentu sangat mengejutkan kalangan dunia industri komunikasi. Pasalnya, pergerakan indeks konsumsi di level CDMA sangat menggiurkan dan tidak sedikit mendatangkan keuntungan yang luar biasa guna menunjang main bisnis di level GSM. Continue reading



Eksistensi Flexi Melayani Semua Level Masyarakat (1)
January 30, 2008, 12:42 pm
Filed under: news of business, the opinion

Eksistensi Flexi Melayani Semua Level Masyarakat (1)
Perang Tarif tak Menjadi Masalah
PASAR dan bisnis layanan komunikasi di Indonesia secara umum terus bertambah. Nilai investasi yang ditanamkan untuk sekedar melayani sebuah daerah diyakini bakal kembali dalam waktu yang realtif singkat.
Itulah kenapa saat ini hampir seluruh operator seluler saling berlomba untuk memenangkan hati para pengguna komunikasi di Indonesia. Catatan sementara mengemukakan jika nyaris 90 persen masyarakat Indonesia menggunakan saluran teknologi komunikasi sebagai bagian dari hidupnya. Bagi mereka tanpa komunikasi jelas menjadi sebuah kematian yang sangat menyakitkan.
Paling deskriptif yang bisa kita lihat dalam fenomena saat ini adalah pengembangan dan perebutan pasar yang menggunakan genre apapun demi menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Fenomena menariknya, meskipun tarif seluler di Indonesia menjadi satu di antara yang termahal di dunia, namun tetap saja konsumen komunikasi di Indonesia terus memburu. Continue reading